- Tidak bisa buang air kecil.
- Demam dan menggigil disertai nyeri atau sering buang air kecil.
- Ada darah dalam urine.
- Nyeri hebat di panggul, perut bawah, punggung bawah, penis, atau testis.
- Mual, muntah, atau tubuh terasa sangat lemas.
- Gejala berulang atau tidak membaik setelah beberapa hari.
Gejala Infeksi Prostat yang Tidak Boleh Diabaikan

Infeksi prostat atau prostatitis bakterial bisa menyebabkan nyeri saat buang air kecil, sering ingin pipis, nyeri panggul, demam, menggigil, hingga sulit buang air kecil.
Gejala infeksi prostat akut biasanya datang mendadak dan terasa berat, sedangkan infeksi prostat kronis bisa berlangsung lebih lama, kambuh-kambuhan, dan gejalanya lebih samar.
Segera cari bantuan medis jika tidak bisa buang air kecil, demam disertai nyeri pipis, ada darah dalam urine, atau nyeri hebat di panggul/genital.
Gejala seperti sensasi panas saat buang air kecil, bolak-balik ke toilet, perut bawah tidak nyaman, dan nyeri panggul atau area genital sering terasa membingungkan. Ini sering dikiran infeksi saluran kemih. Namun, pada laki-laki, keluhan seperti ini juga bisa berkaitan dengan infeksi prostat.
Infeksi prostat merupakan bagian dari kondisi yang disebut prostatitis, yaitu pembengkakan atau peradangan pada kelenjar prostat.
Sebagian prostatitis disebabkan oleh infeksi bakteri. Ada juga prostatitis kronis atau chronic pelvic pain syndrome yang menimbulkan nyeri panggul dan gejala berkemih, tetapi tanpa tanda infeksi bakteri.
Karena gejalanya bisa mirip infeksi saluran kemih, pembesaran prostat jinak, batu saluran kemih, atau kondisi lain, infeksi prostat tidak bisa dipastikan cuma dari nyeri. Pemeriksaan dokter dibutuhkan.
Table of Content
1. Nyeri atau rasa panas saat buang air kecil
Salah satu gejala umum adalah rasa panas, perih, atau nyeri saat buang air kecil. Ini bisa menjadi gejala prostatitis bakterial akut maupun kronis.
Gejala ini bisa membuat seseorang menahan pipis karena takut akan rasa sakitnya. Padahal, menahan pipis dapat membuat rasa tidak nyaman memberat.
Jika nyeri saat berkemih disertai demam, menggigil, atau nyeri panggul, jangan menganggapnya sebagai keluhan ringan.
2. Sering ingin pipis dan terasa mendesak
Infeksi prostat juga bisa membuat seseorang lebih sering ingin buang air kecil. Kadang, dorongannya terasa mendadak dan sulit ditahan, tetapi urine yang keluar cuma sedikit. Keluhan bisa makin terasa pada malam hari, bisa sampai mengganggu tidur.
Gejala prostatitis dapat mencakup sering buang air kecil, terutama pada malam hari, rasa ingin pipis yang mendesak, serta kesulitan memulai atau mempertahankan aliran urine.
3. Nyeri di panggul, selangkangan, punggung bawah, atau area genital

Infeksi prostat tidak selalu terasa hanya saat buang air kecil. Nyeri bisa muncul di perut bawah, selangkangan, punggung bawah, penis, testis, atau area antara skrotum dan anus yang disebut perineum.
Pada prostatitis kronis atau chronic pelvic pain syndrome, nyeri atau rasa tidak nyaman dapat berlangsung 3 bulan atau lebih di area panggul, penis, skrotum, perut bawah, atau punggung bawah.
Nyeri ini bisa datang dan pergi. Ada yang merasa seperti pegal dalam, ada yang merasa ditekan, dan ada pula yang merasa nyeri makin jelas setelah duduk lama atau setelah ejakulasi.
4. Demam, menggigil, badan pegal, mual, atau muntah
Gejala sistemik seperti demam dan menggigil lebih khas pada prostatitis bakterial akut. Kondisi ini biasanya datang mendadak dan terasa berat.
Gejala prostatitis bakterial akut muncul tiba-tiba, berat, dan perlu segera mendapat perawatan medis.
Gejalanya dapat mencakup demam, menggigil, nyeri saat buang air kecil, nyeri di genital atau punggung bawah, mual, muntah, dan badan terasa sakit.
Ini yang membedakan infeksi prostat akut dari keluhan kemih ringan. Jika seseorang demam tinggi sambil kesakitan saat buang air kecil, ini menandakan tubuh sedang mengalami infeksi.
5. Sulit buang air kecil atau urine terasa tidak tuntas
Prostat berada di bawah kandung kemih dan mengelilingi bagian atas uretra, yaitu saluran yang membawa urine keluar dari tubuh. Saat prostat meradang atau membengkak, aliran urine bisa terganggu.
Gejalanya bisa berupa sulit mulai kencing, aliran urine lemah, terputus-putus, terasa tidak tuntas, atau dalam kasus berat tidak bisa buang air kecil sama sekali.
Retensi urine, kesulitan memulai aliran urine, aliran lemah atau terputus, hingga sumbatan total sebagai gejala yang bisa muncul pada prostatitis bakterial.
Tidak bisa buang air kecil adalah kondisi darurat, jadi jangan menunggunya membaik sendiri.
6. Nyeri saat atau setelah ejakulasi

Pada sebagian orang, infeksi atau peradangan prostat juga dapat menimbulkan nyeri saat atau setelah ejakulasi. Ini merupakan salah satu gejala yang dapat muncul pada prostatitis kronis maupun prostatitis bakterial kronis.
Keluhan seksual seperti ini sering membuat orang malu untuk periksa ke dokter. Padahal, dokter perlu informasi ini untuk membedakan kemungkinan penyebab dan menentukan pemeriksaan yang tepat.
Perbedaan prostatitis akut dan kronis
Infeksi prostat akut biasanya muncul mendadak, gejalanya berat, dan bisa disertai demam serta menggigil.
Ciri khas prostatitis akut adalah gejala saluran kemih bawah yang muncul tiba-tiba, seperti nyeri saat berkemih, sering kencing, dan rasa tidak nyaman di perineum, disertai tanda sistemik seperti demam, menggigil, dan lemas.
Di sisi lain, infeksi prostat kronis biasanya berkembang lebih pelan, berlangsung 3 bulan atau lebih, dan bisa kambuh.
Gejalanya dapat berupa nyeri panggul, keluhan berkemih, nyeri saat ejakulasi, atau infeksi saluran kemih yang berulang.
Sebuah tinjauan konsensus menjelaskan bahwa prostatitis bakterial kronis dan chronic pelvic pain syndrome dapat muncul dengan beberapa domain gejala, termasuk nyeri urogenital, gejala saluran kemih bawah, masalah psikologis, dan disfungsi seksual.
Kapan harus ke dokter?
Segera cari bantuan medis jika mengalami:
Perawatan segera penting jika seseorang tidak bisa buang air kecil, mengalami demam dengan nyeri berkemih, ada darah dalam urine, atau nyeri berat di area panggul maupun genital.
Cara dokter memastikan penyebabnya

Dokter biasanya akan menanyakan riwayat keluhan, melakukan pemeriksaan fisik, dan menyarankan tes urine.
Pada kecurigaan prostatitis bakterial akut, direkomendasikan pemeriksaan urine dan kultur urine untuk membantu diagnosis serta menyesuaikan antibiotik dengan bakteri penyebab.
Jangan minum antibiotik sembarangan atau menghentikannya sebelum waktunya jika sudah diresepkan. Antibiotik yang tidak tepat dapat membuat infeksi tidak tuntas dan meningkatkan risiko resistansi.
Hindari juga memijat area prostat sendiri saat mengalami gejala akut. Pijat prostat tidak boleh dilakukan pada prostatitis bakterial akut.
Gejala infeksi prostat bisa berupa nyeri atau sensasi panas saat buang air kecil, sering ingin buang air kecil, sulit buang air kecil, nyeri panggul atau genital, nyeri saat ejakulasi, demam, menggigil, mual, dan badan terasa sakit.
Gejala akut biasanya datang mendadak dan berat, sedangkan keluhan kronis bisa berlangsung lama atau hilang timbul.
Jika keluhan disertai demam, tidak bisa pipis, ada darah dalam urine, atau nyeri hebat, segera periksa ke dokter. Infeksi prostat bisa ditangani, tetapi perlu diagnosis yang tepat agar tidak berkembang menjadi komplikasi.


![[QUIZ] Apakah Kamu Berisiko Tinggi Kanker Prostat? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20250617/untitled-design-26_7709844e-15aa-4d39-91f6-dc14a13aa2b3.png)



![[QUIZ] Dari Jajanan Pasar Favoritmu, Ini Penyakit yang Harus Kamu Waspadai](https://image.idntimes.com/post/20231023/aldrin-rachman-pradana-isfbyt8o8-8-unsplash-48000545ae5650e238716a6882164dd5.jpg)














