Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jumlah Kebutuhan Protein Berdasarkan Usia
ilustrasi pola makan yang mengandung protein (pexels.com/RDNE Stock Project)
  • Kebutuhan protein meningkat sejak masa kanak-kanak dan mencapai angka cukup tinggi pada masa remaja.

  • Mulai usia 10 tahun, angka kecukupan protein dibedakan antara laki-laki dan perempuan.

  • Kehamilan dan menyusui membutuhkan tambahan protein, sedangkan kebutuhan individual dapat berbeda pada atlet, orang yang sedang sakit, atau memiliki kondisi medis tertentu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebutuhan protein untuk anak usia 3 tahun dan 16 tahun tidak sama. Ini karena tubuh sedang berada pada tahap pertumbuhan yang berbeda, dan kebutuhan protein ikut berubah seiring usia.

Protein dibutuhkan untuk membangun serta memperbaiki jaringan tubuh dan menjadi bagian dari berbagai molekul penting, termasuk enzim dan hormon. Pada masa pertumbuhan, kebutuhan tersebut menjadi makin penting karena tubuh sedang membentuk jaringan baru.

Berapa protein yang dibutuhkan setiap hari?

AKG merupakan kebutuhan rata-rata zat gizi setiap hari bagi hampir semua orang sehat dengan mempertimbangkan usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan kondisi fisiologis.

Berikut ini angka kecukupan protein untuk masyarakat Indonesia berdasarkan AKG Kementerian Kesehatan.

Usia

Protein per hari

Bayi 0–5 bulan

9 g*

Bayi 6–11 bulan

15 g

Anak 1–3 tahun

20 g

Anak 4–6 tahun

25 g

Anak 7–9 tahun

40 g

Laki-laki 10–12 tahun

50 g

Perempuan 10–12 tahun

55 g

Laki-laki 13–15 tahun

70 g

Perempuan 13–15 tahun

65 g

Laki-laki 16–18 tahun

75 g

Perempuan 16–18 tahun

65 g

Laki-laki 19–64 tahun

65 g

Perempuan 19–64 tahun

60 g

Laki-laki 65 tahun ke atas

64 g

Perempuan 65 tahun ke atas

58 g

*Pada bayi usia 0–5 bulan, pemenuhan kebutuhan gizinya utamanya bersumber dari ASI eksklusif. Setelah memasuki usia 6 bulan, makanan pendamping ASI (MPASI) dibutuhkan karena kebutuhan energi dan zat gizi mulai lebih banyak daripada yang bisa disediakan dari ASI.

Remaja membutuhkan protein relatif tinggi

ilustrasi remaja (unsplash.com/MI PHAM)

Melihat tabel di atas, terlihat lonjakan kebutuhan pada masa pubertas. Remaja laki-laki usia 16–18 tahun, misalnya, memiliki AKG protein 75 gram per hari, tertinggi di antara kelompok usia.

Remaja mengalami pertumbuhan cepat sehingga kebutuhan protein meningkat. Protein menjadi bahan pembangun jaringan (misalnya otot) dan molekul penting seperti hormon dan enzim, sehingga asupan nutrisi pada anak dan remaja harus mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Memenuhi kebutuhan protein tidak harus dari daging atau suplemen saja. Sumber protein yang baik antara lain ikan, telur, ayam, daging, susu dan produk olahannya, serta sumber nabati seperti tempe, tahu, kacang‑kacangan, dan biji‑bijian.

Ibu hamil dan menyusui membutuhkan tambahan

Kebutuhan protein saat hamil berubah. Tambahan protein di atas kebutuhan dasar perempuan sesuai usianya sebesar:

  • Trimester pertama: +1 gram per hari.

  • Trimester kedua: +10 gram per hari.

  • Trimester ketiga: +30 gram per hari.

  • Menyusui 6 bulan pertama: +20 gram per hari.

  • Menyusui 6 bulan kedua: +15 gram per hari.

Sebagai contoh, perempuan usia 30 tahun memiliki AKG 60 gram protein per hari. Saat memasuki trimester ketiga kehamilan, acuannya menjadi sekitar 90 gram per hari.

Lansia tidak boleh mengabaikan protein

Laki-laki usia 65 tahun ke atas dianjurkan memperoleh sekitar 64 gram protein per hari dan perempuan sekitar 58 gram. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan kelompok dewasa muda.

Meski demikian, menjaga asupan protein menjadi penting seiring bertambahnya usia karena massa dan fungsi otot cenderung menurun.

Menurut penelitian, peningkatan asupan protein dapat memberi tambahan manfaat terhadap massa bebas lemak, terutama ketika dikombinasikan dengan latihan resistensi.

Pada peserta berusia 65 tahun ke atas yang melakukan latihan resistensi, manfaat terhadap massa bebas lemak terlihat pada asupan sekitar 1,2–1,59 gram protein/kg berat badan/hari.

Angka tersebut bukan AKG untuk seluruh lansia. Kebutuhan yang lebih tinggi dapat relevan pada kondisi tertentu dan sebaiknya disesuaikan dengan status gizi, aktivitas, fungsi ginjal, dan kondisi kesehatan.

AKG bukan angka yang sama untuk semua orang

AKG merupakan acuan untuk populasi sehat, karena kebutuhan yang sebenarnya dipengaruhi usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan kondisi fisiologis.

Orang yang rutin melakukan latihan beban, atlet, seseorang yang baru pulih dari penyakit, mengalami malnutrisi, atau memiliki penyakit ginjal dapat membutuhkan pendekatan berbeda.

Kebutuhan protein berubah sepanjang kehidupan. Kebutuhan meningkat dari 9 gram pada bayi usia 0–5 bulan hingga sekitar 65–75 gram pada sebagian remaja dan orang dewasa, dengan perbedaan menurut jenis kelamin. Kehamilan dan menyusui membutuhkan tambahan lagi.

Jangan cuma fokus pada jumlahnya. Penuhilah kebutuhannya lewat pola makan seimbang dan sesuai dengan kondisi tubuh.

Referensi

Unit Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Protein: Nutrisi Penting untuk Tubuh, Tak Perlu Mahal untuk Memenuhi Kebutuhanmu,” diakses Agustus 2026.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, "Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia", diakses Agustus 2026.

World Health Organization, “Complementary Feeding,” diakses Agustus 2026.

World Health Organization, “Healthy Diet,” diakses Agustus 2026.

Everson A. Nunes et al., “Systematic Review and Meta-analysis of Protein Intake to Support Muscle Mass and Function in Healthy Adults,” Journal of Cachexia, Sarcopenia and Muscle 13, no. 2 (2022): 795–810, https://doi.org/10.1002/jcsm.12922.

Curated For You

Editorial Team

Related Article