Natto mungkin terkenal karena teksturnya yang lengket dan aromanya yang khas, tetapi bagi banyak orang Jepang, makanan fermentasi ini merupakan bagian sederhana dari menu sehari-hari. Natto biasanya disantap sebagai pelengkap sarapan atau makanan praktis ketika ingin makan cepat. Cara menikmatinya pun beragam, dari yang sederhana hingga dipadukan dengan bahan lain.
Menariknya, kebiasaan mengonsumsi natto memperlihatkan bagaimana satu bahan dapat memiliki banyak bentuk penyajian dalam kuliner Jepang. Kedelai yang difermentasi menggunakan bakteri Bacillus subtilis natto menghasilkan tekstur berserat dan rasa gurih yang khas. Berikut lima cara yang umum digunakan untuk menikmati natto dalam hidangan sehari-hari.
