“Fasting and the risk of dehydration during Ramadan”. Hamad Medical Corporation. Diakses Februari 2026.
“Overcoming Dry Throats During Fasting: Here Are Some Ways”. VOI. Diakses Februari 2026.
“How do you get rid of a dry throat?”. Medical News Today. Diakses Februari 2026.
“Caffeine and Throat Tightness”. Everyday Health. Diakses Februari 2026.
“What Causes a Dry Throat, and How Is It Treated?”. Healthline. Diakses Februari 2026.
“What foods to avoid with a sore throat”. CEENTA. Diakses Februari 2026.
Kenapa Tenggorokan Terasa Kering saat Puasa Ramadan?

- Tenggorokan kering saat puasa terjadi karena tubuh tidak mendapat asupan cairan rutin, sehingga produksi saliva menurun dan kelembapan alami di mulut serta tenggorokan berkurang.
- Dehidrasi ringan selama berpuasa membuat tubuh memprioritaskan organ vital, menyebabkan selaput lendir tenggorokan kehilangan cairan dan menimbulkan rasa haus serta lemas di siang hari.
- Konsumsi makanan asin, minuman berkafein, atau kebiasaan bernapas lewat mulut memperparah kekeringan tenggorokan; menjaga hidrasi malam hari jadi kunci agar tetap nyaman berpuasa.
Saat sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan di siang hari yang terik, tiba-tiba kamu merasa tenggorokan kering. Nah, fenomena tenggorokan terasa kering saat puasa kerap menjadi keluhan utama bagi banyak orang yang sedang menahan lapar dan dahaga selama belasan jam. Rasa gatal dan gak nyaman ini terkadang membuat konsentrasi bekerja atau belajar jadi sedikit terganggu dan membuatmu ingin segera menyiramnya dengan air segar, kan?
Kamu mungkin sudah mencoba minum air yang cukup saat sahur, tapi rasa serak itu tetap saja muncul ketika matahari sedang tinggi-tingginya. Kondisi ini sebenarnya sangat lumrah terjadi karena tubuh gak mendapatkan asupan cairan secara rutin seperti pada hari-hari biasanya. Dengan memahami penyebab di balik rasa kering ini sangat penting agar kamu bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih nyaman tanpa rasa haus yang menyiksa sepanjang hari. Dibaca, ya!
1. Kurangnya produksi saliva selama berpuasa

Saliva atau air liur memiliki peran krusial dalam menjaga kelembapan area mulut dan tenggorokan sepanjang hari. Saat kamu gak makan atau minum, kelenjar ludah cenderung bekerja lebih lambat sehingga produksi cairan pembersih alami ini menurun drastis. Hal inilah yang memicu rasa lengket dan tak nyaman di pangkal tenggorokan yang sering kamu rasakan saat sedang beraktivitas.
Kondisi mulut kering ini secara medis dikenal dengan istilah xerostomia. Tanpa adanya aliran saliva yang konsisten, bakteri di mulut juga bisa berkembang lebih cepat dan menyebabkan bau mulut yang tak sedap atau halitosis. Itulah mengapa penurunan aktivitas mengunyah secara langsung berdampak pada tingkat kelembapan internal tenggorokanmu selama masa puasa.
2. Tubuh mengalami dehidrasi ringan

Penyebab paling logis yang kerap dilupakan adalah tingkat hidrasi tubuh yang menurun drastis selama belasan jam tanpa asupan cairan. Ketika tubuh tak menerima air, ia akan mulai mengambil cadangan cairan dari berbagai jaringan, termasuk selaput lendir yang melapisi tenggorokan. Tubuh manusia akan memprioritaskan organ vital saat kekurangan cairan, sehingga area luar seperti tenggorokan akan terasa lebih cepat kering.
Gejala dehidrasi ini biasanya dibarengi dengan rasa lemas dan konsentrasi yang menurun saat kamu beraktivitas di siang hari. Cairan yang seharusnya melumasi dinding esofagus dan faring hilang karena dipakai untuk menjaga fungsi metabolisme dasar tetap berjalan. Karena itulah kamu perlu memastikan bahwa asupan air saat malam hari benar-benar mencukupi untuk meminimalkan efek kering yang menjengkelkan ini, ya.
3. Pemilihan menu sahur yang terlalu asin

Apa yang kamu makan saat dini hari sangat menentukan bagaimana kondisi tenggorokanmu hingga waktu berbuka tiba. Makanan yang tinggi kadar garam atau natrium cenderung menarik cairan keluar dari sel-sel tubuh melalui proses osmosis. Kalau kamu mengonsumsi makanan instan atau gorengan yang terlalu asin saat sahur, jangan kaget jika rasa haus menyerang lebih cepat daripada biasanya, lho.
Garam berlebih akan membuat tubuh mengirimkan sinyal ke otak untuk terus mencari air guna menyeimbangkan kadar elektrolit. Karena kamu gak bisa minum saat puasa, sinyal ini akan terus aktif dan menyebabkan tenggorokan terasa seperti terbakar atau sangat kering. Membatasi bumbu penyedap rasa yang berlebihan tentu jadi kunci untuk menjaga tenggorokan tetap nyaman sepanjang hari.
4. Kebiasaan bernapas melalui mulut

Tanpa disadari, gak sedikit orang yang sering bernapas melalui mulut, terlebih saat merasa lelah atau sedang mengalami hidung tersumbat. Udara yang masuk melalui mulut gak melalui proses penyaringan dan pelembapan alami seperti saat melalui hidung. Hal ini menyebabkan udara luar yang kering langsung mengenai dinding tenggorokan dan menguapkan sisa-sisa kelembapan yang tersisa di sana.
Menghirup udara kering secara terus-menerus akan mengiritasi lapisan mukosa dan membuat tenggorokan terasa gatal serta tak nyaman. Bernapas lewat mulut dalam waktu lama jadi pemicu utama iritasi tenggorokan non-infeksi yang sering diabaikan, lho. Pastikan kamu selalu berusaha bernapas melalui hidung agar udara yang masuk ke sistem pernapasan sudah dalam kondisi lembap dan hangat, ya.
5. Pengaruh paparan kafein yang berlebihan

Bagi pecinta kopi atau teh, mengonsumsi minuman berkafein saat sahur mungkin terasa seperti keharusan agar tak mengantuk saat bekerja. Namun, kafein memiliki sifat diuretik yang mendorong tubuh untuk membuang cairan lebih sering melalui urine. Hal ini secara tak langsung mempercepat proses dehidrasi dan membuat cadangan air dalam tubuh menipis sebelum waktu berbuka tiba.
Zat diuretik bisa memicu hilangnya kelembapan pada jaringan lunak di mulut dan tenggorokan. Jika kamu meminum kopi hitam pekat saat sahur, efeknya akan terasa beberapa jam kemudian saat tenggorokan mulai terasa serak dan haus luar biasa. Jadi, sebaiknya ganti pilihan minumanmu dengan air putih atau jus buah tanpa gula tambahan untuk tingkat hidrasi yang lebih tahan lama.
Intinya, jawaban atas pertanyaan kenapa tenggorokan terasa kering saat puasa tentu melibatkan kombinasi antara faktor biologis alami tubuh dan kebiasaan harian kamu sendiri. Menjaga kenyamanan selama bulan suci memang membutuhkan strategi yang tepat dalam mengatur pola makan dan minum saat malam hari. Jangan biarkan rasa gak nyaman menghalangi kekhusyukan ibadah dan produktivitas yang sedang kamu jalani dengan penuh keikhlasan, ya.
Referensi:









![[QUIZ] Minuman Buka Puasa Favoritmu Bisa Ungkap Karaktermu](https://image.idntimes.com/post/20260219/upload_084761a77d26204b48ce054292396b9a_ad1291ec-bf47-47e1-8742-993cf5d9bf81.jpg)








