Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Pengobatan Tradisional Indonesia yang Didukung Bukti Medis 

5 Pengobatan Tradisional Indonesia yang Didukung Bukti Medis
ilustrasi membuat ramuan tradisonal (pexels.com/Yan Krukau)

Pengobatan tradisional telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan budaya masyarakat Indonesia. Ini melibatkan penggunaan tumbuhan, rempah-rempah, dan bahan alami lainnya.

Bukan cuma warisan turun-temurun, beberapa penelitian juga telah mendukung efektivitas dan manfaat dari beberapa pengobatan tradisional.

Berikut ini akan dipaparkan pengobatan tradisional Indonesia yang telah didukung bukti ilmiah. Yuk, disimak!

1. Jahe untuk mengatasi mual dan muntah

ilustrasi jahe (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi jahe (pexels.com/Pixabay)

Jahe, sejak lama telah menjadi bagian dari pengobatan tradisional Indonesia untuk mengatasi masalah pencernaan, terutama mual dan muntah.

Minuman jahe hangat sering kali dianjurkan sebagai solusi alami untuk mengurangi gejala gangguan pencernaan.

Jahe memiliki sifat anti mual dan dapat membantu mengendalikan mual yang disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk mabuk perjalanan dan mual saat hamil.

Beberapa penelitian mendukung klaim ini. Zat aktif dalam jahe, seperti gingerol, telah terbukti memiliki efek anti mual dan antiinflamasi. Sebuah penelitian dalam Journal of the American Board of Family Medicine menyoroti efektivitas jahe dalam mengurangi mual pada pasien yang menjalani kemoterapi.

Meskipun hasil ini menunjukkan potensi positif, tetapi tetap penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan jahe untuk tujuan pengobatan, terutama bagi seseorang dengan kondisi medis tertentu.

2. Daun sirih untuk infeksi saluran kencing

ilustrasi daun sirih (pexels.com/AMARENDRA KISHORE)
ilustrasi daun sirih (pexels.com/AMARENDRA KISHORE)

Daun sirih telah lama digunakan untuk mengatasi infeksi saluran kencing (ISK). Sifat antiseptik dan antibakteri daun sirih dianggap efektif dalam membersihkan bakteri penyebab ISK dan meredakan gejala seperti rasa sakit saat buang air kecil.

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih mengandung senyawa yang memiliki sifat antimikroba. Sebuah penelitian dalam Journal of Ethnopharmacology menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih dapat memberikan efek antimikroba yang kuat terhadap bakteri penyebab ISK. Namun, saran medis tetap penting untuk memastikan pengobatan ISK optimal.

3. Kunyit untuk pengobatan antiinflamasi

ilustrasi kunyit (pexels.com/Marta Branco)
ilustrasi kunyit (pexels.com/Marta Branco)

Kunyit dengan senyawa kurkumin yang khas telah menjadi bagian dari pengobatan tradisional untuk mengurangi peradangan dan meredakan rasa sakit.

Jamu sering kali menggunakan kunyit sebagai bahan utama untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan inflamasi.

Kurkumin dalam kunyit telah menjadi fokus penelitian karena potensinya sebagai agen antiinflamasi. Sejumlah studi telah menunjukkan bahwa kurkumin dapat mengurangi gejala artritis atau radang sendi, salah satu bentuk peradangan kronis. Sebuah metaanalisis dalam Journal of Medicinal Food menjelaskan efek positif kurkumin dalam mengurangi rasa sakit dan kekakuan pada pasien artritis.

4. Daun jambu biji untuk diare

ilustrasi daun jambu biji (pexels.com/BLAXTAR ESSENTIALS)
ilustrasi daun jambu biji (pexels.com/BLAXTAR ESSENTIALS)

Ekstrak daun jambu biji sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi diare. Sifat antimikroba dari jambu biji dianggap dapat membantu melawan bakteri penyebab diare dan meredakan gejala.

Sebuah penelitian dalam Journal of Ethnopharmacology menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu biji memiliki aktivitas antimikroba yang efektif terhadap bakteri seperti Escherichia coli, yang sering menjadi penyebab diare. Meskipun begitu, konsultasi dengan dokter diperlukan sebelum mengandalkan daun jambu biji sebagai pengobatan utama.

5. Temulawak untuk menyokong kesehatan hati

ilustrasi temulawak (commons.wikimedia.org/Herusutimbul)
ilustrasi temulawak (commons.wikimedia.org/Herusutimbul)

Temulawak, dengan sejarah panjang penggunaan dalam jamu, diyakini dapat menyokong kesehatan hati.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa temulawak mengandung senyawa kurkuminoid yang dapat memberikan manfaat pada kesehatan hati. Sebuah penelitian dalam Journal of Medicinal Food menemukan bahwa ekstrak temulawak dapat membantu melindungi hati dari kerusakan oksidatif.

Pengobatan tradisional Indonesia, yang telah mengakar dalam budaya kita selama berabad-abad, menghadirkan warisan yang berharga. Bahkan, banyak yang didukung dengan penelitian.

Meskipun begitu, tetap penting untuk mempertimbangkan keseimbangan antara pendekatan tradisional dan medis, serta selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menerapkan metode pengobatan apa pun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yoga Hendriyansah
EditorYoga Hendriyansah
Follow Us

Latest in Health

See More

Tips Haji bagi Jemaah dengan Hipertensi, Siapkan dari Sekarang

16 Apr 2026, 06:06 WIBHealth