Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mau Beli Kimpul? Ini Tips yang Wajib Kamu Perhatikan!

Mau Beli Kimpul? Ini Tips yang Wajib Kamu Perhatikan!
ilustrasi umbi kimpul (unsplash.com/Daniel Dan)
  • Kimpul ramai dibicarakan setelah akun TikTok @black.sheep8208 mengunggah beragam olahan modern, Western, dan Asia Timur berbahan umbi tersebut.
  • Kimpul merupakan umbi kaya serat dan karbohidrat, bertekstur lembut serta gurih setelah dimasak; pilih yang padat, keras, kokoh, tanpa bagian benyek, rongga, atau retakan dalam.
  • Pastikan kulit kimpul kering, utuh, tidak berlendir, kusam, berbintik hitam, atau berjamur; ukuran sedang paling ideal agar matang merata dan rasa gurihnya optimal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Beberapa waktu terakhir, nama kimpul menjadi pembicaraan hangat di kalangan warganet. Hal ini bermula dari pengguna TikTok dengan akun @black.sheep8208 yang rutin mengunggah video sedang menyantap berbagai sajian berbahan dasar kimpul.

Uniknya, sajian yang dibuat "Ibu Kimpul" tersebut umumnya adalah makanan modern, Western, dan Asia Timur. Di antaranya seperti kimbab, sushi, lasagna, hingga Dubai chewy cookie. Tak sedikit warganet yang baru tahu tentang kimpul dan penasaran ingin mencicipinya.

Kimpul sendiri merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang kaya akan serat dan karbohidrat. Saat sudah dimasak, teksturnya cenderung lembut dan rasanya gurih. Jika kamu hendak membelinya untuk diolah, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan. Simak tips memilih kimpul berikut ini!

  1. 1. Perhatikan tekstur kimpul

    Hal pertama yang harus diperhatikan saat membeli kimpul adalah teksturnya. Kimpul yang masih bagus biasanya memiliki tekstur padat, keras, dan kokoh. Kamu bisa menekannya menggunakan jemari secara perlahan. Jika sesuai dengan kriteria tersebut, maka kamu bisa membelinya.

    Hindari memilih kimpul yang terasa lembek, rapuh, atau memiliki bagian-bagian yang benyek di beberapa titik. Hal ini menandakan bahwa kimpul sudah mulai membusuk atau terlalu lama disimpan. Selain itu, pastikan permukaan kulit luarnya juga bersih dari rongga, lubang-lubang kecil, atau retakan yang dalam.

  2. 2. Pastikan kulit luarnya tidak berjamur

    Potret kimpul segar
    Potret kimpul segar (pixabay.com/WebTechExperts)

    Selain tekstur, perhatikan pula permukaan kulitnya. Pastikan kondisinya cenderung kering dan utuh. Kulit umbi yang terlalu lembap atau terasa berlendir menjadi indikasi bahwa kimpul disimpan di tempat yang kotor dan tertutup, sehingga mempercepat proses pembusukan.

    Perhatikan pula warna kulit luarnya dengan teliti. Hindari umbi yang memiliki bercak-bercak hitam melebar, warna kusam yang keabu-abuan, atau ditumbuhi lapisan jamur berwarna putih, ya!

  3. 3. Pilih kimpul berukuran sedang

    Ukuran ternyata berpengaruh besar terhadap kemudahan dalam mengolah kimpul. Banyak orang memilih umbi kimpul berukuran besar, agar tidak repot membersihkannya. Hal ini malah membuat waktu memasak jadi lebih lama. Tak jarang teksturnya jadi kurang merata, ada yang sudah empuk dan ada yang belum.

    Di sisi lain, kimpul yang ukurannya terlalu kecil biasanya masih terlalu muda, sehingga rasa gurih alaminya belum keluar maksimal. Pilihan paling aman adalah memilih kimpul berukuran sedang, kira-kira yang bisa digenggam dengan satu tangan.

    Nah, itulah beberapa tips penting dalam memilih kimpul berkualitas segar yang wajib kamu perhatikan sebelum membelinya. Dengan mengolah kimpul segar yang tepat, dijamin sajian buatanmu bakal enak!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More