Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Pengobatan Rumahan untuk Mengatasi Flu pada Anak, Patut Dicoba

5 Pengobatan Rumahan untuk Mengatasi Flu pada Anak, Patut Dicoba
ilustrasi anak sedang tidur (pexels.com/Ron Lach)

Flu adalah salah satu penyakit yang umum dialami kebanyakan orang, utamanya pada pergantian musim. Flu biasanya diiringi gejala yang tidak menyenangkan, seperti sakit kepala, bersin-bersin, batuk, pilek atau hidung tersumbat, pegal-pegal, dan masih banyak lagi.

Selain orang dewasa, anak-anak juga tidak luput dari serangan flu. Saat melihat si kecil terkena flu, orangtua tentunya merasa khawatir dan ingin melakukan yang terbaik untuk membantu anak segera sembuh.

Meskipun kamu ingin anak segera sembuh, tapi ada baiknya tidak memberi anak obat-obatan yang dijual bebas. Pasalnya, penggunaan obat-obatan dikhawatirkan memberikan efek samping yang menambah ketidaknyamanan anak, seperti jantung berdebar, mengantuk, sulit tidur, mual, dan sebagainya.

Sebagai gantinya, ada beberapa pengobatan rumahan yang bisa dilakukan untuk membantu mengobati flu pada anak-anak. Ini dia daftarnya dilansir laman Healthline dan Today's Parent.

1. Tingkatkan asupan cairan

ilustrasi air minum (pexels.com/Lisa Fotis)
ilustrasi air minum (pexels.com/Lisa Fotis)

Membuat anak-anak tetap terhidrasi dapat membantu mereka merasa lebih baik. Saat flu, biasanya anak jadi tidak mau makan, yang kemudian membuat mereka semakin lesu.

Sebagai gantinya, tawarkan makanan dalam jumlah kecil dan terutama dalam bentuk cairan. Beberapa pilihan yang mungkin disukai anak adalah krim sup, makanan berkuah, smoothie, nata de coco, es krim, dan yogurt.

Makanan dalam bentuk cair atau lembut lebih mudah disantap oleh anak-anak saat sedang tidak nafsu makan. Namun, pastikan makanan yang kamu berikan bebas dari bahan-bahan yang dapat membuat kondisi anak makin parah, seperti pemanis buatan, MSG, dan sebagainya.

2. Gunakan saline solution

ilustrasi saline drop (pixabay.com/ThorstenF)
ilustrasi saline drop (pixabay.com/ThorstenF)

Saline mist dan saline drop dapat membantu meredakan kektidaknyamanan karena kandungan garamnya mampu mengencerkan lendir dan memudahkan anak untuk mengeluarkannya dari hidung mereka.

Perlu diketahui, ini mungkin menyebabkan rasa tidak nyaman di hidung anak. Jadi sebaiknya jelaskan bahwa rasa sakit tersebut hanya sementara lalu hidung akan lega.

Kamu bisa membeli saline spray atau saline solution di apotek. Atau, kamu juga bisa membuatnya sendiri dari air, garam, dan soda kue.

Untuk anak usia enam tahun ke atas, kamu bisa mengajarinya untuk berkumur dengan air garam guna membantu meredakan ketidaknyamanan pada tenggorokan.

3. Bersihkan saluran hidung yang tersumbat

ilustrasi nasal aspirator (oao-7.xyz)
ilustrasi nasal aspirator (oao-7.xyz)

Jika menyemprotkan saline spray ke hidung anak masih belum memungkinkan, kamu bisa membantu pernapasan anak dengan menaruh humidifier di kamar anak. Kelembapan akan membantu memecah lendir dan melegakan pernapasan. Pastikan untuk membersihkan humidifier dengan hati-hati agar jamur tidak berkembang di dalam mesin.

Untuk anak yang masih sangat kecil, kamu bisa membantu mengeluarkan ingus pada hidung dengan alat penyedot ingus atau nasal aspirator.

Ulangi sesering yang diperlukan untuk setiap lubang hidung dan bersihkan alat dengan sabun dan air di antara penggunaan.

4. Perbanyak istirahat

ilustrasi anak sedang tidur (pexels.com/Ron Lach)
ilustrasi anak sedang tidur (pexels.com/Ron Lach)

Flu menyebabkan badan terasa lelah dan pegal-pegal. Memperbanyak istirahat dapat membantu anak pulih lebih cepat. Juga, sebisa mungkin jauhkan anak dari layar, seperti HP, tablet, atau laptop karena menatap layar bisa meningkatkan ketidaknyaman pada mata.

Saat sedang flu, anak mungkin merasa mudah gerah. Jadi pastikan anak menggunakan pakaian yang nyaman dan bila perlu hindari selimut tebal. Sebisa mungkin, pastikan anak tetap mandi. Gunakan air hangat karena akan membantu anak menjadi lebih rileks dan mudah beristirahat.

5. Berikan madu

ilustrasi madu (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)
ilustrasi madu (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Untuk anak berusia di atas 1 tahun, kamu bisa memberikan madu untuk mengatasi batuk. Berikan 2 hingga 5 mL madu beberapa kali dalam sehari.

Studi dalam The Journal of Family Practice menunjukkan bahwa madu lebih aman dan kemungkinan lebih efektif daripada obat batuk untuk anak di atas usia 1 tahun. Namun, kamu tidak boleh memberikan madu kepada anak-anak di bawah satu tahun karena risiko botulisme.

Diyakini bahwa sifat anti mikroba dan anti bakteri madu mungkin bekerja untuk meredakan ketidaknyamanan di tenggorokan. Jika diberikan di malam hari, diyakini dapat membantu anak mendapatkan tidur yang lebih nyenyak dan meminimalkan batuk di malam hari.

Setelah anak pulih dari flu, jangan langsung lengah. Cegah anak tertular flu kembali dengan mendorong anak-anak dan anggota keluarga yang lain untuk mencuci tangan secara teratur. Juga, ajari anak untuk tidak berbagi makanan, minuman, atau peralatan makan saat mereka atau teman mereka sedang sakit untuk menghindari penyebaran kuman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Eka Ami
EditorEka Ami
Follow Us

Related Articles

See More

8 Penyakit yang Dapat Memicu Stroke sebagai Komplikasi

17 Mei 2026, 17:04 WIBHealth