Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi minyak zaitun (pexels.com/Rahime Gül)
  • Minyak zaitun dapat dipakai menumis sayuran, telur, tahu, tempe, hingga daging dengan api kecil sampai sedang, sebagai alternatif minyak goreng biasa.

  • Pemilihan jenis perlu disesuaikan: extra virgin dan virgin memiliki rasa khas zaitun, sedangkan refined olive oil menawarkan aroma serta rasa yang lebih netral.

  • Hindari memanaskan minyak hingga berasap, gunakan secukupnya karena tinggi kalori, dan simpan dalam botol tertutup jauh dari cahaya, udara, serta sumber panas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Minyak zaitun dikenal sebagai salah satu pilihan minyak yang sering digunakan untuk menjaga pola makan tetap sehat. Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, apakah minyak zaitun bisa untuk tumis seperti sayuran, telur, atau berbagai menu rumahan lainnya? Jawabannya, bisa, asalkan kamu memilih jenis minyak zaitun yang sesuai dan memperhatikan suhu saat memasak.

Penggunaan minyak zaitun untuk menumis juga perlu disesuaikan dengan jenis masakan yang ingin kamu buat. Pasalnya, setiap jenis minyak zaitun memiliki karakteristik dan tingkat ketahanan panas yang berbeda. Supaya gak salah pilih, yuk, kenali hal-hal penting tentang penggunaan minyak zaitun untuk menumis berikut ini.

1. Minyak zaitun bisa digunakan untuk menumis

ilustrasi masakan tumis (pexels.com/Lisa from Pexels)

Minyak zaitun bisa digunakan untuk menumis berbagai bahan makanan, mulai dari sayuran, telur, tahu, tempe, hingga daging. Minyak ini mengandung lemak tak jenuh tunggal yang menjadi salah satu alasan minyak zaitun sering dipilih dalam pola makan sehat.

Meski begitu, bukan berarti minyak zaitun selalu lebih baik untuk semua jenis masakan. Cara penggunaan, jumlah minyak, suhu memasak, dan keseluruhan bahan makanan tetap berpengaruh terhadap kualitas hidangan.

Untuk menumis sehari-hari, kamu bisa menggunakan minyak zaitun dengan api kecil hingga sedang. Suhu tersebut membantu mengurangi risiko minyak terlalu panas dan menjaga kualitasnya selama proses memasak.

Jadi, kamu gak harus selalu menggunakan minyak goreng biasa untuk membuat tumisan. Minyak zaitun bisa menjadi alternatif, terutama jika kamu ingin mencoba variasi rasa dan jenis lemak dalam menu harian.

2. Pilih jenis minyak zaitun yang sesuai

ilustrasi manfaat minyak zaitun (pexels.com/Rahime Gül)

Sebelum menggunakan minyak zaitun untuk menumis, kamu perlu mengetahui perbedaan jenisnya. Secara umum, ada beberapa jenis minyak zaitun yang bisa kamu temukan di pasaran.

  • Extra virgin olive oil: Minyak zaitun ini dibuat melalui proses mekanis tanpa pemurnian kimia. Rasanya cenderung lebih khas dan mengandung senyawa alami yang dapat berkurang akibat pemanasan. Jenis ini tetap bisa digunakan untuk menumis dengan suhu yang terkontrol.

  • Virgin olive oil: Jenis ini juga diperoleh melalui proses mekanis dan memiliki karakteristik rasa khas zaitun. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan memasak sehari-hari.

  • Refined olive oil: Minyak zaitun ini diproses melalui tahap pemurnian, sehingga rasa dan aromanya cenderung lebih lembut serta tidak terlalu kuat. Jenis ini dapat menjadi pilihan untuk memasak ketika kamu ingin rasa minyak yang tidak terlalu dominan.

Kamu bisa memilih minyak zaitun berdasarkan kebutuhan dan selera. Jika ingin mempertahankan aroma khas zaitun, extra virgin olive oil bisa dipertimbangkan. Sementara itu, minyak zaitun yang telah dimurnikan cocok untuk kamu yang menginginkan rasa lebih netral.

3. Gunakan api kecil hingga sedang saat menumis

ilustrasi tumis bumbu (pexels.com/Sagar Konduri)

Salah satu hal penting ketika menggunakan minyak zaitun adalah memperhatikan suhu memasak. Minyak yang dipanaskan terlalu tinggi hingga berasap dapat mengalami kerusakan kualitas, menghasilkan aroma kurang sedap, dan membentuk senyawa hasil penguraian minyak.

Karena itu, gunakan api kecil hingga sedang saat menumis. Panaskan wajan secukupnya, tambahkan minyak zaitun, kemudian masukkan bahan makanan sebelum minyak terlalu panas.

Kamu juga gak perlu menunggu minyak sampai mengeluarkan asap. Jika minyak sudah terlihat terlalu panas atau mulai berasap, turunkan suhu dan hindari melanjutkan pemanasan berlebihan.

Perlu diketahui, ketahanan minyak terhadap panas dipengaruhi oleh jenis minyak, tingkat pemurnian, komposisi, dan kondisi penggunaannya. Jadi, gak tepat jika menganggap semua minyak zaitun memiliki batas suhu yang sama.

4. Perhatikan manfaat dan cara penyimpanannya

ilustrasi penggunaan minyak zaitun (pexels.com/Rahime Gül)

Minyak zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggal, dengan asam oleat sebagai salah satu kandungan utamanya. Jenis lemak ini dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang ketika digunakan untuk menggantikan sumber lemak jenuh, bukan sekadar ditambahkan dalam jumlah berlebihan.

Meski memiliki sejumlah keunggulan, minyak zaitun tetap mengandung kalori yang cukup tinggi. Oleh karena itu, gunakan secukupnya sesuai kebutuhan memasak agar asupan energi harian tetap terkontrol.

Selain cara memasak, penyimpanan minyak zaitun juga gak boleh diabaikan. Simpan minyak dalam botol tertutup rapat, jauh dari paparan sinar matahari langsung, kompor, dan sumber panas lainnya.

Paparan cahaya, udara, serta suhu tinggi dapat mempercepat penurunan kualitas minyak. Dengan penyimpanan yang tepat, aroma dan kualitas minyak zaitun bisa bertahan lebih baik.

Jadi, apakah minyak zaitun bisa untuk tumis? Jawabannya adalah bisa, selama kamu memilih jenis yang sesuai dan menggunakan api kecil hingga sedang. Minyak zaitun dapat digunakan untuk mengolah berbagai bahan makanan tanpa harus selalu bergantung pada minyak goreng biasa.

Supaya hasil masakan tetap enak, hindari memanaskan minyak sampai berasap dan gunakan minyak secukupnya. Dengan memahami jenis, cara penggunaan, serta penyimpanannya, kamu bisa memanfaatkan minyak zaitun sebagai salah satu pilihan minyak untuk memasak sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article