ilustrasi jam dinding (pexels.com/Lana Kravchenko)
Selain memperhatikan tekstur dan tampilan, kamu juga bisa menggunakan durasi memasak untuk memperkirakan kematangan steak. Biasanya, resep akan mencantumkan waktu memasak berdasarkan ketebalan daging dan metode yang digunakan, baik dengan wajan maupun panggangan. Informasi tersebut cukup membantu untuk memperkirakan kapan steak perlu diperiksa. Namun, chef Barry Miles menyarankan agar waktu memasak diperlakukan sebagai pengingat untuk mulai mengecek kematangan, bukan bukti bahwa steak sudah selesai dimasak.
Mengapa begitu? Setiap potongan steak memiliki ketebalan, ukuran, dan karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan waktu memasak yang gak selalu sama. Penggunaan api yang terlalu besar, suhu awal daging, hingga jenis wajan juga bisa memengaruhi proses pematangan. Steak setebal 2,5 cm tentu bisa matang lebih cepat dibandingkan potongan daging yang jauh lebih tebal meskipun dimasak dengan metode serupa.
Kalau menggunakan resep sebagai panduan, perhatikan juga waktu istirahat setelah steak diangkat dari panas. Menurut panduan memasak steak dari The Kitchn, daging sebaiknya didiamkan sekitar 5–10 menit sebelum dipotong agar proses pematangan lanjutan berlangsung dan cairannya gak langsung keluar saat diiris. Dengan memberikan waktu istirahat yang cukup, kamu bisa mendapatkan tekstur steak yang lebih baik ketika disajikan.
Menentukan tingkat kematangan steak ternyata gak harus dilakukan dengan cara memotong bagian tengahnya. Kamu bisa menggunakan termometer makanan, tes sentuhan jari, cake tester, memperhatikan perubahan warna, hingga menjadikan durasi memasak sebagai panduan. Dari kelima metode tersebut, penggunaan termometer tetap menjadi pilihan paling akurat karena bisa mengukur suhu bagian dalam daging secara langsung.
Ada satu hal penting yang juga perlu diperhatikan, yaitu keamanan makanan. USDA merekomendasikan steak daging sapi utuh mencapai suhu internal minimal 63 derajat Celsius (145°F), kemudian didiamkan setidaknya selama tiga menit sebelum dikonsumsi. Artinya, tingkat kematangan seperti rare dan medium rare yang memiliki suhu lebih rendah belum memenuhi rekomendasi keamanan tersebut. Jadi, selain mempertimbangkan selera, pastikan kamu juga memperhatikan suhu dan keamanan steak sebelum menyajikannya, ya.