Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Bibir Kering dan Pecah-pecah saat Puasa? Ini 5 Sebabnya!

Kenapa Bibir Kering dan Pecah-pecah saat Puasa? Ini 5 Sebabnya!
ilustrasi kenapa bibir kering dan pecah-pecah saat puasa? (pixabay.com/Pixabay)
Intinya Sih
  • Bibir kering saat puasa disebabkan oleh dehidrasi karena kurang asupan cairan, membuat produksi air liur menurun dan kelembapan alami bibir berkurang drastis.
  • Faktor eksternal seperti paparan sinar matahari, ruangan ber-AC, serta kebiasaan menjilat bibir memperparah kekeringan dan menyebabkan kulit bibir mudah pecah.
  • Kekurangan nutrisi penting saat sahur dan penggunaan kosmetik dengan bahan iritan turut memicu peradangan, sehingga perlu perhatian ekstra dalam menjaga kesehatan bibir selama Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ketika bangun tidur di bulan Ramadan, kita kerap membuat area mulut merasakan sensasi perih atau kering. Kamu mungkin mulai bertanya-tanya, sebenarnya kenapa bibir kering dan pecah-pecah saat puasa? Kondisi ini memang cukup mengganggu, terutama saat kamu harus berbicara di depan banyak orang atau sekadar ingin tersenyum lebar tanpa rasa sakit.

Bibir ini terasa sangat perih dan terkadang membuat kamu jadi kurang percaya diri saat berinteraksi dengan rekan kerja atau teman. Masalah ini sebenarnya adalah hal yang sangat lumrah terjadi, kok. Namun, jika kamu bisa memahami penyebabnya secara detail, hal ini akan membantumu menanganinya dengan lebih tepat, lho.

1. Kurangnya asupan cairan yang memicu dehidrasi tubuh

ilustrasi buka puasa dengan minum air putih
ilustrasi buka puasa dengan minum air putih (pexels.com/PNW Production)

Saat berpuasa selama belasan jam, tubuh kamu gak memperoleh pasokan air yang cukup untuk menjaga kelembapan sel-sel kulit, termasuk pada bagian bibir yang sangat tipis. Karena tubuh mengalami dehidrasi, produksi kelenjar saliva atau air liur akan menurun drastis sehingga area mulut menjadi sangat kering. Alhasil, lapisan pelindung alami seperti menjadi bibis menjadi kehilangan kemampuan untuk mengunci kelembapan secara optimal. 

Ingat, ya, kulit bibir gak memiliki kelenjar minyak seperti kulit di bagian tubuh lainnya, sehingga ia sangat bergantung pada hidrasi internal. Tanpa asupan air yang cukup di antara waktu berbuka dan sahur, jaringan kulit bibir akan mengerut dan akhirnya menimbulkan tekstur pecah-pecah, lho.

2. Paparan cuaca ekstrem dan suhu ruangan yang kering

ilustrasi panas matahari yang berlebihan membuat bibir kering
ilustrasi panas matahari yang berlebihan membuat bibir kering (pexels.com/Chermiti Mohamed)

Selain faktor internal, kondisi lingkungan juga memegang peran besar dalam memperparah kondisi bibirmu selama bulan Ramadan, lho. Udara yang terlalu kering, baik karena paparan sinar matahari langsung maupun penggunaan Air Conditioner (AC) yang berlebihan, dapat menarik kelembapan alami dari kulit. Kamu mungkin sering berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama saat bekerja, yang secara gak sadar mempercepat proses penguapan air pada bibir.

Kondisi cuaca tropis yang panas di luar ruangan juga memberikan efek thermal yang bisa merusak lapisan epidermis pada bibir. Jika kamu sering beraktivitas di bawah terik matahari tanpa perlindungan, sinar ultraviolet akan memecah kolagen dan membuat bibir kehilangan elastisitasnya. Gabungan antara suhu panas di luar dan udara kering di dalam ruangan kerap menjadi alasan kuat mengapa bibirmu terasa semakin kasar meski sudah menggunakan pelembap, nih.

3. Kebiasaan menjilat bibir secara spontan saat terasa kering

ilustrasi menjilati bibir jadi penyebab bibir kering
ilustrasi menjilati bibir jadi penyebab bibir kering (pexels.com/Agung Pratama)

Mungkin kamu sering secara gak sadar menjilat bibir dengan lidah saat merasa area tersebut mulai terasa kaku atau kering. Namun, kebiasaan ini justru menjadi bumerang yang memperburuk keadaan bibir kamu selama berpuasa, lho. Air liur mengandung enzim pencernaan seperti amylase dan maltase yang bersifat keras bagi kulit bibir yang sensitif.

Ketika air liur menguap dari permukaan bibir, ia justru membawa pergi kelembapan alami yang masih tersisa di sana, sehingga bibir akan terasa jauh lebih kering dari sebelumnya. Siklus ini kerap disebut sebagai lick-dry cycle, di mana kamu terus menjilat bibir untuk membasahinya, tapi hasilnya justru kulit bibir semakin mengelupas. Menghentikan kebiasaan ini menjadi langkah krusial untuk menjaga agar bibir gak mengalami luka yang lebih dalam atau infeksi ringan.

4. Kekurangan nutrisi penting saat mengonsumsi menu sahur

ilustrasi sahur dengan menu yang sehat (pexels.com/Stijn Dijkstra)
ilustrasi sahur dengan menu yang sehat (pexels.com/Stijn Dijkstra)

Apa yang kamu konsumsi saat sahur ternyata sangat berpengaruh terhadap kesehatan kulit dan bibir selama seharian penuh. Guys, kekurangan vitamin B kompleks, terutama riboflavin (B2), serta mineral seperti zinc dapat memicu peradangan pada sudut mulut. Jika menu sahurmu hanya tinggi karbohidrat tanpa sayuran atau buah-buahan, maka daya tahan kulitmu terhadap kekeringan akan menurun drastis.

Selain vitamin, kekurangan asam lemak omega-3 juga dapat membuat skin barrier pada bibir menjadi lemah dan mudah rusak. Tubuh membutuhkan nutrisi mikro tersebut untuk melakukan regenerasi sel kulit yang mati akibat dehidrasi selama berjam-jam. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memperhatikan variasi makanan agar kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi meski frekuensi makan berkurang selama bulan suci ini, ya.

5. Kandungan kimia pada kosmetik yang memicu iritasi

ilustrasi mengggunakan lipstik bisa memperparah keringnya bibir saat puasa
ilustrasi mengggunakan lipstik bisa memperparah keringnya bibir saat puasa (pexels.com/www.kaboompics.com )

Kamu mungkin berusaha menutupi tampilan bibir yang kusam dengan lipstik favorit saat pergi bekerja atau berbuka bersama teman. Namun, pemakaian produk pemulas bibir yang mengandung zat tertentu justru bisa menjadi pemicu iritasi saat kulit bibir sedang sensitif. Kandungan seperti menthol, camphor, atau pewangi buatan kerap memberikan sensasi dingin tapi justru membuat kulit bibir kehilangan minyak alaminya lebih cepat.

Penggunaan matte lipstick yang bersifat menempel kuat juga dapat memperparah kondisi bibir yang sudah kekurangan cairan. Bahan kimia tertentu dalam kosmetik bisa bersifat iritan yang memicu reaksi peradangan ringan pada lapisan kulit luar bibir. Sebaiknya, saat berpuasa kamu lebih selektif memilih produk yang mengandung ceramides atau petroleum jelly untuk memberikan perlindungan ekstra tanpa efek samping yang merusak.

Memahami faktor-faktor di atas akan membantumu lebih waspada dalam menjaga kesehatan mulut selama menjalankan ibadah. Dengan mengatur pola minum yang tepat dan menghindari kebiasaan buruk, kamu tetap bisa tampil segar tanpa gangguan bibir yang mengelupas, kok. Jadi, sekarang kamu sudah gak bingung lagi tentang kenapa bibir kering dan pecah-pecah saat puasa dan bisa mulai melakukan pencegahan sejak dini, kan?

Referensi

“What Causes Chapped Lips and How to Treat Them”. Healthline. Diakses Februari 2026.

“Chapped Lips: How to Treat Them?”. WebMD. Diakses Februari 2026.

“Causes and Treatments for Dry Lips During Fasting”. Siloam Hospitals. Diakses Februari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Health

See More