ilustrasi cedera pada kaki (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
Berbeda dengan patah tulang akibat benturan keras, stress fracture terjadi karena akumulasi tekanan kecil yang berlangsung berulang kali. Cedera ini paling sering ditemukan pada tulang kaki, tulang kering, atau tulang telapak kaki yang terus menerima beban selama latihan. Pada awalnya, nyeri mungkin hanya terasa ringan, tetapi dapat semakin memburuk seiring waktu.
Risiko stress fracture meningkat ketika tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk memperbaiki jaringan tulang yang mengalami tekanan. Faktor seperti kelelahan, kekurangan nutrisi tertentu, dan volume latihan yang berlebihan juga dapat berkontribusi terhadap terjadinya cedera ini. Karena melibatkan jaringan tulang, proses pemulihannya biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding banyak cedera lari lainnya.
Cedera merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh pelari maraton, terutama ketika beban latihan tidak dikelola dengan baik. Memahami jenis cedera yang umum terjadi dapat membantu kita mengenali gejala lebih awal dan mengambil langkah pencegahan yang tepat. Dengan latihan yang baik serta pemulihan yang cukup, risiko cedera dapat ditekan sehingga aktivitas berlari tetap berjalan dengan aman dan nyaman.