5 Perbedaan Churros Spanyol dan Argentina, Kamu Suka yang Mana?

Apakah kamu pernah mencicipi churros, atau bahkan sudah menjadi camilan favoritmu sejak lama? Camilan tradisional Spanyol tersebut telah lama populer dan dapat dijumpai di berbagai belahan dunia, terutama wilayah Latin Amerika. Meski namanya sama, tetapi masing-masing negara punya olahan churros dengan ciri khasnya sendiri yang telah disesuaikan selera masyarakat lokalnya.
Seperti halnya churros khas Argentina yang disajikan dengan cara berbeda dari versi Spanyol. Bentuk, ukuran, hingga teksturnya pun tidak sama. Berikut beberapa perbedaan churros Spanyol dan Argentina yang perlu kamu ketahui.
Table of Content
1. Bentuk
Churros telah menjadi menu sarapan andalan bagi masyarakat Spanyol dalam beberapa generasi. Kamu bisa mengenali dari ukurannya lebih tipis dan panjang dibandingkan churros Argentina. Selain disajikan dalam bentuk lurus memanjang, churros juga punya bentuk melingkar.
Sementara itu, churros Argentina dibuat lebih tebal dan pendek. Tujuannya agar mudah diisi setelah digoreng. Ukurannya pun seringkali lebih besar, sehingga setiap gigitan terasa padat dan mengenyangkan.
2. Isian

Salah satu ciri khas churros Spanyol, yakni disajikan tanpa isian. Setelah digoreng, churros dapat langsung dicelupkan pada secangkir cokelat panas yang kental dan kaya rasa. Kombinasi tersebut yang membuat hidangan tampak sederhana, tetapi memberikan rasa puas setelah menyantapnya.
Sedangkan, churros versi Argentina terkenal dengan isian dulce de leche. Isian kental tersebut seperti karamel yang terbuat dari susu dan gula, lalu dimasak dengan api sangat kecil secara perlahan. Hasilnya memberikan rasa manis yang kaya dan lembut pada setiap gigitan.
3. Tekstur
Tekstur churros Spanyol renyah pada bagian luar dan lebih airy di dalam. Kamu akan merasa lebih ringan saat mengunyahnya, meski pada bagian yang telah dicelup cokelat panas. Hal tersebut dipengaruhi oleh ukurannya yang lebih tipis dan tidak diberi isian.
Lain halnya dengan churros Argentina, bagian luarnya tetap renyah, tetapi dibuat tebal dan sedikit padat pada bagian dalamnya. Tujuannya supaya tidak mudah pecah saat ditambahkan isian. Varian ini cocok buat kamu yang menyukai perpaduan seimbang antara kulit yang renyah dan isian yang lembut.
4. Lapisan luar

Sebagian churros Spanyol tidak sepenuhnya mengandalkan cokelat panas untuk membuatnya kaya rasa. Kadang juga disajikan dengan taburan gula halus yang tipis untuk memberikan rasa manis. Banyak pula yang disajikan tanpa adanya lapisan gula pada bagian luarnya.
Sebaliknya, lapisan gula menjadi bagian yang umumnya ada pada churros Argentina. Gula halus menyelimuti seluruh bagian luarnya, sehingga membuatnya lebih manis dan menggugah selera. Selain itu, juga dapat memperkaya teksturnya saat disantap.
5. Cara penyajian
Cara penyajian dan waktu menikmati churros dapat menunjukkan budaya masing-masing negara. Masyarakat Spanyol sering menikmati churros sebagai sarapan atau camilan. Biasanya dihidangkan dan disantap saat masih hangat.
Sementara itu, masyarakat Argentina menikmati churros sebagai camilan sore hari. Biasanya disajikan bersama mate, minuman tradisional seperti teh. Kombinasi churros hangat dengan isian dulce de leche yang lembut dan manis, serta mate yang menyegarkan telah menjadi bagian dari budaya kuliner Argentina.
Nah, sekarang kamu sudah tahu bedanya churros khas Spanyol dan Argentina. Keduanya dapat dikenali dengan mudah dari bentuk, ukuran, hingga cara penyajiannya. Dari penjelasan di atas, kira-kira kamu lebih suka yang mana, nih? Bagikan pendapatmu di kolom komentar, ya!





















