Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Resep Kue Putu Daun, Jajanan Jadul yang Lembut dan Wangi Pandan
ilustrasi kue putu daun (pexels.com/Kevin Yung)
  • Kue putu daun menawarkan cara praktis membuat jajanan tradisional beraroma pandan tanpa cetakan bambu, dengan daun pisang sebagai pembungkus sekaligus pembentuk kue.
  • Bahan utama meliputi tepung beras, sari pandan, gula merah, kelapa parut muda, dan daun pisang; resep ini menghasilkan lebih dari enam kue untuk dinikmati bersama.
  • Tepung dikukus lalu dicampur sari pandan hingga berbutir, diisi berlapis gula merah dalam daun pisang, kemudian dikukus 15 menit dan disajikan dengan kelapa parut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kue putu daun jadi salah satu kudapan tradisional yang tidak pernah kehilangan penggemarnya meski zaman terus berganti. Bahannya sederhana dan mudah ditemukan di mana saja, dengan aroma wangi pandan yang khas dan sensasi manis dari lelehan gula merah di setiap gigitannya. Biasanya kue putu dicetak menggunakan bambu supaya tampilannya lebih menarik, tapi cara ini butuh peralatan khusus yang belum tentu semua orang punya.

Kabar baiknya, ada cara yang jauh lebih simpel dengan memanfaatkan daun pisang sebagai pengganti cetakan bambu. Sekali membuat, resep ini bisa menghasilkan lebih dari enam buah kue putu yang siap dinikmati bersama keluarga. Peralatannya pun sederhana dan mudah ditemukan di dapur rumah. Yuk, ikuti langkah membuat kue putu daun berikut ini supaya hasilnya lembut dan berhasil sejak percobaan pertama!

Bahan Kue Putu Daun

ilustrasi daun pandan (vecteezy.com/Yutthakan Taweepoon)

  1. 6 lembar daun pandan

  2. 130 mililiter air

  3. 250 gram tepung beras

  4. ¾ sendok teh garam

  5. 65 gram gula merah

Bahan pelengkap:

  1. ¼ butir kelapa parut muda

  2. 3 lembar daun pandan

  3. Daun pisang secukupnya

Cara Membuat Kue Putu Daun

ilustrasi panci untuk mengukus (unsplash.com/Cecília Schwartz)

  1. Kukus tepung beras yang dialasi daun pisang selama 30-45 menit sampai matang, lalu pindahkan ke dalam mangkuk dan biarkan dingin.

  2. Sambil menunggu tepung dingin, lap daun pisang sampai bersih, lalu potong-potong dengan ukuran sekitar 20x6 cm sebanyak 20 lembar.

  3. Gulung setiap lembar daun pisang menggunakan botol kecil sebagai cetakan, lalu staples bagian atas dan bawahnya supaya bentuknya tetap rapi.

  4. Sisir halus gula merah, sisihkan. Kukus kelapa parut dengan sedikit garam selama 15 menit, lalu sisihkan juga.

  5. Campurkan tepung beras yang sudah dingin dengan garam, lalu tuang sari air pandan sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai teksturnya berbulir-bulir halus.

  6. Ayak adonan tepung menggunakan saringan supaya butirannya benar-benar halus dan tidak menggumpal.

  7. Tata gulungan daun pisang di dalam kukusan, lalu isi berurutan mulai dari tepung beras, gula merah, tepung beras lagi, dan gula merah sekali lagi.

  8. Tutup bagian atas dengan tepung beras sampai penuh, ratakan permukaannya tanpa perlu ditekan supaya tekstur kue tetap lembut.

  9. Kukus kue putu selama 15 menit, tambahkan daun pandan di air kukusan supaya aromanya makin wangi.

  10. Setelah matang, angkat dan gunting daun pisangnya perlahan, lalu taruh kue putu di piring saji dan taburi dengan kelapa parut kukus.

Tips Membuat Kue Putu Daun

ilustrasi kelapa parut (pixabay.com/jaymanzel)

  1. Kukus daun pisang terlebih dahulu sebelum digunakan, supaya teksturnya lebih lentur, tidak mudah sobek, dan tidak keras saat digulung.

  2. Haluskan gula merah sebelum dimasukkan ke dalam adonan, supaya saat dikukus teksturnya lebih lumer dan menyatu sempurna dengan tepung.

  3. Gunakan kelapa parut yang masih muda, bukan yang sudah tua, supaya rasanya lebih gurih dan segar saat disantap.

  4. Ayak adonan tepung dua kali untuk memastikan tidak ada butiran yang menggumpal, sehingga hasil kue putu jadi lebih lembut merata.

Kue putu daun paling nikmat disantap hangat-hangat bersama teh manis, apalagi kalau dinikmati sambil menemani suasana sore yang syahdu. Tidak cuma disukai orang tua, anak-anak pun pasti ketagihan dengan rasa manis gurihnya yang khas. Yuk, lestarikan jajanan tradisional ini dengan mencoba membuatnya sendiri di rumah!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article