ilustrasi Ramadan (pexels.com/Rawpixel)
Dilansir Healthline, saat buka puasa, makanlah makanan yang mudah dicerna dalam porsi kecil agar sistem pencernaan tidak kewalahan.
Berbuka puasa dengan makanan yang sangat tinggi lemak, gula, atau bahkan serat dapat menyulitkan tubuh untuk mencerna, menyebabkan kembung dan rasa tidak nyaman.
Hindari burger keju berminyak, ayam goreng, sepotong kue, soda, dan lain-lain. Bahkan produk mentah, kacang-kacangan, dan biji-bijian berserat tinggi mungkin sulit dicerna.
Di sisi lain, makanan padat nutrisi yang mudah dicerna dan mengandung sedikit protein serta beberapa lemak sehat disarankan untuk berbuka.
Beberapa contoh makanan yang lembut untuk perut saat buka puasa di antaranya:
- Smoothie: Ini bisa menjadi cara yang lembut untuk memasukkan nutrisi ke tubuh karena mengandung lebih sedikit serat daripada buah dan sayuran mentah utuh.
- Buah kering: Kurma adalah sumber nutrisi terkonsentrasi yang sering digunakan untuk berbuka puasa. Aprikot dan kismis mungkin memiliki efek yang serupa.
- Sup: Sup yang mengandung protein dan karbohidrat yang mudah dicerna, seperti lentil, tahu, atau pasta, dapat membatalkan puasa dengan lembut. Hindari sup yang dibuat dengan krim kental atau sayuran mentah berserat tinggi dalam jumlah besar.
- Sayuran: Sayuran yang dimasak, lunak, dan bertepung seperti kentang bisa menjadi pilihan makanan yang baik saat berbuka puasa.
- Makanan fermentasi: Cobalah yoghurt atau kefir tanpa pemanis.
- Lemak sehat: Makanan seperti telur atau alpukat bisa menjadi makanan pertama yang enak dimakan setelah puasa.
Jenis makanan dan minuman di atas dapat membantu mengisi kembali nutrisi dan elektrolit penting.
Setelah itu, baru kamu bisa menambahkan makanan sehat lainnya, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, daging, unggas, dan ikan, serta kembali makan dengan normal.