Referensi:
“Effect of different cooking methods on loss of iron and zinc micronutrients in fortified and non-fortified rice.” Saudi Journal of Biological Sciences. Diakses September 2026.
“Retention, stability, iron bioavailability and sensory evaluation of extruded rice fortified with iron, folic acid and vitamin B12.” Maternal & Child Nutrition. Diakses September 2026.
“Rice as a vehicle for micronutrient fortification: a systematic review of micronutrient retention, organoleptic properties, and consumer acceptability.” Nutrition Reviews. Diakses September 2026.
“Effects of household cooking processes on mineral, vitamin B, and phytic acid contents and mineral bioaccessibility in rice.” Food Chemistry. Diakses September 2026.
Cara Memasak Beras Fortifikasi agar Kandungan Gizinya Tetap Terjaga

- Periksa petunjuk kemasan sebelum memasak karena karakteristik dan metode pengolahan beras fortifikasi dapat berbeda menurut proses fortifikasinya.
- Cuci beras secukupnya dengan lembut, gunakan takaran air sesuai anjuran, dan pilih metode memasak yang memungkinkan air terserap agar nutrisi tidak banyak terbuang.
- Hindari pemanasan terlalu lama atau membuang air masakan; setelah matang, sajikan atau simpan nasi secara higienis dan jangan biarkan lama pada suhu ruang.
Masak nasi biasanya tinggal cuci beras, tambahkan air, lalu tekan tombol rice cooker. Namun, kalau yang dimasak adalah beras fortifikasi, prosesnya gak selalu bisa disamakan begitu saja karena cara mencuci dan mengolahnya dapat memengaruhi kandungan zat gizi di dalam beras. Sayang, kan, kalau sudah memilih beras fortifikasi tetapi cara memasaknya justru membuat sebagian nutrisinya berkurang.
Tenang, cara memasak beras fortifikasi sebenarnya gak jauh berbeda dari beras biasa, kok. Hanya saja, ada beberapa hal kecil yang sebaiknya diperhatikan, mulai dari cara mencuci sampai penggunaan air saat menanak nasi. Nah, biar gak asal masak dan kandungan gizinya tetap terjaga, yuk simak langkah-langkahnya.
1. Baca petunjuk memasak pada kemasan

ilustrasi wanita sedang membaca label produk susu (freepik.com/gpointstudio) Sebelum mulai mencuci dan memasak, penting untuk memeriksa informasi yang ada di label kemasan. Jenis beras yang telah difortifikasi bisa memiliki karakteristik dan cara pengolahannya, tergantung pada proses fortifikasinya. Kalau produsen menyertakan instruksi tertentu, lebih baik mengikuti petunjuk tersebut agar proses memasaknya menjadi lebih sesuai.
Meskipun langkah ini tampak sederhana, hal ini dapat membantu kamu menghindari teknik memasak yang salah. Jangan langsung menerapkan cara memasak yang biasa kamu gunakan untuk beras biasa karena mungkin tidak berlaku untuk jenis ini. Luangkan sedikit waktu untuk membaca informasi pada kemasan sebelum memasukkan beras ke dalam rice cooker.2. Cuci beras secukupnya, jangan berlebihan

ilustrasi beras dengan tekstur pera (pixabay.com/pictavio) Mencuci beras sebelum memasak adalah rutinitas umum di banyak rumah tangga. Namun, ketika menggunakan beras fortifikasi, gak perlu mencucinya berkali-kali hingga airnya benar-benar bening. Proses pencucian yang terlalu lama atau berlebihan dapat berisiko menghilangkan beberapa nutrisi tambahan yang ditambahkan, khususnya pada jenis fortifikasi tertentu.
Cukup bilas dengan lembut secukupnya untuk menghilangkan kotoran dari beras sebelum memasak. Hindari menggosok beras dengan kekuatan berlebih atau mengganti air berulang kali kalau tidak diperlukan. Dengan langkah yang sederhana ini, kamu sudah dapat membantu menjaga lebih banyak kandungan gizi yang terdapat pada beras.3. Gunakan air sesuai takaran

ilustrasi memasak nasi (commons.wikimedia.org/One Salient Oversight) Setelah mencuci beras, langkah selanjutnya yang gak kalah penting adalah menilai seberapa banyak air yang harus digunakan. Jangan hanya menuangkan air dalam jumlah besar dengan harapan nasi akan lebih halus, karena jumlah air dan proses memasak dapat memengaruhi nutrisi yang terkandung. Di sisi lain, kalau air yang digunakan terlalu sedikit, nasi akan menjadi keras dan kurang enak saat dimakan.
Cara termudah adalah mengikuti petunjuk takaran air yang tertera di kemasan atau menyesuaikannya dengan jenis beras yang kalian pakai. Apabila kalian telah menemukan takaran yang pas, gak perlu lagi menerka-nerka setiap kali ingin memasak. Dengan demikian, nasi akan matang sempurna dengan tekstur yang enak tanpa membuat proses memasak terasa rumit.4. Masak dengan metode yang dianjurkan

ilustrasi memasak (freepik.com/valeria_aksakova) Buat yang terbiasa menekan tombol cook di rice cooker, gak perlu khawatir karena beras yang diperkaya tetap bisa dimasak dengan cara yang praktis. Yang penting, metode memasak harus disesuaikan dengan instruksi pada kemasan karena jenis dan teknologi fortifikasi bisa berbeda-beda. Beberapa produk memang dirancang untuk dimasak dengan air seperti beras umumnya.
Kalau kemasan menyertakan saran tertentu, sebaiknya diikuti daripada mencoba metode lain. Hindari cara memasak beras yang gak perlu, terutama metode yang dapat menyebabkan hilangnya nutrisi selama proses memasak. Semakin sederhana prosesnya dan sesuai dengan petunjuk yang ada, semakin mudah juga untuk mempertahankan kualitas beras hingga menjadi nasi siap disajikan.5. Hindari membuang air bekas memasak

ilustrasi beras untuk ketupat (freepik.com/freepik) Dalam berbagai cara menyiapkan nasi, sering kali ada kebiasaan untuk mengalirkan air setelah beras sudah dimasak atau setengah matang. Ketika menggunakan beras yang diperkaya, tindakan semacam ini harus dilakukan dengan hati-hati, karena beberapa nutrisi dapat terlarut dalam air tersebut. Terutama kalau air itu memang bagian dari proses memasak hingga nasi mencapai kematangan sempurna.
Oleh karena itu, metode memasak yang memungkinkan air terserap ke dalam nasi bisa menjadi pilihan yang baik, asalkan mengikuti instruksi pada produk. Kamu juga gak perlu menambah atau mengeluarkan air di tengah proses kecuali ada petunjuk yang menyarankan hal itu. Meskipun tampak sepele, langkah ini dapat membantu memastikan bahwa nutrisi dari proses fortifikasi gak terbuang sia-sia.6. Jangan memasak beras terlalu lama

ilustrasi mengukus nasi uduk dengan rice cooker (freepik.com/freepik) Setelah rice cooker mulai bekerja, rasanya hanya menunggu nasi menjadi matang. Namun, usahakan untuk tidak memperpanjang proses pemanasan atau memasak lebih dari yang diperlukan, sebab paparan panas yang berlebihan dapat mempengaruhi kestabilan beberapa vitamin. Jadi, setelah nasi matang, gak perlu memperpanjang proses memasaknya, lho.
Kalau menggunakan rice cooker, kamu bisa mengikuti waktu memasak yang disarankan sesuai dengan jenis beras yang digunakan. Setelah matang, biarkan nasi tetap berada dalam kondisi yang aman dan konsumsilah dalam waktu yang wajar. Selain menjaga kualitas nasi, kebiasaan ini juga memastikan teksturnya tetap enak dan gak mudah berubah.7. Sajikan dan simpan nasi dengan tepat

ilustrasi sajian nasi putih (freepik.com/jcomp) Sudah berhasil memasak beras fortifikasi dengan benar, jangan lupa cara menyimpan nasinya juga, ya. Setelah matang, sebaiknya nasi disimpan dalam kondisi yang higienis dan gak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Kebersihan wadah serta alat yang digunakan juga penting supaya nasi tetap aman untuk dikonsumsi.
Kalau nasinya gak langsung dimakan, simpan dengan baik dan usahakan gak terlalu sering membuka tutup wadah, ya. Masak secukupnya sesuai kebutuhan juga bisa jadi pilihan supaya gak terlalu banyak nasi yang tersisa. Nah, jadi perhatian terhadap beras fortifikasi gak berhenti saat memasak saja, tetapi juga sampai nasi siap disantap.
Memasak beras fortifikasi sebenarnya gak jauh berbeda dari memasak beras biasa, tetapi ada beberapa hal kecil yang perlu diperhatikan. Mulai dari cara mencuci, takaran air, hingga proses memasaknya bisa ikut berpengaruh pada kandungan gizi yang tetap ada di dalam nasi. Nah, dengan cara yang tepat, kamu bisa menikmati nasi fortifikasi dengan praktis tanpa khawatir mengabaikan kandungan gizinya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)























