Beras menjadi salah satu bahan makanan yang cukup sering kita konsumsi sehari-hari. Selain beras biasa, kini tersedia beras fortifikasi yang mendapatkan tambahan vitamin dan mineral tertentu selama proses pengolahannya. Produk ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi kita yang ingin memperoleh asupan zat gizi tambahan dari makanan pokok.
4 Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Beli Beras Fortifikasi

- Beras fortifikasi mengandung tambahan vitamin atau mineral; periksa jenis dan jumlah zat gizi pada tabel nilai gizi berdasarkan takaran saji, bukan hanya label “fortifikasi”.
- Teliti label untuk komposisi, berat bersih, kedaluwarsa, produsen, serta izin edar. Hindari kemasan yang informasinya tidak jelas, robek, bocor, menggembung, atau rusak.
- Pilih produk sesuai kebutuhan zat gizi pribadi, tetapi tetap konsumsi protein, sayur, buah, dan makanan lain. Kondisi dengan pengaturan asupan khusus perlu mengikuti anjuran tenaga kesehatan.
Namun, kita tetap perlu memperhatikan informasi pada kemasan sebelum membeli beras fortifikasi. Tidak semua produk memiliki jenis dan jumlah zat gizi tambahan yang sama. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum beli beras fortifikasi.
1. Periksa zat gizi yang ditambahkan

ilustrasi beras (unsplash.com/Arisa S.) Hal pertama yang perlu kita perhatikan adalah jenis zat gizi yang ditambahkan ke dalam beras. Produk fortifikasi dapat mengandung vitamin atau mineral tertentu, seperti zat besi, asam folat, vitamin B, atau zat gizi lainnya. Informasi tersebut biasanya tercantum pada kemasan sehingga kita dapat mengetahui apa yang sebenarnya ditawarkan oleh produk.
Jumlah zat gizi juga perlu diperhatikan karena setiap produk dapat memiliki kandungan yang berbeda. Kita sebaiknya tidak hanya melihat tulisan “fortifikasi” pada bagian depan kemasan, tetapi juga membaca tabel informasi nilai gizi secara keseluruhan. Dengan begitu, kita dapat mengetahui kandungan produk berdasarkan takaran saji yang tercantum.
2. Baca informasi pada label dengan teliti

ilustrasi berbelanja (magnific.com/tonodiaz) Label kemasan dapat memberikan informasi penting mengenai produk yang akan kita beli. Selain kandungan gizi, kita dapat melihat nama produk, komposisi, berat bersih, tanggal kedaluwarsa, serta informasi produsen. Informasi tersebut membantu kita mengetahui kondisi dan identitas produk sebelum membawanya pulang serta memastikan produk sesuai dengan kebutuhan kita.
Perhatikan juga apakah informasi pada kemasan ditulis dengan jelas dan mudah dipahami. Klaim seperti “kaya vitamin” atau “diperkaya mineral” sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pertimbangan ketika memilih produk. Kita tetap perlu melihat informasi yang lebih spesifik mengenai zat gizi dan jumlahnya sehingga tidak hanya memilih berdasarkan klaim yang tercantum pada bagian depan kemasan.
3. Pastikan produk memiliki izin edar

ilustrasi beras (vecteezy.com/Surya Saputra Hutagalung) Produk pangan olahan yang beredar secara resmi perlu memiliki informasi mengenai izin edar sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi konsumen, informasi tersebut dapat menjadi salah satu hal yang diperiksa sebelum membeli produk, terutama ketika kita menemukan beras fortifikasi dari merek yang belum pernah digunakan sebelumnya.
Kita juga perlu memastikan informasi pada kemasan dapat dibaca dengan jelas dan tidak menunjukkan tanda kerusakan. Kemasan yang robek, bocor, menggembung, atau rusak sebaiknya tidak dipilih. Memeriksa kondisi kemasan dan informasi produk dapat membantu kita menghindari produk yang kondisinya sudah tidak layak.
4. Sesuaikan dengan kebutuhan zat gizi

ilustrasi nasi dan sayuran (pexels.com/Kritsana Takhai) Beras fortifikasi bukan pengganti pola makan yang bergizi. Makanan pokok tetap perlu dikonsumsi bersama sumber protein, sayuran, buah, dan makanan lain agar kebutuhan berbagai zat gizi dapat terpenuhi. Karena itu, kita perlu melihat beras fortifikasi sebagai salah satu bagian dari pola makan sehari-hari.
Kita juga dapat mempertimbangkan kebutuhan pribadi ketika memilih produk. Jika kita memiliki kebutuhan zat gizi tertentu, informasi pada label dapat membantu menentukan produk yang kandungannya lebih sesuai. Untuk kondisi yang membutuhkan pengaturan asupan secara khusus, pilihan makanan sebaiknya disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan.
Beras fortifikasi dapat menjadi pilihan makanan pokok dengan tambahan vitamin dan mineral tertentu. Meski begitu, sebagai pembeli yang cermat, ada hal yang perlu diperhatikan sebelum beli beras fortifikasi. Kita perlu melihat informasi produk secara menyeluruh dan tidak hanya mengandalkan klaim pada bagian depan kemasan. Dengan memeriksa kandungan, label, izin edar, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan, kita dapat membuat pilihan yang lebih cermat sebelum membeli.





















