Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Sayuran yang Mudah Terkontaminasi saat Musim Hujan

ilustrasi salad sayur (pexels.com/Karl Solano)
ilustrasi salad sayur (pexels.com/Karl Solano)
Intinya sih...
  • Saat musim hujan, kelembapan udara meningkat sehingga beberapa sayuran lebih rentan terkontaminasi bakteri dan jamur; karena itu, pembelian, pencucian, dan penyimpanan perlu lebih hati-hati.
  • Sayuran hijau seperti bayam dan selada berisiko lebih tinggi karena daunnya lembap, sementara kembang kol, brokoli, dan kubis berpermukaan kasar/berpori yang mudah jadi tempat berkembang biak mikroorganisme—jadi perlu dicuci sangat bersih.
  • Jagung dan kacang polong mudah busuk karena kadar air tinggi; disarankan disimpan dalam wadah rapat di tempat sejuk dan selalu cek warna, tekstur, serta aroma sebelum dikonsumsi.
  • Tauge berisiko menjadi media bakteri (disebut E. coli) pada kondisi hangat-lembap sehingga sebaiknya disimpan dingin-kering dan dicuci bersih, sedangkan jamur serta umbi-umbian (wortel, kentang) juga mudah terkontaminasi/cepat busuk sehingga perlu penyimpanan dingin atau kering berventilasi baik dan dihindari jika sudah busuk atau berkecambah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat musim hujan, sebaiknya lebih hati-hati ketika membeli atau menyimpan sayuran. Pasalnya, beberapa jenis sayuran ternyata rentan terkontaminasi bakteri dan jamur saat udara lembap dikarenakan intensitas hujan yang cukup tinggi.

Oleh karena itu, ketahui jenis sayuran yang sebaiknya dihindari ataupun perhatikan cara menyimpan yang tepat saat udara lembap. Bagi yang belum tahu, berikut daftar sayuran yang mudah terkontaminasi saat musim hujan. Hati-hati, ya!

Table of Content

1. Sayuran hijau

1. Sayuran hijau

ilustrasi bayam (pixabay.com/ThiloBecker)
ilustrasi bayam (pixabay.com/ThiloBecker)

Sayuran hijau, seperti bayam dan selada, rentan terkontaminasi bakteri dan virus karena memiliki daun yang lembap. Karena itu, dengan kadar kelembapan udara yang meningkat saat musim hujan, kontaminasi mikroorganisme patogen pada sayuran akan lebih tinggi.

Selain itu, kembang kol, brokoli, hingga kubis juga memiliki permukaan kasar dan berpori-pori yang dapat menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri dan jamur. Maka dari itu, sebaiknya cuci sayuran hingga benar-benar bersih agar terhindar risiko penyakit.

2. Jagung dan kacang polong

ilustrasi jagung (pixabay.com/keem1201)
ilustrasi jagung (pixabay.com/keem1201)

Saat musim hujan, jagung dan kacang polong mudah busuk karena tingkat kelembapan udara yang meningkat. Terebih, dua jenis sayuran ini juga memiliki kadar air yang tinggi, sehingga rentan pada pertumbuhan mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur.

Sebaiknya, perhatikan tempat menyimpan jagung dan kacang polong. Masukkan dalam wadah yang rapat dan letakkan di tempat yang sejuk agar memperlambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Selain itu, periksa warna, tekstur, dan aromanya sebelum disantap, ya!

3. Taoge

taoge (pixabay.com/MIH83)
taoge (pixabay.com/MIH83)

Seperti diketahui, taoge adalah kacang hijau yang telah direndam dalam air selama sekitar 8 jam supaya tumbuh menjadi tunas. Namun, iklim yang hangat dan lembap rupanya dapat menjadi sarang bakteri E.Coli untuk berkembang biak pada tauge.

Maka dari itu, sebaiknya simpan taoge di tempat yang dingin dan kering serta cuci dengan air hingga benar-benar sebelum dikonsumsi. Selain itu, pastikan juga untuk mengonsumsi taoge yang segar, tidak berbau, maupun warna yang tidak biasa.

4. Jamur

ilustrasi jamur (pixabay.com/manfredrichter)
ilustrasi jamur (pixabay.com/manfredrichter)

Karena permukaannya yang lembap dan mudah menyerap air, jamur juga menjadi salah satu sayuran yang mudah terkontaminasi bakteri saat musim hujan. Tak hanya itu, jamur juga cenderung tumbuh dengan cepat pada suhu yang hangat dan lembap.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan wadah dan cara menyimpan jamur yang tepat saat musim hujan. Masukkan jamur dalam tempat yang bersih dan kering, serta pastikan suhu penyimpanan tetap dingin dan terhindar dari pertumbuhan bakteri.

5. Umbi-umbian

ilustrasi kentang (pixabay.com/HolgersFotografie)
ilustrasi kentang (pixabay.com/HolgersFotografie)

Saat musim hujan, tanaman umbi-umbian, seperti wortel dan kentang, akan lebih banyak menyerap air, sehingga hasil panen cenderung berair dan mudah busuk. Hal ini tentu menyebabkan risiko kontaminasi bakteri dan jamur meningkat, nih.

Oleh karena itu, pastikan untuk menyimpan umbi-umbian di tempat yang kering dengan sirkulasi udara yang baik setelah panen. Periksa keadaan wortel dan kentang sebelum dikonsumsi dan hindari jika sudah berkecambah atau terlihat busuk.

Dengan mengetahui beberapa sayuran yang rentan terkontaminasi bakteri dan jamur saat musim hujan, sekarang lamu bisa lebih hati-hati dan teliti saat membelinya, nih. Selain itu, perhatikan juga tempat menyimpan dan cara pengolahannya, ya!

FAQ Seputar Sayuran yang Mudah Terkontaminasi saat Musim Hujan

Kenapa beberapa sayuran lebih berisiko dikonsumsi saat musim hujan?

Karena kelembapan udara meningkat saat musim hujan, sehingga bakteri dan jamur lebih mudah berkembang. Akibatnya, beberapa jenis sayuran lebih rentan terkontaminasi jika tidak dibersihkan dan disimpan dengan benar.

Sayuran apa saja yang paling rentan terkontaminasi saat musim hujan?

Yang disebutkan antara lain sayuran hijau (bayam, selada), kembang kol/brokoli/kubis, jagung dan kacang polong, tauge, jamur, serta umbi-umbian seperti wortel dan kentang.

Bagaimana cara aman mengolah sayuran yang berisiko tinggi seperti sayuran hijau dan keluarga kol?

Pastikan mencuci hingga benar-benar bersih, karena sayuran hijau cenderung lembap, sedangkan kembang kol/brokoli/kubis memiliki permukaan kasar dan berpori yang mudah menjadi tempat menempel dan berkembangnya bakteri atau jamur.

Apa tips penyimpanan yang disarankan agar sayuran tidak cepat rusak saat udara lembap?

Jagung & kacang polong: simpan dalam wadah rapat di tempat sejuk, dan cek warna, tekstur, aroma sebelum dimakan.Tauge: simpan di tempat dingin dan kering, cuci bersih, dan hindari yang bau atau berwarna tidak normal.Jamur: simpan dalam wadah bersih, kering, dan suhu tetap dingin.Wortel & kentang: simpan di tempat kering dengan sirkulasi udara baik, dan hindari yang busuk atau sudah berkecambah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anis
EditorAnis
Follow Us

Latest in Food

See More

Resep Sambal Bunga Kecombrang, Sensasi Asam Pedasnya Nagih!

15 Jan 2026, 12:50 WIBFood