- Mendukung kesehatan metabolisme
Bolehkah Pilates Saat Puasa? Simak Anjuran dan Tipsnya

Pilates aman dilakukan saat puasa asalkan intensitasnya rendah dan disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Latihan ini membantu menjaga kekuatan otot, fleksibilitas, postur tubuh, sekaligus mengurangi stres tanpa menguras energi berlebihan selama berpuasa.
Waktu terbaik untuk pilates adalah menjelang atau setelah berbuka agar tubuh tidak mudah lelah dan risiko dehidrasi bisa diminimalkan.
Menjaga kebugaran tubuh saat Ramadan memang menatang. Alasannya, energi tubuh lebih terbatas selama berpuasa. Salah satu pilihan olahraga yang ideal untuk dicoba adalah pilates. Namun, bagi sebagian orang, pilates tetap bisa terasa melelahkan jika intensitasnya terlalu tinggi atau tubuh belum terbiasa.
Jadi, bolehkah pilates saat puasa? Faktanya, pilates aman dilakukan selama kamu memilih gerakan dengan intensitas rendah dan memperhatikan kondisi tubuh. Meski relatif ringan, pilates saat puasa tetap memberi manfaat seperti menjaga kekuatan otot, meningkatkan fleksibilitas, dan menjaga kestabilan tubuh. Yuk, simak penjelasannya!
Table of Content
1. Bolehkah pilates saat puasa?
Melakukan pilates saat puasa pada umumnya boleh dan relatif aman, tapi disarankan intensitas rendah. Pilates dikenal sebagai latihan low-impact dengan gerakan yang cenderung lambat, terkontrol, dan fokus pada teknik pernapasan serta stabilitas tubuh.
Mengingat tidak membutuhkan energi sebesar olahraga kardio atau latihan intensitas tinggi, pilates bisa menjadi pilihan tepat untuk tetap aktif selama puasa. Bahkan, sesi singkat sekitar 20 menit sudah cukup untuk membantu menjaga kekuatan otot inti, fleksibilitas, serta keseimbangan tubuh.
Selain itu, gerakan pilates yang lembut juga membantu meningkatkan kesadaran tubuh (mindfulness) tanpa memberi tekanan berlebihan pada fisik. Hal ini membuatnya cocok dilakukan saat kondisi tubuh sedang berpuasa. Meski begitu, sebaiknya pilih latihan dengan intensitas ringan hingga sedang, perhatikan kondisi tubuh, dan hindari memaksakan diri jika merasa lelah atau pusing.
2. Manfaat pilates saat puasa
Melakukan pilates saat puasa bisa menjadi cara tepat untuk tetap aktif tanpa menguras banyak energi. Termasuk olahraga low-impact, pilates tetap dapat memberikan berbagai manfaat bagi tubuh meskipun kamu sedang berpuasa. Berikut beberapa manfaat pilates saat puasa yang bisa kamu rasakan:
Puasa membantu tubuh mengatur kadar gula darah sekaligus mendorong proses pembakaran lemak. Saat dikombinasikan dengan pilates, tubuh tetap bisa melatih kekuatan dan daya tahan otot tanpa memberi tekanan berlebihan. Dengan begitu, pembakaran lemak bisa berjalan lebih optimal sambil tetap menjaga massa otot.
- Meningkatkan kontrol dan kesadaran tubuh
Pilates menekankan gerakan yang terkontrol, teknik pernapasan, serta aktivasi otot inti. Saat dilakukan ketika puasa, latihan ini bisa membantumu lebih peka terhadap kondisi tubuh, seperti tingkat energi atau tanda kelelahan. Kesadaran tubuh yang lebih baik juga membuat gerakan menjadi lebih efektif dan aman.
- Membantu meningkatkan fleksibilitas dan mobilitas
Selama puasa, tubuh cenderung menghemat energi sehingga olahraga ringan seperti pilates menjadi pilihan yang ideal. Gerakan peregangan yang lembut dalam pilates dapat membantu mengurangi kekakuan otot, meningkatkan fleksibilitas, serta memperbaiki postur tubuh.
- Mengurangi stres dan meningkatkan fokus
Puasa sering dikaitkan dengan proses pemulihan sel dalam tubuh, sedangkan pilates membantu melepaskan ketegangan melalui gerakan dan pernapasan yang teratur. Kombinasi keduanya dapat membantu menenangkan pikiran, mengurangi stres, dan membuat kamu lebih fokus dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
- Menambah energi tanpa membuat tubuh cepat lelah
Berbeda dengan olahraga intensitas tinggi, pilates dilakukan dengan gerakan yang lebih lembut tapi tetap efektif. Latihan ini dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, membuat tubuh terasa lebih segar, serta menjaga energi tetap stabil selama menjalani puasa.
3. Waktu terbaik melakukan pilates saat puasa

Waktu terbaik untuk melakukan pilates saat puasa adalah menjelang berbuka atau setelahnya. Pada saat itu tubuh masih bisa bergerak dengan nyaman tanpa risiko kelelahan atau dehidrasi. Menjelang berbuka, pilates ringan selama 20—30 menit aman dilakukan karena kamu bisa segera mengganti cairan tubuh saat berbuka. Sementara itu, setelah berbuka tubuh sudah terisi energi dan cairan sehingga kamu bisa melakukan latihan sedikit lebih intens dan tak merasa lelah atau pusing.
Beberapa orang juga memilih melakukan pilates setelah sahur, tapi waktu ini tidak selalu cocok untuk semua orang. Kenyamanan latihan akan bergantung pada jenis gerakan, durasi, dan kondisi fisik masing-masing. Pilihlah waktu yang sesuai dengan ritme tubuhmu agar latihan tetap aman dan efektif selama puasa.
4. Risiko pilates saat puasa yang perlu diperhatikan
Meskipun pilates termasuk olahraga ringan, melakukan latihan saat puasa tetap membutuhkan perhatian ekstra. Tubuh yang berpuasa memiliki kadar energi, cairan, dan nutrisi lebih rendah sehingga risiko pusing, mual, sakit kepala, atau lemas meningkat. Terutama, jika kamu rentan terhadap gula darah rendah atau latihan sendirian.
Selain itu, karena tidak bisa minum air saat puasa, risiko dehidrasi juga lebih tinggi. Dehidrasi bisa menimbulkan kram dan kelelahan. Kurangnya energi dari cadangan glikogen juga membuat tubuh cepat lelah sehingga menjaga durasi dan intensitas pilates tetap ringan sangat penting agar latihan aman.
5. Tips aman pilates saat puasa
Melakukan pilates saat puasa tetap bisa nyaman jika kamu memperhatikan beberapa hal penting. Berikut tips yang bisa diikuti:
- Lakukan pilates pagi hari atau menjelang berbuka puasa agar energi tubuh lebih seimbang dan latihan terasa lebih nyaman
- Pilih gerakan dengan intensitas rendah atau latihan pilates reformer yang lembut untuk menghindari kelelahan berlebihan
- Pastikan minum cukup air selama waktu makan untuk mendukung fungsi otot dan pemulihan tubuh
- Gunakan teknik pernapasan yang terkontrol dalam pilates untuk membantu mengelola rasa lapar dan menjaga energi tetap stabil selama latihan
Sekarang kamu sudah tahu bahwa bolehkah pilates saat puasa aman bagi tubuh selama intensitasnya dijaga dengan baik. Kuncinya, mendengarkan sinyal tubuh sehingga kebugaran tetap terjaga tanpa menguras energi yang kamu perlukan untuk ibadah puasa.
FAQ seputar bolehkah pilates saat puasa
| Apakah pilates aman dilakukan saat puasa? | Ya, pilates aman dilakukan saat puasa jika intensitasnya rendah dan tubuh tetap diperhatikan. |
| Apakah pilates bisa menyebabkan dehidrasi saat puasa? | Risikonya ada jika latihan terlalu lama atau intens, jadi pastikan tetap ringan dan hidrasi saat waktu makan. |
| Berapa lama durasi pilates yang aman saat puasa? | Sekitar 20–30 menit cukup untuk menjaga kebugaran tanpa membuat tubuh cepat lelah. |
Referensi
"6 Safe Sports to Do While Fasting to Keep Your Body Fit". SVRG. Diakses Maret 2026.
"Fasting and Pilates: The Perfect Duo for Mind-Body Balance". Pilates Re Bar. Diakses Maret 2026.
"Fasting and Exercise: How to Stay Active While Fasting". Finesse Chiropractic. Diakses Maret 2026.
"How to Work Out During Ramadan". Breathe Pilates. Diakses Maret 2026.











![[QUIZ] Dari Genre Musik Ini, Kami Tahu Seberapa Tinggi Tingkat Stresmu](https://image.idntimes.com/post/20240203/photo-1487180144351-b8472da7d491-a0a51f7a58669ba98ac0be589946151c-f0c59367cceff26b5baee28bb42de4ca.jpeg)






