Kurma zahidi (commons.wikimedia.org/Mx. Granger)
Tidak semua kurma memiliki kadar gula setinggi Medjool, dan beberapa varietas justru lebih direkomendasikan untuk konsumsi harian karena indeks glikemiknya lebih rendah. Kurma seperti Khalas, Sayer, dan Zahidi dikenal memiliki rasa manis yang tidak terlalu pekat, sehingga kenaikan gula darah cenderung lebih terkendali setelah dikonsumsi. Varietas tersebut juga mengandung serat lebih padat per gram dibanding kurma bertekstur sangat lembek. Serat membantu memperlambat penyerapan gula, sehingga energi dilepas lebih bertahap ke dalam tubuh.
Di pasaran Indonesia, Khalas dan Sayer cukup mudah ditemukan terutama menjelang Ramadan karena banyak diimpor dari Timur Tengah. Zahidi juga mulai banyak dijual dalam bentuk kering dengan harga relatif terjangkau. Dari sisi kesehatan, kurma jenis ini sering dianjurkan untuk orang yang menjaga kadar gula darah atau sedang mengatur asupan kalori. Konsumsi 2 sampai 3 butir sudah cukup untuk membantu mengembalikan energi tanpa memicu lonjakan gula yang terlalu cepat. Pilihan ini membuat manfaat kurma tetap didapat tanpa harus bergantung pada Medjool yang kadar gulanya lebih tinggi.
Medjool kurma bukan satu-satunya pilihan terbaik untuk buka puasa, melainkan salah satu opsi dengan kandungan gula lebih tinggi per buah. Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan disesuaikan dengan kondisi tubuh, Medjool akan jadi pilihan yang aman dan bermanfaat. Jadi, sebelum memutuskan jenis kurma untuk berbuka puasa, sudahkah mempertimbangkan kebutuhan tubuh sendiri?
Referensi
"Medjool Dates in Ramadan: A Natural Source of Instant Energy" Holy Land Dates. Diakses pada Februari 2026.
"Iftar Dates: Benefits, Types, And Importance in Ramzan" Bazaar App. Diakses pada Februari 2026.
"Best Dates for Ramadan: Top Varieties & Where to Buy" Medjool Days. Diakses pada Februari 2026.
"Are Medjool Dates Healthy?" WebMD. Diakses pada Februari 2026.
"Serious Side Effects of Dates: How Many Dates Can Cause Weight Gain?" TGT Group. Diakses pada Februari 2026.