Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Manfaat Mencuci Beras sebelum Dimasak dan Batasannya

3 min read
Manfaat Mencuci Beras sebelum Dimasak dan Batasannya
ilustrasi mencuci beras (pixabay.com/gaophuongnam)
  • Mencuci beras membantu membuang debu dan sisa penggilingan yang menempel di permukaannya.

  • Pencucian dapat mengurangi sebagian kontaminasi plastik, tetapi belum membuktikan manfaat kesehatan langsung.

  • Pencucian tidak menjamin beras bebas arsenik atau bakteri, dan dapat mengurangi zat gizi tambahan pada produk tertentu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sebelum mulai memasak, banyak orang terbiasa membilas beras beberapa kali hingga airnya tampak lebih jernih. Langkah ini sering dilakukan secara otomatis karena sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari di dapur.

Pembilasan memang dapat membantu menghilangkan sebagian kotoran yang menempel pada permukaan beras. Namun, tidak semua dampaknya selalu menguntungkan. Beberapa komponen dapat ikut larut dan terbuang bersama air cucian, sementara sejumlah risiko tertentu tidak serta-merta hilang hanya karena beras telah dicuci.

  1. 1. Membantu membersihkan debu dan sisa penggilingan

    Selama penggilingan, permukaan beras dapat menyisakan debu, bekatul, dan material halus yang menempel. Pencucian membantu melepaskan bahan-bahan tersebut sebelum beras dimasak. Inilah salah satu alasan dasar beras dicuci.

    Meski air cucian tampak keruh, tetapi tampilannya saja tidak dapat menunjukkan seberapa aman beras untuk dimakan. Kebersihan permukaan dan keamanan pangan merupakan hal yang perlu dinilai secara berbeda.

  2. 2. Dapat mengurangi sebagian kontaminasi plastik

    Studi tahun 2021 menemukan bahwa mencuci beras dengan air mengurangi kontaminasi plastik pada sampel yang diuji. Peneliti memperkirakan asupan plastik melalui 100 gram beras turun dari sekitar 3,7 miligram tanpa pencucian menjadi 2,8 miligram setelah dicuci.

    Temuan tersebut menunjukkan pencucian dapat mengurangi paparan, tetapi tidak menghilangkan seluruh plastik. Penelitian ini juga mengukur kontaminasi pada pangan, bukan membuktikan orang yang mencuci beras mengalami penurunan risiko penyakit.

  3. 3. Pengaruhnya terhadap tekstur nasi tidak selalu besar

    Seporsi nasi kuning berbentuk kerucut disajikan di atas piring bersama aneka lauk dan hiasan sayuran.
    ilustrasi nasi kuning (pexels.com/Tamba Budiarsana)

    Mencuci beras sering dianggap pasti membuat nasi lebih tidak lengket karena sebagian pati di permukaan ikut terbuang. Namun, studi tahun 2019 tidak menemukan pengaruh utama pencucian yang bermakna terhadap kekerasan maupun kelengketan nasi pada beras yang diuji.

    Interaksi antara varietas beras dan frekuensi pencucian tetap berpengaruh terhadap kelengketan. Artinya, hasilnya bisa berbeda menurut jenis beras; mencuci bukan jaminan nasi akan makin pera.

  4. 4. Manfaatnya terbatas untuk arsenik, sementara zat gizi bisa ikut terbuang

    Laporan penilaian risiko Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyebut bahwa penelitian mereka menemukan pembilasan sebelum memasak hanya sedikit memengaruhi kadar arsenik anorganik pada nasi. Jadi, mencuci beras tidak dapat diandalkan sebagai satu-satunya cara mengurangi kontaminan tersebut.

    Pada beras yang diperkaya zat gizi (fortifikasi), pencucian juga dapat membuang sebagian zat besi, folat, tiamin, dan niasin tambahan. Perhatikan petunjuk pada kemasan, khususnya bila produk mencantumkan instruksi untuk tidak dicuci. Tidak semua beras perlu mendapat perlakuan yang sama.

  5. 5. Keamanan nasi tetap bergantung pada penanganan setelah matang

    Ilustrasi semangkuk nasi putih hangat dengan uap mengepul, disajikan di atas meja sebagai gambaran makanan pokok.
    ilustrasi nasi hangat (magnific.com/magnific)

    Beras yang sudah dicuci belum berarti steril. Beras mentah dapat mengandung spora Bacillus cereus, bentuk bakteri yang tahan terhadap kondisi tertentu dan dapat bertahan selama pemasakan. Jika nasi dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang, bakteri dapat berkembang dan menghasilkan racun.

    Karena itu, setelah mencuci dan memasak beras, perhatikan juga penyimpanannya. Sarannya, nasi yang akan disimpan didinginkan secepat mungkin, idealnya dalam satu jam, lalu dimasukkan ke lemari es.

    Kebiasaan membersihkan beras perlu dilanjutkan dengan penanganan nasi yang benar.

    Referensi

    Hongyan Li et al., “Washing Rice before Cooking Has No Large Effect on the Texture of Cooked Rice,” Food Chemistry 271 (2019): 388–92, https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2018.07.172.

    Claudia Dessì et al., “Plastics Contamination of Store-Bought Rice,” Journal of Hazardous Materials 416 (2021): 125778, https://doi.org/10.1016/j.jhazmat.2021.125778.

    U.S. Food and Drug Administration, Arsenic in Rice and Rice Products Risk Assessment Report (2016), diakses September 2026.

    Food Standards Agency, “Home Food Fact Checker,” diakses September 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More