Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Makanan Timnas Norwegia di Piala Dunia 2026, Bawa Bahan Sendiri!

Makanan Timnas Norwegia di Piala Dunia 2026, Bawa Bahan Sendiri!
ilustrasi makanan timnas Norwegia di Piala Dunia 2026 (pexels.com/@nguyen-ngoc-tien-1321490019)
Intinya Sih
  • Timnas Norwegia mencuri perhatian di Piala Dunia 2026 dengan lolos ke perempat final dan membawa sendiri 580 kilogram bahan makanan, termasuk ikan dan keju khas dari negaranya.
  • Langkah ini dilakukan agar pemain tetap nyaman dan terjaga performanya, dengan menu sederhana namun kaya nutrisi seperti salmon, ayam, nasi, serta buah dan sayuran segar.
  • Tradisi membawa bahan makanan juga dilakukan Argentina yang mengirim daging sapi premium untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat kekompakan tim selama turnamen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Timnas Norwegia menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026. Setelah lolos hingga babak perempat final, mereka sukses mencuri perhatian dengan menyingkirkan Brasil di babak 16 besar dan menjaga asa untuk melangkah lebih jauh dalam turnamen.

Di balik performa tinggi tersebut, makanan yang dikonsumsi pemain Timnas Norwegia saat Piala Dunia 2026 ikut menjadi sorotan. Ternyata, di balik menu para pemain ada persiapan yang gak biasa karena tim Norwegia membawa sendiri sejumlah bahan makanan khas dari negaranya, hingga ikut memboyong koki tim ke Amerika Serikat.

Lantas, apa saja makanan yang dikonsumsi pemain Timnas Norwegia saat Piala Dunia 2026 dan mengapa menu tersebut dianggap penting bagi performa mereka? Yuk, simak selengkapnya berikut ini!

1. Alasan timnas Norwegia membawa sendiri bahan makanan hingga koki ke Amerika

Timnas Norwegia sukses mencuri perhatian di Piala Dunia 2026 setelah berhasil melaju hingga perempat final. Ini adalah momen pertama kalinya tim berjuluk Viking tersebut lolos lagi ke turnamen empat tahunan ini sejak 1998. Gak heran jika segala hal tentang mereka langsung jadi sorotan, termasuk keputusan membawa ratusan kilogram bahan makanan sendiri dari negara asal.

Setidaknya, mereka mengirimkan sekitar 580 kilogram atau 1.276 pon makanan ke markas sementara mereka di Greensboro, North Carolina, Amerika Serikat. Langkah gak biasa ini jadi viral dan memicu perdebatan sengit di antara para netizen di media sosial. Banyak yang mengira kalau Norwegia meremehkan kualitas makanan di AS, padahal alasannya gak seremeh itu.

Faktanya, bekal yang dikirimkan tersebut sebagian besar berupa persediaan ikan. Buat mereka, ikan, selain menjadi menu wajib, juga menjaga cita rasa makanan tim tetap konsisten selama turnamen, alih-alih karena anti terhadap makanan di sana.

Menurut Aron Espeland, kepala tim koki Timnas Norwegia, mempertahankan menu yang sudah biasa dikonsumsi membantu para pemain merasa lebih nyaman karena tubuh dan pikiran mereka telah terbiasa dengan makanan tersebut, sehingga risiko gangguan pencernaan atau penurunan kondisi selama turnamen dapat diminimalkan.

2. Membawa ikan sampai aneka jenis keju sendiri

ilustrasi ikan
ilustrasi ikan (pexels.com/mali maeder)

Total ada sekitar 300 kilogram salmon dan trout Norwegia, serta 100 kilogram halibut yang didatangkan langsung dari negara asalnya. Jenis ikan tersebut dikenal kaya protein dan asam lemak omega-3, sehingga dinilai cocok untuk membantu menjaga kebugaran sekaligus mempercepat pemulihan tubuh setelah pertandingan. Sebagaimana kita tahu, Norwegia secara letak geografis memang memiliki garis pantai yang sangat panjang yang membuat mereka kaya akan hasil laut yang melimpah.

Selain ikan, Timnas Norwegia juga membawa beberapa produk olahan susu khas yang sudah akrab di lidah para pemain. Di antaranya sekitar 80 kilogram keju cokelat khas Norwegia dan 100 kilogram keju Jarlsberg yang kerap menjadi pelengkap menu harian selama turnamen. Meski membawa bahan makanan dari kampung halaman, Timnas Norwegia juga gak sepenuhnya bergantung pada pasokan impor.

Dilansir Forbes, Espeland mengungkapkan bahwa para pemain tetap menikmati jus jeruk segar setiap pagi yang dibuat dari jeruk hasil panen di Amerika Serikat. Dan kebutuhan makanan lain, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, hingga berbagai jenis daging, tetap dipenuhi oleh pemasok lokal di Amerika Serikat.

3. Menu sarapan sampai makan malam yang kaya protein dan penunjang pemulihan

Dalam wawancara Espeland dengan Eating Well, dalam menyusun menu selama Piala Dunia 2026, tim kuliner Timnas Norwegia berpegang pada tiga prinsip utama. Setiap hidangan harus dibuat sederhana, kaya nutrisi, dan menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi agar mampu mendukung performa para pemain di lapangan. Pendekatan ini dipilih agar kebutuhan gizi atlet tetap terpenuhi tanpa menyajikan makanan yang terlalu rumit atau berlebihan.

Untuk memulai hari, para pemain biasanya menikmati menu sarapan yang terdiri dari oatmeal, telur, atau smoothie. Kombinasi tersebut dipilih karena mampu memberikan energi secara bertahap sekaligus membantu tubuh tetap kenyang lebih lama sebelum menjalani sesi latihan maupun pertandingan. Menu sederhana ini juga mudah dicerna sehingga membuat para pemain merasa lebih nyaman saat beraktivitas.

Sementara itu, menu makan siang dan makan malam dirancang untuk mengoptimalkan energi, mempercepat pemulihan tubuh, serta menjaga hidrasi para pemain. Sebab, para pemain memiliki banyak laga penting.

Espeland juga menjelaskan bahwa hidangan mereka banyak berisi protein tanpa lemak, seperti salmon, halibut, ayam, dan daging sapi, yang dipadukan dengan nasi, kentang, atau pasta sebagai sumber karbohidrat. Untuk melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral, setiap menu juga disajikan bersama aneka sayuran, salad, serta buah-buahan segar.

4. Argentina juga punya tradisi membawa bahan makanan dari negara sendiri

ilustrasi asado makanan khas Argentina
ilustrasi asado makanan khas Argentina (unsplash.com/id/@joseignaciopompe)

Ternyata, Timnas Norwegia bukan satu-satunya peserta Piala Dunia 2026 yang membawa bahan makanan dari negara asalnya, lho. Juara bertahan, Argentina, bahkan memiliki tradisi serupa tiap mengikuti pertandingan Piala Dunia. Pada tahun ini, mereka mengirim lebih dari 500 kilogram daging sapi premium ke markas tim mereka di Kansas City, Amerika Serikat. Keputusan tersebut menjadi bagian dari persiapan matang untuk menjaga kondisi fisik para pemain di sepanjang turnamen.

Bagi Argentina, daging bukan sekadar sumber protein, tetapi juga bagian dari tradisi kuliner yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Daging tersebut diolah menjadi asado, hidangan barbeku khas Argentina yang kerap dinikmati bersama oleh pemain dan staf selama menjalani pemusatan latihan maupun kompetisi. Pelatih Lionel Scaloni pernah menjelaskan bahwa momen makan bersama membantu para pemain berbincang, bersantai, dan mempererat kekompakan tim di tengah padatnya jadwal pertandingan.

Dapat dilihat bahwa baik Norwegia maupun Argentina sama-sama menilai bahwa makanan menjadi bagian penting dari strategi selama gelaran Piala Dunia 2026. Keduanya membawa bahan pangan yang sudah akrab dikonsumsi para pemain agar pola makan tetap konsisten, sementara kebutuhan bahan makanan lainnya tetap dipenuhi dari sumber lokal di Amerika Serikat. Hal ini memperlihatkan bahwa membawa makanan dari negara asal bukan berarti meragukan kualitas pangan tuan rumah, melainkan upaya menjaga kenyamanan, kebiasaan makan, dan performa atlet di level kompetisi tertinggi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More