Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

8 Kesalahan Memasak Udang yang Membuat Rasanya Kurang Maksimal

8 Kesalahan Memasak Udang yang Membuat Rasanya Kurang Maksimal
ilustrasi udang (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya Sih
  • Artikel membahas delapan kesalahan umum saat memasak udang, mulai dari cara membeli, mencairkan, hingga menentukan durasi masak yang sering bikin tekstur dan rasa kurang maksimal.

  • Kesalahan seperti mencairkan udang dengan microwave, tidak membersihkan bagian pencernaan, atau melepas kulit di waktu yang salah dapat memengaruhi hasil akhir hidangan.

  • Dengan memahami karakter udang dan memperhatikan detail kecil dalam proses memasak, cita rasa serta tekstur bisa tetap juicy dan manis tanpa risiko overcooked.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Udang termasuk bahan makanan favorit banyak orang karena rasanya ringan dan cara masaknya terbilang cepat. Meski terlihat simpel, proses memasak udang ternyata menyimpan banyak jebakan kecil, lho. Kesalahan sepele bisa bikin tekstur udang jadi lembek atau rasanya kurang keluar.

Banyak orang baru sadar setelah hasil masakan terasa hambar atau malah keras. Supaya pengalaman masak udang kamu makin maksimal, penting untuk tahu kesalahan apa saja yang sering terjadi di dapur. Berikut delapan kesalahan memasak udang yang sebaiknya kamu hindari.

1. Membeli udang “segar” palsu

ilustrasi udang segar
ilustrasi udang segar (pexels.com/Nadine Ginzel)

Udang yang dipajang di atas es di supermarket sering dianggap paling segar. Kenyataannya, udang tersebut biasanya sudah pernah dibekukan lalu dicairkan. Proses ini bisa memengaruhi tekstur jika penyimpanannya kurang tepat. Membeli udang beku jenis IQF (Individually Quick Frozen) justru lebih aman karena kualitasnya terjaga. Kamu bisa mencairkannya sendiri sesuai kebutuhan agar hasil masakan lebih konsisten.

2. Mencairkan udang dengan cara keliru

ilustrasi olahan udang
ilustrasi olahan udang (pexels.com/Shameel mukkath)

Microwave sering jadi jalan pintas untuk mencairkan udang, padahal cara ini bikin udang jadi matang tak merata. Membiarkan udang mencair di suhu ruang juga berisiko membuatnya lembek. Cara terbaik tetap mencairkan udang perlahan di kulkas semalaman. Alternatif lain, rendam udang dalam plastik tertutup dengan air dingin selama beberapa menit. Metode ini membantu menjaga tekstur udang tetap kenyal.

3. Lupa menusuk udang saat dipanggang

ilustrasi grilled shrimps, udang panggang
ilustrasi grilled shrimps, udang panggang (pexels.com/Julia Filirovska)

Memanggang udang langsung di atas grill tanpa tusuk sering berujung overcooked. Udang matang sangat cepat, jadi kamu bisa kewalahan membaliknya satu per satu. Menusuk udang membuat proses membalik jadi lebih cepat dan rapi. Bentuk udang juga lebih terjaga serta gak gampang jatuh ke sela panggangan. Hasil akhirnya jadi lebih merata dan gak kering.

4. Tidak membersihkan udang dengan benar

ilustrasi udang bersih
ilustrasi udang bersih (freepik.com/devmaryna)

Banyak orang mengabaikan proses membersihkan bagian pencernaan udang. Meski aman dikonsumsi, bagian ini bisa menyimpan pasir atau lumpur. Tekstur berpasir jelas mengganggu saat dimakan. Membersihkannya cukup mudah menggunakan pisau kecil atau gunting dapur. Langkah sederhana ini bikin pengalaman makan udang jauh lebih nyaman.

5. Membiarkan kulit udang saat penyajian kurang tepat

ilustrasi sup dengan udang
ilustrasi sup dengan udang (pexels.com/Shameel mukkath)

Kulit udang memang punya rasa, tapi gak selalu cocok untuk semua hidangan. Udang berkulit dalam pasta atau sup sering merepotkan saat dimakan. Tamu harus mengupas sambil tangan terkena saus. Situasi ini bisa mengurangi kenikmatan makan, terutama saat acara santai. Menyesuaikan kondisi hidangan dengan keberadaan kulit udang jadi hal penting.

6. Melepas kulit udang saat teknik masaknya gak sesuai

ilustrasi udang goreng
ilustrasi udang goreng (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Ada kondisi tertentu saat kulit udang justru sebaiknya tidak dilepas. Proses memasak cepat dengan panas tinggi seperti grilling butuh perlindungan ekstra. Kulit udang membantu menjaga daging tetap juicy dan gak cepat kering. Bentuk udang juga lebih cantik karena gak terlalu melengkung. Melepas kulit di situasi ini justru bikin udang gampang overcooked.

7. Membuang kulit udang begitu saja

ilustrasi udang fresh
ilustrasi udang fresh (pexels.com/Engin Akyurt)

Kulit udang sering langsung masuk tempat sampah tanpa dipikir panjang. Padahal, bagian ini menyimpan rasa gurih yang kuat, lho. Kulit udang bisa dimanfaatkan untuk membuat kaldu seafood atau bisque. Menyimpannya di freezer sampai waktu dipakai jadi pilihan cerdas. Cara ini bikin kamu lebih hemat sekaligus meningkatkan cita rasa masakan lain.

8. Memasak udang terlalu lama

ilustrasi udang saus tiram
ilustrasi udang saus tiram (pexels.com/Ruandom Zhong)

Kesalahan paling umum saat memasak udang adalah durasi terlalu panjang. Udang matang jauh lebih cepat dibanding daging atau ayam. Saat warnanya berubah jadi merah muda dan tampak buram, tandanya sudah siap. Udang yang melengkung terlalu rapat menandakan overcooked. Hasilnya tekstur jadi keras dan rasa manis alaminya hilang.

Memasak udang sebenarnya gak sulit asal kamu paham karakter bahan ini. Perhatian pada detail kecil seperti cara mencairkan atau durasi memasak bisa memberi perbedaan besar. Menghindari kesalahan umum membuat rasa udang lebih manis dan teksturnya tetap juicy.

Dengan teknik tepat, udang sederhana pun bisa terasa istimewa. Mulai sekarang, masak udang dengan lebih percaya diri dan hasilkan hidangan yang benar-benar maksimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Related Articles

See More