"Tips in Managing Balanced Nutritional Intake before Eid al-Fitr". Prasetya Online. Diakses pada Maret 2026.
"Stop! Don't Drink Cold Water with Your Meal!". California State Science Fair. Diakses pada Maret 2026.
"Fatwas of Eid". Aliftaa. Diakses pada Maret 2026.
Bolehkah Minum Es setelah Makan Opor saat Lebaran?

- Minum es langsung setelah makan opor bisa memperlambat pengosongan lambung karena perubahan suhu dan kandungan lemak tinggi dari santan.
- Lemak jenuh dalam santan membuat pencernaan bekerja lebih berat, sehingga minuman dingin terlalu cepat dapat menimbulkan rasa penuh atau kembung.
- Memberi jeda sekitar 10–15 menit sebelum minum es membantu lambung menyesuaikan suhu dan mencegah rasa tidak nyaman setelah makan berat saat Lebaran.
Lebaran sering identik dengan hidangan bersantan seperti opor ayam yang gurih dan kaya rasa. Setelah menyantap makanan hangat tersebut, banyak orang langsung tergoda minum es agar mulut terasa segar.
Kebiasaan ini memunculkan pertanyaan sederhana tetapi sering diperdebatkan, yaitu apakah minum es setelah makan opor saat Lebaran aman bagi tubuh. Berikut penjelasan selengkapnya!
1. Minuman dingin memperlambat pengosongan lambung setelah makan opor

Opor ayam termasuk makanan tinggi lemak karena penggunaan santan kental dan proses memasak yang lama. Lemak secara alami membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna di dalam lambung dibanding karbohidrat atau protein. Ketika minuman sangat dingin masuk setelah makanan berat, suhu lambung dapat berubah sehingga proses pengosongan lambung berlangsung sedikit lebih lambat.
Akibatnya, sebagian orang merasa perut lebih penuh, begah, atau cepat kenyang setelah makan. Kondisi ini bukan berarti minum es berbahaya, tetapi bisa membuat rasa tidak nyaman terutama jika porsi opor cukup banyak. Pada orang yang lambungnya sensitif, sensasi kembung bahkan dapat muncul beberapa menit setelah minum es. Karena itu, jeda beberapa saat setelah makan sering dianjurkan sebelum mengonsumsi minuman yang sangat dingin.
2. Lemak santan membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat
Santan mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi, sehingga tubuh memerlukan bantuan enzim empedu untuk memecahnya di usus halus. Ketika makanan bersantan dimakan dalam jumlah besar, sistem pencernaan sebenarnya sudah bekerja cukup keras. Menambahkan minuman es dalam waktu yang sangat dekat dapat membuat sebagian orang merasa pencernaan berjalan lebih lambat.
Hal tersebut sering menimbulkan keluhan seperti perut terasa penuh lebih lama atau muncul sendawa berulang. Pada kondisi tertentu, terutama bagi orang yang memiliki riwayat maag atau gastritis, rasa tidak nyaman bisa terasa lebih jelas. Karena itu, penting memperhatikan porsi opor serta memberi waktu bagi tubuh untuk mulai mencerna makanan sebelum minum es. Langkah sederhana ini sering membantu mengurangi keluhan pada perut.
3. Perubahan suhu cepat dapat memicu nyeri lambung pada sebagian orang

Lambung sebenarnya mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan suhu makanan dan minuman. Namun perubahan suhu yang sangat cepat, misalnya dari makanan panas langsung ke minuman es, dapat memicu kontraksi otot lambung pada sebagian orang. Kontraksi tersebut dapat menimbulkan sensasi perut melilit atau rasa tidak nyaman sementara.
Kondisi ini lebih sering dialami oleh orang yang memiliki gangguan lambung seperti dispepsia atau maag. Rasa nyeri biasanya tidak berlangsung lama, tetapi cukup mengganggu aktivitas setelah makan. Memberi jeda sekitar sepuluh hingga lima belas menit setelah makan sering membantu lambung menyesuaikan diri sebelum menerima minuman dingin. Cara sederhana ini sering membuat tubuh terasa lebih nyaman setelah makan berat saat Lebaran.
4. Minum es berlebihan setelah makan dapat memicu rasa kembung

Minuman es yang disajikan saat Lebaran sering kali bukan hanya air dingin, tetapi juga mengandung gula atau sirup. Ketika diminum dalam jumlah banyak setelah makan opor, kombinasi lemak dari santan dan gula dari minuman dapat membuat perut terasa sangat penuh. Rasa kembung biasanya muncul karena lambung harus menampung makanan berat sekaligus cairan dalam jumlah besar.
Selain itu, minuman dingin sering diminum dengan cepat karena terasa menyegarkan. Kebiasaan tersebut dapat membuat udara ikut tertelan dan menambah rasa begah di perut. Akibatnya muncul sendawa, rasa penuh, bahkan sedikit mual pada sebagian orang. Mengurangi jumlah minuman es serta meminumnya secara perlahan sering membantu mencegah keluhan ini.
5. Tubuh lebih nyaman jika minuman dingin tidak diminum tepat setelah makan

Minum es setelah makan opor sebenarnya tidak sepenuhnya dilarang. Tubuh manusia mampu mengolah makanan dan minuman dengan suhu yang berbeda. Namun dari sisi kenyamanan pencernaan, banyak ahli kesehatan menyarankan memberi jeda singkat setelah makan berat sebelum minum minuman dingin.
Jeda tersebut memberi waktu bagi lambung untuk mulai memproses makanan yang masuk. Setelah proses pencernaan awal berjalan, minuman dingin biasanya tidak lagi menimbulkan rasa begah atau perut penuh. Cara ini juga membantu mencegah makan berlebihan yang sering terjadi saat perayaan Lebaran. Dengan memperhatikan waktu minum, tubuh tetap bisa menikmati hidangan tanpa keluhan pada perut.
Minum es setelah makan opor saat Lebaran sebenarnya tidak berbahaya bagi kebanyakan orang, tetapi kebiasaan tersebut bisa memicu rasa kembung atau tidak nyaman jika dilakukan langsung setelah makan berat. Memberi jeda beberapa menit sebelum minum es sering membuat pencernaan terasa lebih ringan. Jadi, setelah menikmati opor saat Lebaran, lebih baik menunggu sebentar sebelum mengambil minuman dingin, bukan?
Referensi








![[QUIZ] Detoks Media Sosial, Kamu Perlu 1 Hari, 1 Minggu, atau 1 Bulan?](https://image.idntimes.com/post/20260108/fpkdl_3bd58e8e-a2d0-4996-85f9-dce3924b9c70.jpg)









