Untuk memberi gambaran, EDF menyebut bahwa 540 kalori dari menonton bola 90 menit bisa setara dengan lari santai sekitar 45 menit pada kondisi tertentu. Sementara itu, menonton tenis bisa mencapai sekitar 432 kalori, dan olahraga seperti atletik sekitar 162 kalori untuk durasi yang lebih singkat. Ini menunjukkan bahwa secara teori, menonton olahraga bisa menghasilkan pengeluaran energi yang cukup signifikan pada kondisi tertentu.
Namun, penting untuk dipahami angka ini bukan berarti menonton bola bisa menggantikan olahraga. Kalori yang terbakar sangat bergantung pada seberapa aktif reaksi seseorang. Pada kebanyakan orang, aktivitas ini tetap jauh di bawah latihan fisik sebenarnya. Jadi, menonton bola memang bisa “menggerakkan tubuh secara emosional”, tapi tetap tidak bisa disamakan dengan aktivitas olahraga rutin.
Jadi, benarkah nonton bola selama 90 menit bisa bakar kalori bukan sekadar mitos. Reaksi tubuh saat menonton pertandingan dapat meningkatkan pengeluaran energi. Namun, jangan jadikan ini alasan untuk melewatkan olahraga rutin yang tetap lebih efektif bagi kesehatan, ya.
Apakah benar nonton bola bisa membakar kalori? | Ya, bisa. Saat menonton pertandingan dengan emosi tinggi, tubuh ikut bereaksi sehingga energi yang terbakar meningkat, meski tidak sebesar olahraga aktif. |
Kenapa nonton bola bisa bikin kalori terbakar? | Karena adanya respons emosional seperti tegang, berteriak, dan bergerak tanpa sadar yang membuat detak jantung meningkat. |
Apakah nonton bola bisa menggantikan olahraga? | Tidak bisa. Meski ada kalori yang terbakar, jumlahnya tidak konsisten dan tetap jauh lebih rendah dibanding olahraga fisik sebenarnya. |
Referensi
"Study Shows Sports Fans Can Burn More Than 500 Calories Watching Just One Football Match". Wales Online. Diakses Juni 2026.
"‘Raised Heart Rate, a Rush of Adrenaline and Feeling Energised’: More Than Half of Sports Fans Say Spectating is a Workout in Itself". EDF Energy. Diakses Juni 2026.