Comscore Tracker

7 Metode Diet Paling Ekstrem yang Pernah Ada, Bisa Berujung Maut!

Ampuh, sih, tapi sia-sia, dong, kalau nyawa taruhannya?

Diet pada dasarnya lebih dari sekadar menjaga penampilan. Menjaga berat badan agar tetap ideal penting demi mencegah timbulnya berbagai penyakit. Misalnya obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan lain sebagainya.

Namun, sejumlah orang take it to extremes untuk mencapai berat badan yang didambakan. Diet yang seharusnya membuat tubuh semakin sehat justru berbalik mengancam nyawa. 

Berikut ini sejumlah metode diet ekstrem dan berbahaya yang pernah dilakukan manusia sepanjang sejarah. Jangan pernah mencobanya, ya!

1. Minum pil cacing pita

7 Metode Diet Paling Ekstrem yang Pernah Ada, Bisa Berujung Maut!thequackdoctor.com

Metode yang satu ini mulai populer di Inggris pada zaman Ratu Victoria berkuasa (1837-1901). Di era tersebut, cantik diasosiasikan dengan tubuh yang kurus. Akibatnya, masyarakat pun rela menjalani cara ekstrem untuk menurunkan berat badan, yaitu dengan mengonsumsi tapeworm pill atau pil cacing pita. 

Metode ini cukup sederhana, hanya perlu mengonsumsi pil yang diisi dengan sejumlah telur cacing pita. Begitu telur menetas dan cacing tumbuh besar di perut, berat badan pun secara drastis menurun.

Jelas saja, semua nutrisi yang seharusnya dicerna tubuh akan dilahap oleh para cacing. Bahkan, parasit tersebut sering kali menempel ke dinding organ dan melukai apa pun yang ada di sekitarnya. 

Tak hanya itu, cacing pita juga terus menggandakan dirinya. Akibatnya, larva cacing pun masuk ke pembuluh darah, mata, dan otak. Risiko paling bahaya dari metode diet ini adalah kematian. 

2. Diet cuka apel

7 Metode Diet Paling Ekstrem yang Pernah Ada, Bisa Berujung Maut!Berbagai Sumber

Sekitar tahun 1820-an, penulis puisi Inggris ternama Lord Byron memopulerkan metode diet cuka apel. Caranya cukup sederhana, yaitu menenggak cuka apel dalam jumlah besar. Tak hanya itu, Byron juga sering kali mencelupkan makanannya ke dalam cairan asam tersebut. 

Menurutnya, cuka apel secara efektif membantu mengontrol berat badan. Efek samping setelah mengonsumsinya adalah kamu akan mengeluarkan semua isi perutmu dan secara konstan kehilangan nafsu makan. 

Nyatanya, minum cuka apel dalam jumlah besar bisa menimbulkan iritasi organ pencernaan, naiknya asam lambung, dan berbagai masalah lainnya. Bahkan, anjuran aman untuk mengonsumsinya adalah melarutkannya dulu dengan air.

3. Diet arsenik

7 Metode Diet Paling Ekstrem yang Pernah Ada, Bisa Berujung Maut!etsy.com

Berikutnya yang tak kalah berbahaya adalah diet dengan arsenik. Metode ini populer sekitar tahun 1800-an. Arsenik yang dikemas dalam bentuk pil dipasarkan dengan embel-embel “obat yang meningkatkan metabolisme”. Dengan begitu, kalori pun dapat terbakar lebih cepat dari biasanya. 

Namun, ternyata arsenik termasuk ke dalam salah satu jenis racun yang mematikan. Walaupun kadar yang digunakan sedikit, pil arsenik dapat berakibat fatal. Dilansir dari BBC Health, senyawa tersebut mampu menyebabkan kanker, diabetes, penyakit hati, dan bahkan membunuh secara perlahan. 

Baca Juga: 8 Cara Mudah Membakar Kalori saat Tidur, Berat Badan Pasti Turun!

4. Hidup hanya dengan udara dan sinar matahari

7 Metode Diet Paling Ekstrem yang Pernah Ada, Bisa Berujung Maut!pexels.com/Prasant Inthuri

Masyarakat zaman Renaisans memiliki kepercayaan yang disebut sebagai breatharianism. Artinya, seseorang bisa hidup hanya dengan udara dan sinar matahari tanpa makanan. Beberapa abad kemudian, breatharianism pun diadaptasi menjadi metode menurunkan berat badan. 

Jadi, prinsipnya kamu tidak boleh makan apa pun selama berhari-hari. Kamu hanya boleh menghirup udara dan berjemur untuk mendapatkan paparan sinar matahari. Tentu saja metode ini ampuh untuk menurunkan berat badan. Namun, risiko di baliknya sangat besar. Tubuh bisa dehidrasi, kekurangan nutrisi, kelaparan, dan kalau terus dipaksakan dapat berakhir dengan kematian. 

5. Diet dengan merokok

7 Metode Diet Paling Ekstrem yang Pernah Ada, Bisa Berujung Maut!kwit.app

Pada tahun 1920-an, muncul sebuah klaim aneh dari perusahaan rokok yang didukung oleh sejumlah dokter. Mereka mengatakan bahwa merokok bisa membantu mengurangi nafsu makan, sehingga tubuh jadi lebih sehat. 

“Makan terlalu banyak dapat membunuhmu, sedangkan merokok hanya bisa mengakibatkan kanker paru-paru,” kata mereka.

Tentu saja klaim tersebut menyesatkan. Efek berkurangnya nafsu makan saat merokok memang terkadang terjadi. Namun, bukan berarti merokok lebih menyehatkan dibanding makan banyak. Dampak buruk dari merokok sudah terbukti lewat berbagai penelitian.

Ternyata setelah ditelusuri lebih lanjut, ini merupakan cara mereka untuk menggaet lebih banyak konsumen perempuan. Orang-orang mengatakan bahwa ini merupakan kapitalisme yang melampaui batas. 

6. Diet “Sleeping Beauty”

7 Metode Diet Paling Ekstrem yang Pernah Ada, Bisa Berujung Maut!unsplash.com/Kinga Cichewicz

Ketika tidur, kamu tak bisa makan, kan? Itulah konsep yang diusung oleh diet sleeping beauty”. Jadi, kamu harus “tidur cantik” untuk menjalani diet ini. Ternyata klaim tersebut bisa dibenarkan. Menurut laman Sleep Foundation, tidur memang bisa meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga kalori terbakar lebih cepat. 

Sebenarnya tidak ada yang bermasalah dengan metode ini. Namun, sebagian orang menjadikannya ekstrem dengan mengonsumsi pil tidur secara rutin. Akibatnya, mereka melewatkan sarapan, makan siang, dan makan malam. Kalau sudah begitu, pelakunya jadi terancam mengalami malnutrisi dan berbagai gangguan kesehatan yang menyertainya.

7. Diet kapas

7 Metode Diet Paling Ekstrem yang Pernah Ada, Bisa Berujung Maut!giphy.com

Diet kapas atau cotton ball diet adalah metode menurunkan berat badan yang muncul sekitar tahun 2010-an. Metode ini sangat ekstrem karena kamu harus melahap kapas sebagai pengganti makanan sehari-hari. 

Kapas dicelupkan ke dalam minuman seperti jus atau smoothies, lalu dimakan. Para penggagas diet ini mengklaim bahwa kapas akan bikin kenyang tanpa menambah angka pada timbangan. 

Namun, nyatanya diet ini sangat berbahaya dan bisa digolongkan sebagai gangguan psikologis. Menurut laman Healthline, beberapa risiko yang mungkin timbul dari diet kapas adalah penyumbatan usus, anoreksia nervosa, keracunan, hingga malnutrisi.

Ingin menurunkan berat badan itu sah saja. Namun, kamu harus pintar-pintar memilih metode mana yang baik untuk tubuhmu. Paling amannya memang berkonsultasi ke ahli gizi agar program diet disesuaikan dengan kondisi tubuhmu.

Jangan sampai hanya karena ingin diet, kamu jadi mencelakai diri sendiri, ya!

Baca Juga: 10 Cara Mudah Mengecilkan Tampilan Pori-pori Wajah, Pasti Berhasil!

Topic:

  • Izza Namira
  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya