Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Memilih Jajan Pasar untuk Anak-anak yang Enak dan Aman

ilustrasi berbagai macam jajan pasar
ilustrasi berbagai macam jajan pasar (vecteezy.com/Onyengradar)
Intinya sih...
  • Perhatikan kebersihan penjual dan lingkungan sekitar
  • Pilih jajanan dengan bahan alami dan warna lembut
  • Utamakan tekstur yang aman untuk anak, perhatikan tingkat kemanisan, dan pilih jajanan yang baru dibuat
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memilih camilan untuk anak-anak tidak bisa sembarangan. Bagi orangtua yang tidak mau memberikan UPF untuk anak-anaknya, jajan pasar kerap jadi pilihan alternatif. Alasannya, jajan pasar tidak mengandung bahan kimia berbahaya, variasinya beragam, bahannya jelas, dan harganya terjangkau. Anak-anak pun biasanya langsung tertarik dengan warna-warni kue tradisional yang menggoda. Mulai dari bolu kukus, klepon, dadar gulung, sampai kue lapis, semuanya punya daya tarik sendiri.

Namun, di balik tampilannya yang menggoda, memilih jajan pasar untuk anak-anak tetap tidak boleh asal-asalan. Anak masih berada di fase tumbuh kembang, jadi orangtua perlu lebih selektif soal makanan yang masuk ke tubuh mereka. Supaya tidak salah pilih, ada beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan sebelum membelikan si kecil jajan pasar.

1. Perhatikan kebersihan penjual dan lingkungannya

ilustrasi berbagai macam jajan pasar
ilustrasi berbagai macam jajan pasar (vecteezy.com/Seftian Anderson)

Hal pertama yang paling krusial untuk diperhatikan adalah kebersihan. Jajan pasar biasanya dijual di pasar tradisional atau di pinggir jalan, yang kondisi lingkungannya bisa sangat beragam. Coba perhatikan, apakah jajanan ditutup atau dibiarkan terbuka begitu saja.

Pilih penjual yang menjaga makanannya tetap tertutup, menyediakan penjepit untuk mengambil makanan, dan tidak memegang makanan langsung dengan tangan kosong. Lingkungan sekitar juga penting. Kalau area jualannya terlihat kotor, banyak lalat, atau dekat tempat sampah, sebaiknya cari pilihan lain.

2. Pilih jajanan dengan bahan alami

ilustrasi jajan pasar
ilustrasi jajan pasar (vecteezy.com/ WAHYU KRIS ARIES WIRAWARDANA)

Anak-anak memang mudah tergoda warna cerah. Sayangnya, warna mencolok pada jajan pasar bisa jadi berasal dari pewarna buatan. Kalau warnanya terlalu mencolok dan tidak wajar, sebaiknya dihindari.

Jajan pasar yang menggunakan bahan alami biasanya punya warna yang lebih lembut. Contohnya, hijau dari daun pandan atau suji, cokelat dari gula aren, dan kuning dari santan atau kunyit. Selain lebih aman, rasanya juga cenderung lebih ringan untuk pencernaan anak.

3. Utamakan tekstur yang aman untuk anak

jajanan pasar
ilustrasi jajanan pasar (vecteezy.com/Roy Anditya Kusworo)

Tekstur makanan acap kali luput dari perhatian, padahal ini penting sekali. Untuk anak yang lebih kecil, hindari jajan pasar yang terlalu keras, lengket berlebihan, atau berisiko membuat anak tersedak. Kue seperti kue lapis, talam, atau dadar gulung biasanya punya tekstur lembut dan mudah dikunyah. Kalau membeli jajanan yang agak kenyal seperti klepon, pastikan anak sudah cukup besar dan mampu mengunyah dengan baik.

4. Perhatikan tingkat kemanisan

ilustrasi kue lumpur
ilustrasi kue lumpur (vecteezy.com/pana design)

Ada banyak sekali varian jajan pasar yang punya cita rasa manis dan menarik perhatian anak. Memang tidak salah, tapi tetap perlu dibatasi. Terlalu banyak gula bisa memengaruhi kesehatan gigi anak dan bikin mereka jadi malas makan makanan berat.

Kalau bisa, pilih jajan pasar yang manisnya seimbang, tidak sampai bikin enek. Alternatifnya, kamu juga bisa membatasi jumlahnya. Daripada beli banyak jenis sekaligus, lebih baik pilih satu atau dua yang paling aman dan disukai anak.

5. Pilih jajanan yang baru dibuat

ilustrasi berbagai macam jajan pasar
ilustrasi berbagai macam jajan pasar (vecteezy.com/Onyengradar)

Jajan pasar paling enak dan aman sebenarnya saat masih segar. Jajanan yang sudah terlalu lama bisa berubah rasa, tekstur, bahkan berisiko basi, apalagi yang berbahan santan. Amannya, beli di pagi hari karena biasanya jajan baru dibuat sehingga masih fresh.

Atau, kamu juga bisa tanya ke penjual kapan jajanan tersebut dibuat. Biasanya, penjual jujur akan memberi tahu apakah itu baru matang pagi itu atau sisa kemarin. Kalau aromanya sudah agak asam atau teksturnya berubah, sebaiknya jangan dibeli.

Memilih jajan pasar untuk anak-anak memang butuh perhatian ekstra, tapi bukan berarti harus ribet. Dengan sedikit kepekaan dan kebiasaan selektif, orangtua tetap bisa mengenalkan jajanan tradisional tanpa mengorbankan kesehatan anak. Lagipula, jajan pasar juga bagian dari budaya kuliner yang sayang kalau dilewatkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Food

See More

Resep Minuman ASI Booster ala Nino Fernandez

12 Jan 2026, 16:30 WIBFood