Ada beberapa kekurangan walking pad yang perlu dipertimbangkan sebelum membelinya:
Sesuai namanya, walking pad memang dibuat untuk berjalan kaki, bukan untuk berlari cepat atau latihan intensitas tinggi.
Jika tujuan utama kamu adalah joging, sprint, atau latihan interval berintensitas tinggi, walking pad kemungkinan besar tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
Sebagian besar walking pad memiliki pilihan kecepatan yang terbatas, tidak memiliki fitur kemiringan (incline), serta menyediakan lebih sedikit program latihan otomatis. Akibatnya, variasi latihan yang bisa dilakukan juga menjadi lebih sedikit dibanding treadmill.
Karena dirancang agar ringan dan mudah dipindahkan, beberapa walking pad terasa kurang kokoh dibanding treadmill konvensional. Ini mungkin tidak terlalu terasa untuk penggunaan ringan, tetapi bisa menjadi pertimbangan jika alat akan digunakan setiap hari dalam durasi panjang.
Kualitas walking pad sangat bergantung pada merek dan harga produk. Beberapa model memiliki motor yang awet dan berjalan halus, sementara produk yang lebih murah terkadang lebih cepat mengalami masalah setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu.
Karena itu, penting untuk memperhatikan kapasitas beban maksimal, kualitas motor, garansi, serta ulasan pengguna sebelum membeli.
Berjalan kaki dengan kecepatan konstan terasa menyenangkan bagi beberapa orang, tetapi bagi yang menyukai olahraga intens atau penuh variasi, walking pad bisa cepat terasa monoton.
Jika kamu menikmati tantangan seperti lari, bersepeda, atau latihan kekuatan, kemungkinan besar walking pad tidak akan menjadi satu-satunya alat olahraga yang digunakan.