ilustrasi penggunaan minyak zaitun (pexels.com/Rahime Gül)
Minyak zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggal, dengan asam oleat sebagai salah satu kandungan utamanya. Jenis lemak ini dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang ketika digunakan untuk menggantikan sumber lemak jenuh, bukan sekadar ditambahkan dalam jumlah berlebihan.
Meski memiliki sejumlah keunggulan, minyak zaitun tetap mengandung kalori yang cukup tinggi. Oleh karena itu, gunakan secukupnya sesuai kebutuhan memasak agar asupan energi harian tetap terkontrol.
Selain cara memasak, penyimpanan minyak zaitun juga gak boleh diabaikan. Simpan minyak dalam botol tertutup rapat, jauh dari paparan sinar matahari langsung, kompor, dan sumber panas lainnya.
Paparan cahaya, udara, serta suhu tinggi dapat mempercepat penurunan kualitas minyak. Dengan penyimpanan yang tepat, aroma dan kualitas minyak zaitun bisa bertahan lebih baik.
Jadi, apakah minyak zaitun bisa untuk tumis? Jawabannya adalah bisa, selama kamu memilih jenis yang sesuai dan menggunakan api kecil hingga sedang. Minyak zaitun dapat digunakan untuk mengolah berbagai bahan makanan tanpa harus selalu bergantung pada minyak goreng biasa.
Supaya hasil masakan tetap enak, hindari memanaskan minyak sampai berasap dan gunakan minyak secukupnya. Dengan memahami jenis, cara penggunaan, serta penyimpanannya, kamu bisa memanfaatkan minyak zaitun sebagai salah satu pilihan minyak untuk memasak sehari-hari.