Kentang Cepat Bertunas? Hindari 5 Kesalahan Ini Saat Menyimpannya

- Paparan cahaya dapat mempercepat perubahan kentang, memicu tunas dan warna kehijauan terkait peningkatan glycoalkaloid seperti solanin; simpan di tempat gelap atau minim cahaya.
- Hindari kantong plastik tertutup dan kentang yang dicuci sebelum disimpan karena kelembapan serta kurangnya sirkulasi udara meningkatkan risiko lembek, berjamur, dan busuk.
- Simpan kentang terpisah dari bawang, tangani dengan hati-hati, dan jangan masukkan kentang mentah ke kulkas; lokasi ideal harus sejuk, kering, gelap, serta berventilasi.
Kentang termasuk bahan makanan yang tahan lama untuk disimpan di rumah. Karena cukup tahan lama, banyak orang yang sengaja membeli kentang dalam jumlah banyak agar tidak perlu bolak-balik ke pasar atau supermarket. Masalahnya, kentang yang awalnya terlihat mulus dan segar bisa tiba-tiba mulai bertunas setelah beberapa waktu disimpan.
Kentang bertunas bukan cuma soal tampilannya yang kurang menarik. Kemunculan tunas menandakan kentang sudah mengalami perubahan selama penyimpanan. Kalau kamu sering menemukan kentang bertunas sebelum sempat dimasak, mungkin ada kebiasaan penyimpanan yang perlu diperbaiki. Berikut ini lima kesalahan yang harus kamu hindari saat menyimpan kentang.
1. Jangan menyimpan kentang di tempat yang terlalu terang

ilustrasi menyimpan kentang (pexels.com/Nova Indah) Kamu mungkin sering meletakkan kentang begitu saja di atas meja dapur atau dekat jendela. Tempat seperti ini memang praktis karena kentang mudah terlihat dan diambil saat ingin memasak. Namun, paparan cahaya dapat mempercepat perubahan pada kentang. Cahaya juga dapat menyebabkan kentang berubah warna menjadi kehijauan.
Warna hijau tersebut berkaitan dengan peningkatan senyawa glycoalkaloid, termasuk solanin, yang secara alami terdapat pada kentang. Karena itu, kentang sebaiknya disimpan di tempat yang gelap atau minim cahaya. Kamu tidak harus menyimpannya di tempat yang benar-benar gelap gulita. Lemari dapur yang gak terkena sinar matahari sudah lebih baik daripada di tempat terbuka.
2. Jangan menyimpan kentang di dalam kantong plastik

ilustrasi cara menyimpan kentang (pexels.com/ Mitchell Soeharsono) Kantong plastik memang praktis digunakan setelah kamu membeli kentang. Tinggal memasukkannya ke dalam kantong, mengikat bagian atasnya, lalu menyimpannya di dapur atau kulkas. Sayangnya, kebiasaan ini justru bukan merupakan cara yang tepat. Kantong plastik tertutup dapat menghambat sirkulasi udara.
Jika terdapat kelembapan di dalamnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kentang menjadi lembek, berjamur, atau membusuk. Sebagai gantinya, gunakan wadah yang memiliki ventilasi atau kantong kertas yang memungkinkan udara tetap bergerak. Kamu juga gak perlu mencucinya terlebih dahulu sebelum disimpan. Air yang tersisa pada permukaan kentang justru dapat mempercepat kerusakan.
3. Jangan meletakkan kentang di dekat bawang

ilustrasi bawang (pexels.com/Miguel Á. Padriñán) Kentang dan bawang sering dianggap sebagai pasangan yang cocok karena keduanya bahan masakan yang awet. Namun, bukan berarti keduanya ideal disimpan dalam satu wadah. Kentang dan bawang sama-sama melepaskan gas selama penyimpanan. Ketika disimpan berdekatan, gas dan kelembapannya dapat mempercepat proses kerusakan satu sama lain.
Karena itu, sebaiknya simpan kentang dan bawang di tempat yang berbeda. Kamu tetap bisa meletakkan keduanya di lemari dapur yang sama. Namun, gunakan wadah atau ruang penyimpanan terpisah. Cara ini dapat membantu memperpanjang kualitas bahan makanan dan mengurangi kemungkinan kentang cepat bertunas atau membusuk.
4. Jangan terlalu sering memindahkan kentang

ilustrasi membeli kentang (unsplash.com/Jeshoots) Kentang memang bukan bahan yang mudah rusak hanya karena disentuh. Namun, terlalu sering memindahkan atau melemparkannya ke dalam wadah dapat menyebabkan memar dan luka kecil yang tak terlihat. Kentang yang mengalami kerusakan pada permukaan lebih rentan mengalami pembusukan, terutama jika lembap.
Karena itu, saat membeli kentang, pilih yang permukaannya relatif mulus, gak lembek, gak berjamur, dan tidak memiliki banyak bagian yang rusak. Setelah sampai di rumah, pindahkan kentang dengan hati-hati ke tempat penyimpanan yang sudah disiapkan. Jangan menumpuknya terlalu tinggi agar kentang bagian bawah gak mendapat tekanan berlebihan.
5. Jangan sembarangan memasukkan kentang ke kulkas

ilustrasi membuka kulkas (pexels.com/Anna Shvets) Saat ingin membuat bahan makanan lebih awet, kulkas jadi tempat pertama yang terlintas di pikiran. Namun, kentang mentah umumnya tak perlu disimpan di kulkas untuk penyimpanan sehari-hari. Suhu kulkas yang terlalu rendah dapat menyebabkan sebagian pati pada kentang berubah menjadi gula.
Ketika kentang tersebut kemudian dimasak dengan suhu tinggi, perubahan gula tersebut dapat memengaruhi warna dan cita rasa hasil masakan. Untuk penyimpanan kentang mentah, tempat yang sejuk, gelap, kering, dan memiliki sirkulasi udara lebih sesuai. Hindari juga lokasi yang terlalu panas, misalnya di dekat kompor atau peralatan dapur yang menghasilkan panas.
Mulai sekarang, pilih tempat penyimpanan yang sejuk, gelap, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Dengan cara-cara di atas, kamu bisa menjaga kentang tetap dalam kondisi baik lebih lama sekaligus mengurangi bahan makanan yang terbuang percuma.






















