Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Sawi Putih Berbintik Hitam? Ini Cara Mengatasinya!

3 min read
Kenapa Sawi Putih Berbintik Hitam? Ini Cara Mengatasinya!
ilustrasi sawi putih (pexels.com/José luis Rivera correa)
  • Bintik hitam atau pepper spot pada sawi putih dapat dipicu kelebihan pupuk, pH tanah tinggi, kurang cahaya, serta suhu penyimpanan tidak stabil yang meningkatkan kelembapan.
  • Sawi putih berbintik masih aman dimakan setelah dicuci bila penyebabnya stres fisiologis, tetapi harus dibuang jika berlendir, lembek, berbau busuk, atau berubah kuning kecokelatan.
  • Atasi dengan memotong atau mengikis bagian berbintik; cegah dengan tidak mencuci sebelum digunakan, membungkusnya memakai bahan kering, menyimpan dalam wadah berventilasi, dan memisahkan daun rusak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Penampakan bintik hitam pada sawi putih bisa mengurangi estetika masakan yang kamu buat. Sebab, bintik hitam ini sering dianggap sebagai kotoran. Walau kamu sudah mencucinya dengan air, bintik hitam tersebut susah dihilangkan.

Tentu kamu penasaran kenapa sawi putih bisa memunculkan bintik hitam, kan? Apa sebenarnya yang menyebabkan munculnya bintik hitam pada daun dekat pangkal sawi putih? Lalu, apakah aman untuk dikonsumsi? Yuk, cari tahu jawaban beserta cara mengatasinya berikut ini!

  1. 1. Penyebab sawi putih berbintik hitam

    ilustrasi sawi putih
    ilustrasi sawi putih (pexels.com/MK Sheikh)

    Bintik-bintik hitam kecil pada sawi putih disebut juga pepper spot. Kondisi ini bisa muncul akibat kelebihan pupuk nitrogen atau fosfor, pH tanah yang tinggi, atau kurangnya cahaya matahari saat masa pertumbuhannya. Kondisi ini kerap disebut stres fisiologis.

    Bintik hitam pada sawi putih juga bisa terjadi akibat tidak stabilnya suhu saat disimpan di kulkas atau tempat penyimpanan lainnya. Hal inilah yang menyebabkan kelembapan pada sawi putih meningkat dan mempercepat munculnya pepper spot.

  2. 2. Apakah sawi putih berbintik hitam aman dikonsumsi?

    ilustrasi mencuci sawi
    ilustrasi mencuci sawi (pexels.com/Kampus Production)

    Pada dasarnya, jika bintik hitam pada sawi putih disebabkan oleh stres fisiologis, sawi putih masih aman untuk dikonsumsi, asal sudah dicuci dengan bersih. Di samping itu, kamu juga perlu tahu bahwa bintik hitam ini bisa menjadi pintu masuk bagi bakteri pembusuk (soft rot) dan jamur patogen, seperti Alternaria.

    Oleh karena itu, hindari jika bintik hitam disertai bagian daun yang licin dan lembek saat disentuh, berlendir, berbau busuk (bau langu berlebih), atau bahkan bagian putih sawi berubah menjadi kuning kecokelatan. Hal ini menandakan bahwa sawi putih sudah tidak layak dikonsumsi.

  3. 3. Cara mengatasi dan mencegah bintik hitam pada sawi putih

    ilustrasi sawi putih
    ilustrasi sawi putih (pexels.com/neilstha firman)

    Jika kamu ingin memasak sawi putih yang masih sedikit bintik hitamnya, ikuti cara ini. Potong terlebih dahulu bagian yang berbintik hitam. Kamu juga bisa mengikis bagian hitamnya saja agar daun sawi putih tidak banyak terbuang.

    Selain itu, untuk mencegah bintik hitam pada sawi putih, pastikan kamu menyimpan sawi putih dengan tepat. Pertama, jangan mencuci sawi jika belum mau dimasak. Air yang tersisa pada daun setelah dicuci memicu munculnya bintik hitam.

    Kemudian, sebelum dimasukkan ke kulkas, bungkus sawi putih dengan tisu dapur atau kain mikrofiber kering untuk menyerap kelembapan berlebih, lalu masukkan ke wadah atau plastik yang diberi lubang udara. Jika melihat ada beberapa helai daun terluar yang mulai berbintik hitam atau menguning, segera potong dan pisahkan agar tidak menular ke bagian daun dalam yang masih bersih.

    Beberapa tips di atas bisa kamu terapkan untuk mengatasi sekaligus mencegah bintik hitam pada sawi putih. Jangan lupakan dipraktikkan, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More