Secara neurobiologis, jeda panjang tanpa nikotin selama puasa meningkatkan gejala withdrawal ringan, seperti gelisah, sulit fokus, atau craving. Ketika rokok akhirnya dikonsumsi, otak melepaskan dopamin yang memberikan sensasi lega.
Siklus ini memperkuat asosiasi psikologis antara berbuka dan merokok. Nikotin mengaktifkan jalur reward di otak, memperkuat perilaku adiktif.
Alih-alih mengurangi ketergantungan, kebiasaan langsung merokok saat berbuka justru dapat memperdalam pola kecanduan karena otak mengaitkannya dengan momen emosional yang kuat.
Langsung merokok saat berbuka puasa bukan cuma kebiasaan, melainkan respons biologis yang membawa dampak nyata pada jantung, lambung, metabolisme, dan sistem saraf. Tubuh yang telah berjam-jam beradaptasi tanpa nikotin menjadi lebih sensitif terhadap efeknya.
Banyak orang memanfaatkan Ramadan sebagai momentum pengendalian diri. Dari sisi kesehatan, menghentikan kebiasaan merokok saat berbuka puasa, atau lebih baik lagi benar-benar berhenti merokok, bisa menjadi langkah kecil dengan dampak besar. Setiap batang rokok yang tidak diisap memberi kesempatan bagi tubuh untuk pulih.
Referensi
Neal L. Benowitz, “Nicotine Addiction,” New England Journal of Medicine 362, no. 24 (June 16, 2010): 2295–2303, https://doi.org/10.1056/nejmra0809890.
Centers for Disease Control and Prevention (US), “The Health Consequences of Smoking—50 Years of Progress,” NCBI Bookshelf, 2014, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK179276/.
Barbara Messner and David Bernhard, “Smoking and Cardiovascular Disease,” Arteriosclerosis Thrombosis and Vascular Biology 34, no. 3 (February 19, 2014): 509–15, https://doi.org/10.1161/atvbaha.113.300156.
Philip O. Katz et al., “ACG Clinical Guideline for the Diagnosis and Management of Gastroesophageal Reflux Disease,” The American Journal of Gastroenterology 117, no. 1 (November 22, 2021): 27–56, https://doi.org/10.14309/ajg.0000000000001538.
Athanasios Valavanidis, Thomais Vlachogianni, and Konstantinos Fiotakis, “Tobacco Smoke: Involvement of Reactive Oxygen Species and Stable Free Radicals in Mechanisms of Oxidative Damage, Carcinogenesis and Synergistic Effects With Other Respirable Particles,” International Journal of Environmental Research and Public Health 6, no. 2 (February 2, 2009): 445–62, https://doi.org/10.3390/ijerph6020445.
"Tobacco." World Health Organization. Diakses Februari 2026.
Carole Willi et al., “Active Smoking and the Risk of Type 2 Diabetes,” JAMA 298, no. 22 (December 11, 2007): 2654, https://doi.org/10.1001/jama.298.22.2654.
American Diabetes Association, “Smoking and Diabetes,” Diabetes Care 26, no. suppl_1 (January 1, 2003): s89–91, https://doi.org/10.2337/diacare.26.2007.s89.
"Tobacco, Nicotine, and E-Cigarettes Research Report - Is nicotine addictive?" National Institute on Drug Abuse. Diakses Februari 2026.