Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sensasi Unik, Ini 5 Racikan Teh Khas Berbagai Negara yang Wajib Dicoba
ilustrasi Thai tea (pexels.com/ Taithong SISAYKEO)
  • Lima racikan teh khas dunia menampilkan karakter berbeda: chai masala India, teh mint Maroko, butter tea Tibet, milk tea Hong Kong, dan karak chai dari Qatar serta negara Teluk.
  • Bahan pembeda mencakup susu, rempah, mint, mentega yak, garam, hingga gula; proses perebusan dan penyaringan turut membentuk aroma, tekstur, serta rasa khas tiap minuman.
  • Racikan teh ini terkait kebiasaan lokal: chai dikonsumsi sehari-hari di India, teh mint melambangkan keramahan Maroko, butter tea bagian pola makan Tibet, dan milk tea lekat dengan cha chaan teng Hong Kong.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Teh jadi salah satu minuman yang punya tempat khusus di berbagai budaya. Cara menikmatinya pun bisa berbeda-beda, mulai dari diseduh sederhana sampai dicampur susu, rempah, buah, atau bahan lain yang membuat rasanya jauh lebih khas.

Kalau kamu selama ini cuma mengenal teh manis atau teh susu, ternyata masih banyak racikan dari berbagai negara yang menarik untuk dicoba. Masing-masing punya karakter sendiri dan sering kali berkaitan dengan kebiasaan masyarakat setempat. Yuk, kenalan dengan lima racikan teh unik dari berbagai belahan dunia berikut ini.

1. Chai masala

ilustrasi masala chai (commons.wikimedia.org/ Miansari66)

Chai masala merupakan minuman teh khas India yang dibuat dengan merebus teh hitam bersama susu, gula, dan campuran rempah. Bahan rempah yang digunakan bisa berupa kapulaga, kayu manis, cengkeh, jahe, dan lada hitam. Komposisinya dapat berbeda karena setiap keluarga atau daerah punya racikan yang gak selalu sama.

Proses merebus bahan bersama-sama membuat aroma rempah terasa kuat ketika minuman disajikan. Rasa teh hitam yang cenderung pekat berpadu dengan susu yang lembut dan sensasi hangat dari rempah. Minuman ini cukup sering dikonsumsi dalam keseharian masyarakat India, sehingga chai bukan sekadar minuman untuk acara khusus.

2. Moroccan mint tea

ilustrasi Moroccan mint tea (commons.wikimedia.org/ Sara Suñé)

Moroccan mint tea merupakan teh khas Maroko yang menggunakan teh hijau, daun mint segar, dan gula. Teh hijau yang umum digunakan adalah gunpowder tea, yaitu teh hijau yang digulung menjadi butiran kecil. Daun mint kemudian ditambahkan untuk memberikan aroma segar yang menjadi ciri khas minuman ini.

Penyajiannya juga punya tradisi tersendiri. Teh biasanya dituangkan dari teko ke gelas dengan posisi cukup tinggi sehingga terbentuk sedikit busa di permukaannya. Di Maroko, menawarkan teh mint kepada tamu merupakan bagian dari keramahan. Jadi, menikmati minuman ini juga berkaitan dengan budaya menerima dan menjamu orang lain.

3. Butter tea

ilustrasi butter tea (commons.wikimedia.org/ EditQ)

Butter tea atau po cha merupakan minuman tradisional yang dikenal di Tibet dan kawasan Himalaya. Berbeda dari teh pada umumnya, minuman ini dibuat menggunakan teh yang dicampur mentega yak dan garam. Teh yang digunakan biasanya berasal dari jenis teh yang memiliki rasa kuat sehingga tetap terasa ketika dipadukan dengan lemak dan garam.

Rasanya tentu cukup berbeda dari teh manis yang biasa kamu minum. Teksturnya terasa lebih kaya karena adanya mentega, sementara garam memberikan rasa gurih. Dalam lingkungan dengan cuaca dingin dan kondisi geografis yang ekstrem, minuman ini secara tradisional menjadi bagian dari pola makan masyarakat Tibet.

4. Hong Kong milk tea

ilustrasi Hong Kong milk tea (commons.wikimedia.org/ Geoffreyrabbit)

Hong Kong milk tea merupakan minuman teh susu yang terkenal dengan rasa teh hitam yang kuat dan tekstur susu yang lembut. Teh biasanya dibuat menggunakan campuran beberapa jenis teh hitam, lalu disaring melalui kain untuk mendapatkan karakter minuman yang halus. Metode penyaringan tersebut membuatnya juga dikenal dengan sebutan pantyhose tea karena bentuk saringannya.

Minuman ini biasanya disajikan panas atau dingin dan dapat diberi gula sesuai selera. Penggunaan teh yang cukup kuat membuat rasanya tetap terasa meskipun sudah dicampur susu. Hong Kong milk tea juga punya hubungan erat dengan budaya cha chaan teng, yaitu restoran bergaya kasual yang berkembang di Hong Kong.

5. Karak chai

ilustrasi chai karak (istockphoto.com/ Veliavik)

Karak chai merupakan minuman teh susu yang sangat populer di Qatar dan sejumlah negara Teluk lainnya. Minuman ini biasanya dibuat dengan teh hitam, susu evaporasi atau susu, gula, dan kapulaga. Beberapa versi juga menambahkan saffron atau rempah lain untuk memberikan aroma yang lebih kuat.

Teh dan rempah biasanya direbus bersama sebelum susu dimasukkan. Cara tersebut membuat rasanya terasa pekat, manis, creamy, sekaligus punya aroma kapulaga yang khas. Karak chai sering diminum dalam keseharian dan mudah ditemukan di kedai atau tempat makan di kawasan Teluk. Buat kamu yang suka teh susu dengan sentuhan rempah, minuman ini menarik untuk dicoba.

Menikmati teh ternyata bisa menjadi cara sederhana untuk mengenal kebiasaan masyarakat di tempat lain. Bahan yang digunakan mungkin sama-sama teh, tetapi cara meraciknya bisa dipengaruhi oleh iklim, bahan lokal, sampai tradisi yang sudah berlangsung dari generasi ke generasi.

Jadi, kalau suatu hari kamu menemukan menu teh yang terdengar asing, gak ada salahnya memberi kesempatan pada satu gelas. Bisa jadi justru dari minuman sederhana itu kamu menemukan rasa baru yang sebelumnya gak pernah terpikir untuk dicoba.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article