Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah HYROX Cocok untuk Orang yang Baru Mulai Berolahraga?
Ilustrasi kompetisi HYROX (pexels.com/Ardit Mbrati)
  • HYROX adalah kompetisi kebugaran yang menggabungkan lari dan latihan fungsional, dirancang untuk berbagai tingkat kebugaran termasuk pemula dengan format perlombaan yang tetap di setiap ajang.

  • Pemula dapat mengikuti kategori Open Division jika sudah memiliki dasar kebugaran seperti mampu joging 2–5 km dan berlatih rutin selama 8–12 minggu.

  • Tantangan utama HYROX terletak pada kombinasi intens antara lari dan latihan tanpa banyak waktu pemulihan, sehingga daya tahan tubuh dan konsistensi latihan menjadi kunci keberhasilan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belakangan ini, HYROX menjadi salah satu ajang kompetisi olahraga yang sedang naik daun di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tidak sedikit orang yang awalnya hanya penasaran, lalu mulai berlatih demi mengikuti kompetisi ini. Namun, apakah HYROX cocok untuk orang yang baru mulai berolahraga?

Jawabannya iya, tetapi dengan beberapa catatan penting. HYROX memang dirancang agar dapat diikuti oleh berbagai tingkat kebugaran, termasuk pemula. Namun, kamu tetap perlu membangun fondasi kebugaran terlebih dahulu.

1. Apa Itu HYROX

HYROX merupakan kompetisi kebugaran yang menggabungkan lari dan latihan fungsional dalam satu rangkaian. Peserta harus menyelesaikan lari sejauh 1 kilometer, kemudian langsung melakukan satu jenis latihan, lalu kembali berlari 1 kilometer. Pola tersebut diulang hingga delapan kali.

Beberapa latihan yang dilakukan antara lain:

  • SkiErg.

  • Sled push.

  • Sled pull.

  • Burpee broad jump.

  • Rowing.

  • Farmer's carry.

  • Sandbag walking lunges.

  • Wall ball.

Karena formatnya selalu sama di setiap kompetisi, peserta bisa mempersiapkan latihan dengan sangat spesifik sesuai tantangan yang akan dihadapi saat hari race.

2. Tidak harus atlet profesional

Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang HYROX adalah anggapan bahwa kompetisi ini hanya diperuntukkan bagi atlet atau orang yang sudah memiliki tubuh sangat bugar. Padahal, kategori Open Division dibuat lebih ramah bagi peserta umum.

Banyak panduan resmi HYROX menyebutkan bahwa seseorang yang mampu joging sekitar 2–5 kilometer, melakukan squat dan lunge dengan teknik dasar yang benar, serta berlatih secara rutin selama 8–12 minggu sudah memiliki peluang yang baik untuk menyelesaikan kategori ini.

Artinya, kamu tidak harus memiliki tubuh atletis atau pengalaman mengikuti lomba olahraga sebelumnya. Yang lebih penting adalah konsistensi dalam berlatih.

3. Tantangan terbesar bukan gerakannya

ilustrasi HYROX (pexels.com/Chen Te)

Jika dilihat satu per satu, gerakan dalam HYROX sebenarnya cukup sederhana. Hampir semuanya merupakan latihan fungsional yang umum ditemukan di gym. Namun, tantangan sesungguhnya bukan terletak pada teknik gerakan tersebut, melainkan pada kombinasinya.

Bayangkan saja, setelah berlari sejauh satu kilometer, kamu langsung diminta mendorong sled yang berat, lalu kembali berlari untuk melanjutkan ke latihan berikutnya. Kondisi ini membuat otot kaki dan sistem pernapasan bekerja tanpa banyak waktu untuk benar-benar pulih.

Bagi orang yang baru mulai berolahraga, rasa lelah yang terus menumpuk dari satu stasiun ke stasiun berikutnya biasanya menjadi bagian tersulit. Karena itulah HYROX lebih menguji daya tahan jantung, paru-paru, serta ketahanan otot dibanding kemampuan teknik yang rumit.

4. Siapa yang cocok mengikuti HYROX?

HYROX bisa menjadi target yang realistis jika kamu sudah memiliki kemampuan dasar bergerak. Misalnya:

  • Mampu berjalan cepat atau joging sejauh 2–3 kilometer,

  • Bisa melakukan squat dan lunge tanpa kesulitan berarti,

  • Bersedia meluangkan waktu latihan sekitar 3–4 kali setiap minggu.

Dengan kondisi tersebut, banyak peserta pemula berhasil menyelesaikan HYROX setelah mengikuti program latihan selama sekitar dua hingga tiga bulan.

Selain itu, HYROX juga cocok bagi orang yang termotivasi oleh target yang jelas. Karena format perlombaannya tidak berubah, perkembangan latihan menjadi lebih mudah diukur dari waktu ke waktu.

5. Kapan sebaiknya menunda dulu?

Meski terbuka untuk pemula, tetapi bukan berarti HYROX cocok dijadikan olahraga pertama bagi semua orang. Jika saat ini kamu masih kesulitan berjalan cepat beberapa kilometer, belum terbiasa melakukan squat, atau sama sekali belum pernah berolahraga secara rutin, akan lebih baik memulai dari program kebugaran dasar terlebih dahulu.

Membangun fondasi kebugaran selama beberapa minggu dapat membantu tubuh beradaptasi secara bertahap. Selain membuat latihan terasa lebih ringan, cara ini juga dapat mengurangi risiko cedera akibat beban latihan yang terlalu tinggi.

Begitu pula jika kamu memiliki nyeri sendi, sedang dalam masa pemulihan cedera, atau mempunyai kondisi medis tertentu yang memengaruhi aktivitas lari maupun olahraga berdampak tinggi.

Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau pelatih bersertifikat sebelum memulai latihan untuk HYROX.

6. Cara latihan HYROX untuk pemula

ilustrasi latihan persiapan HYROX (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Kesalahan yang cukup sering dilakukan pemula adalah langsung mencoba simulasi HYROX secara penuh. Padahal, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Pendekatan yang lebih bijak adalah membangun kebugaran secara bertahap.

Contoh program latihan sederhana untuk pemula antara lain:

  • 2 hari latihan lari ringan atau kombinasi jalan cepat dan joging.

  • 2 hari latihan kekuatan, seperti squat, lunge, rowing, push movement, dan latihan inti (core).

  • 1 hari latihan ringan, misalnya rowing, SkiErg, latihan mobilitas, atau kardio berdampak rendah.

  • Minimal 1 hari istirahat penuh agar tubuh memiliki waktu untuk pulih.

Tujuan utamanya bukan berlatih sekeras mungkin setiap hari, melainkan membangun konsistensi, memperbaiki teknik gerakan, dan meningkatkan daya tahan secara perlahan.

7. Jangan terlalu fokus pada kecepatan

Banyak orang yang baru mengenal HYROX langsung mengejar waktu tercepat saat latihan. Padahal, kemampuan menjaga ritme justru jauh lebih penting.

Dalam HYROX, peserta yang mampu mengatur tenaga sejak awal sering kali memiliki hasil lebih baik dibanding mereka yang memaksakan kecepatan pada beberapa stasiun pertama. Belajar mengenali batas kemampuan tubuh menjadi bagian penting dari proses latihan, terutama bagi pemula.

Kesimpulannya, HYROX bisa menjadi pilihan yang menarik bagi orang yang baru mulai serius berolahraga, terutama jika menginginkan target kebugaran yang jelas dan menantang. Kompetisi ini tidak menuntut kemampuan atlet profesional, tetapi tetap butuh fondasi kebugaran agar latihan berjalan aman dan efektif.

Referensi

HyCrew. Diakses pada Juni 2026. "Hyrox for Beginners."

HyroxDataLab. Diakses pada Juni 2026. "Your Complete Hyrox Beginners Guide."

Hyrox Fitness. Diakses pada Juni 2026. "Hyrox for Beginners: Complete Guide to Your First Race."

Run Lovers. Diakses pada Juni 2026. "Hyrox for Absolute Beginners: A 30-Minute Session To Get You Started."

Women's Health. Diakses pada Juni 2026. "Smash Your First Hyrox with This 30-minute Beginner Solo Workout, From a Hyrox Athlete."

Curated For You

Editorial Team

Related Article