Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

10 Kondimen Terbaik di Dunia Versi TasteAtlas 2026, Ada Favoritmu?

10 Kondimen Terbaik di Dunia Versi TasteAtlas 2026, Ada Favoritmu?
Potret bawang goreng (pixabay.com/zan00da)
Intinya Sih
  • TasteAtlas 2026 menempatkan bawang goreng Indonesia sebagai kondimen terbaik dunia, berkat rasa gurih, aroma khas, dan fleksibilitasnya sebagai taburan berbagai hidangan.
  • Daftar teratas juga diisi dua cuka balsamik Modena Italia, sheng chou dan doubanjiang China, serta mustard tradisional Dusseldorf dari Jerman.
  • Peringkat 7–10 mencakup garam laut Maldon Inggris, lyutenitsa Bulgaria, jiang you China, dan ajvar Makedonia Utara, dengan karakter rasa serta penggunaan yang beragam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kondimen menjadi pelengkap penting dalam berbagai hidangan. Rasanya kurang lengkap menikmati makanan tanpa tambahan saus, sambal, atau taburan yang bisa membuat cita rasa semakin nikmat. Hal ini juga berlaku untuk kuliner Indonesia yang dikenal kaya akan pilihan kondimen.

Baru-baru ini, TasteAtlas kembali merilis daftar kondimen terbaik di dunia 2026. Menariknya, posisi pertama ditempati kondimen asal Indonesia yang sering menjadi pelengkap berbagai hidangan. Daftar ini juga mengenalkan beragam kondimen tradisional dari berbagai negara.

Penasaran ada kondimen apa saja? Simak daftar lengkapnya berikut ini!

1. Bawang goreng, Indonesia

Potret bawang goreng
Potret bawang goreng (commons.wikimedia.org/Midori)

Bawang goreng menempati posisi pertama dalam daftar kondimen terbaik dunia 2026. Terbuat dari irisan tipis bawang merah yang digoreng hingga renyah dan berwarna keemasan, rasanya gurih dengan aroma bawang yang khas.

Bawang goreng biasanya disimpan dalam wadah kedap udara, agar tetap renyah. Taburan ini cocok disajikan bersama berbagai hidangan Indonesia, mulai dari nasi goreng, sate ayam, bakso, semur, hingga sop buntut.

2. Aceto balsamico of modena, Italia

Potret aceto balsamico di modena
Potret aceto balsamico di modena (unsplash.com/@haberdoedas)

Aceto balsamico of modena merupakan cuka balsamik khas Italia yang banyak digunakan sebsaltagai pelengkap makanan. Kondimen ini dibuat dari jus anggur Trebbiano yang dimasak, lalu disimpan dalam tong kayu hingga menghasilkan rasa yang kompleks.

Cita rasanya memadukan rasa manis karamel dengan sentuhan asam buah. Selain sering disiramkan di atas keju parmesan, cuka balsamik ini juga bisa digunakan untuk memasak dan membuat saus salad.

3. Aceto balsamico tradizionale of modena, Italia

Potret aceto balsamico tradizionale di modena
Potret aceto balsamico tradizionale di modena (unsplash.com/@bgoodpic)

Masih dari Italia, aceto balsamico tradizionale of modena dibuat dari jus anggur putih Trebbiano dan Lambrusco yang dimasak hingga mengental. Setelah itu, cairan tersebut difermentasi dan disimpan dalam tong kayu selama minimal 12 tahun.

Proses pematangan yang panjang membuat teksturnya lebih kental dengan rasa yang manis, asam, dan pekat. Cuka balsamik ini juga memiliki aroma kayu yang khas dan sering digunakan sebagai pelengkap makanan hingga hidangan penutup.

4. Sheng chou, China

Potret kecap asin
Potret kecap asin (unsplash.com/Addilyn Ragsdill @clockworklemon.com)

Sheng chou atau kecap asin ringan merupakan kondimen hasil fermentasi kedelai, gandum, garam, dan air. Teksturnya cair dengan warna yang lebih terang dibandingkan kecap asin pekat. Rasanya asin dan gurih, sehingga sering digunakan sebagai bumbu masakan maupun saus cocolan. Sheng chou cocok disajikan bersama seafood kukus, sayuran rebus, pangsit, ikan, hingga ayam.

5. Dusseldorfer mostert, Jerman

Potret mustard
Potret mustard (pexels.com/Engin Akyurt)

Dusseldorfer mostert merupakan mustard khas Dusseldorf, Jerman, yang sudah diproduksi sejak awal abad ke-18. Kondimen ini dibuat dari biji mustard cokelat dan kuning yang dicampur dengan cuka khas Dusseldorf.

Proses pembuatannya masih mempertahankan metode tradisional. Salah satu cirinya adalah penggunaan batu giling granit berukuran besar untuk menghaluskan biji mustard. Produk ini juga dikenal dengan kemasannya berupa pot keramik abu-abu dengan tutup gabus.

6. Doubanjiang, China

Potret Doubanjiang
Potret Doubanjiang (commons.wikimedia.org/Badagnani)

Doubanjiang merupakan pasta khas Sichuan yang dibuat dari fermentasi kacang kacang fava, garam, cabai, dan terkadang tepung gandum. Proses fermentasinya bisa berlangsung selama 1-8 delapan tahun, sehingga menghasilkan warna, tekstur, dan tingkat rasa yang berbeda.

Kondimen ini dikenal sebagai salah satu kunci penting dalam masakan Sichuan. Doubanjiang sering digunakan untuk membuat hidangan seperti mapo tofu dan twice-cooked pork.

7. Maldon sea salt, Inggris

Potret sea salt
Potret sea salt (unsplash.com/Jason Tuinstra)

Maldon sea merupakan garam laut tradisional asal Maldon, Inggris, yang dipanen secara manual sejak 1882. Ciri khasnya memiliki bentuk serpihan garam mirip piramida..

Garam ini biasanya digunakan sebagai finishing salt atau garam tabur yang ditambahkan sesaat sebelum makanan disajikan. Rasanya bersih dan segar tanpa rasa pahit yang kuat, cocok untuk daging panggang, mentega, maupun sayuran.

8. Lyutenitsa, Bulgaria

Potret lyutenitsa
Potret lyutenitsa (unsplash.com/@fifernando)

Lyutenitsa merupakan saus olesan khas Bulgaria yang terbuat dari dari paprika merah, tomat, garam, gula, lada, dan minyak. Beberapa resep juga menambahkan terung, wortel, bawang putih, peterseli, atau cabai. Biasanya dioleskan pada roti, crackers, atau roti panggang. Kondimen ini juga sering disajikan sebagai pendamping daging panggang dan bakso.

9. Jiang you, China

Potret kecap China
Potret kecap China (unsplash.com/@_carolineattwood)

Jiang you merupakan kecap asin khas China yang dibuat melalui proses fermentasi kedelai, gandum, garam, dan air. Kondimen ini menghasilkan rasa gurih atau umami yang kuat. Digunakan sebagai bumbu masakan sekaligus saus pelengkap.

Kecap asin ini juga sering digunakan dalam teknik memasak red braising untuk memberikan warna dan rasa pada daging. Selain itu, jiang you cocok dinikmati sebagai saus cocolan untuk pangsit, hidangan pembuka, ikan kukus, dan sayuran tumis.

10. Ajvar, Makedonia Utara

Potret ajvar
Potret ajvar (pexels.com/@jdgromov)

Ajvar merupakan kondimen berbahan dasar paprika merah dan terung yang populer di kawasan Balkan dan Eropa Timur. Versi khas Makedonia Utara biasanya menggunakan paprika merah sebagai bahan utama.

Sayuran tersebut umumnya dipanggang terlebih dahulu sebelum dihaluskan bersama bawang putih dan cabai. Proses ini menghasilkan rasa manis, sedikit asam, dan aroma smoky yang khas. Ajvar biasanya disajikan sebagai pendamping daging panggang.

Masuknya bawang goreng sebagai kondimen terbaik di dunia versi TasteAtlas tentu menjadi kabar menarik bagi pencinta kuliner Indonesia. Selain bawang goreng, ternyata ada banyak kondimen dari berbagai negara yang memiliki cita rasa unik. Selain bawang goreng, kamu sudah pernah cobain yang mana saja, nih?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More