Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Orang Jepang Menikmati Natto dalam Hidangan Sehari-hari
ilustrasi natto (pexels.com/Matheus Bertelli)
  • Natto, kedelai fermentasi dengan Bacillus subtilis natto, lazim menjadi pelengkap sarapan atau pilihan makan praktis sehari-hari di Jepang.
  • Penyajian paling umum adalah natto yang diaduk lalu disantap bersama nasi hangat, sering ditambah saus tare dan mustard Jepang.
  • Natto juga dipadukan dengan telur mentah, dijadikan isian sushi, dicampur daun bawang, atau digunakan sebagai topping mi, sayuran, tahu, dan nasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Natto mungkin terkenal karena teksturnya yang lengket dan aromanya yang khas, tetapi bagi banyak orang Jepang, makanan fermentasi ini merupakan bagian sederhana dari menu sehari-hari. Natto biasanya disantap sebagai pelengkap sarapan atau makanan praktis ketika ingin makan cepat. Cara menikmatinya pun beragam, dari yang sederhana hingga dipadukan dengan bahan lain.

Menariknya, kebiasaan mengonsumsi natto memperlihatkan bagaimana satu bahan dapat memiliki banyak bentuk penyajian dalam kuliner Jepang. Kedelai yang difermentasi menggunakan bakteri Bacillus subtilis natto menghasilkan tekstur berserat dan rasa gurih yang khas. Berikut lima cara yang umum digunakan untuk menikmati natto dalam hidangan sehari-hari.

1. Disajikan di atas nasi putih

ilustrasi natto dan nasi putih (pexels.com/Airam Dato on)

Cara paling sederhana menikmati natto adalah mencampurkannya dengan nasi putih hangat. Natto biasanya diaduk terlebih dahulu menggunakan sumpit hingga teksturnya menjadi lebih berbusa dan benang fermentasinya semakin terlihat. Setelah itu, natto diletakkan di atas nasi dan disantap bersama.

Banyak orang menambahkan saus tare dan mustard Jepang yang tersedia dalam kemasan natto. Rasa gurih, sedikit manis, dan sensasi pedas ringan dari mustard membantu membuat karakter natto terasa lebih seimbang. Kombinasi ini juga praktis sehingga cocok menjadi menu sarapan yang tidak membutuhkan banyak persiapan.

2. Dipadukan dengan telur mentah

ilustrasi natto dan telur (generated image by ChatGPT/Mutiatuz Zahro)

Natto juga sering dipadukan dengan telur untuk menghasilkan hidangan yang lebih lembut. Telur dapat dicampurkan langsung bersama natto dan nasi, sehingga tekstur natto berpadu dengan kelembutan telur. Campuran tersebut kemudian disantap bersama nasi.

Perpaduan ini menunjukkan karakter masakan rumahan Jepang. Bahan mudah ditemukan dan tidak membutuhkan proses rumit. Bagi penikmat natto, telur juga dapat memberikan rasa yang lebih ringan sehingga aroma khas fermentasinya terasa tidak terlalu dominan.

3. Menjadi isian sushi atau gulungan

ilustrasi sushi natto (generated image by ChatGPT/Mutiatuz Zahro)

Natto tidak selalu harus disantap bersama nasi dalam bentuk mangkuk. Di Jepang, natto juga dapat digunakan sebagai isian gulungan sushi, terutama natto maki. Nasi sushi, lembaran nori, dan natto digulung menjadi sajian yang ringkas dan mudah disantap.

Natto dapat dipadukan dengan bahan tambahan untuk menciptakan variasi rasa dan tekstur. Nori memberikan aroma laut yang khas, sementara nasi membantu menyeimbangkan rasa fermentasi. Bentuk gulungan membuat natto terasa lebih praktis untuk dinikmati, terutama ketika ingin menghadirkan variasi dalam menu sehari-hari.

4. Dicampur dengan daun bawang

ilustrasi natto dan bawang (pixabay.com/魔理沙のズボラ飯)

Daun bawang merupakan salah satu pasangan populer untuk natto. Potongan daun bawang segar dicampurkan ke dalam natto yang telah diaduk, lalu diberi saus sesuai selera. Aroma segar dari daun bawang membantu memberikan kontras terhadap aroma fermentasi yang kuat.

Selain memberikan rasa yang lebih segar, daun bawang juga membuat tekstur dan tampilan natto lebih menarik. Campuran sederhana ini dapat langsung disantap bersama nasi putih, sehingga tidak membutuhkan banyak bahan tambahan. Bagi orang yang baru mencoba natto, kombinasi ini dapat menjadi pilihan karena rasa segarnya membantu menyeimbangkan karakter natto.

5. Dijadikan topping untuk hidangan lain

ilustrasi nasi dan ikan (pexels.com/Gu Ko)

Kreativitas dalam menikmati natto juga terlihat dari penggunaannya sebagai topping. Natto dapat ditambahkan pada mi, sayuran, tahu, atau hidangan nasi lainnya. Cara ini membuat natto tidak selalu menjadi pusat hidangan, melainkan komponen yang menambah rasa dan tekstur.

Dalam keseharian, fleksibilitas tersebut membuat natto mudah disesuaikan dengan menu yang tersedia di rumah. Selama rasa dan teksturnya cocok dengan hidangan utama, natto dapat menjadi tambahan sederhana yang memperkaya pengalaman makan.

Cara orang Jepang menikmati natto menunjukkan bahwa makanan fermentasi ini fleksibel untuk masuk ke berbagai menu. Dari nasi putih, telur, sushi, daun bawang, hingga aneka topping, natto dapat disajikan dengan cara sederhana tanpa kehilangan karakter khasnya. Bagi penikmatnya, justru kesederhanaan dan kemudahan inilah yang membuat natto tetap menjadi bagian yang menarik dari hidangan sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article