"Digestive Issues in Ramadan: Causes, Prevention & Remedies". Dr. Fajer. Diakses pada Februari 2026.
"Ramadan Nutrition: 20 Mistakes to Avoid for a Healthy Fast". Dr. Sumaiya. Diakses pada Februari 2026.
5 Kesalahan Memilih Takjil yang Bikin Perut Cepat Kembung

Takjil sering menjadi pilihan pertama saat buka puasa, terutama saat Ramadan, karena rasanya ringan, praktis, dan mudah ditemukan di mana saja. Namun, tidak semua takjil ramah bagi sistem pencernaan, terutama ketika perut kosong setelah berjam-jam tidak menerima asupan. Kombinasi gula tinggi, lemak, serta gas dari minuman tertentu dapat membuat lambung bekerja lebih berat dari biasanya.
Kondisi tersebut kerap memicu rasa penuh, begah, hingga kembung yang muncul tidak lama setelah berbuka. Supaya takjil tetap memberi energi saat buka puasa tanpa menimbulkan keluhan, penting memahami kesalahan yang sering terjadi saat memilihnya. Berikut penjelasannya.
1. Mengonsumsi gorengan sebagai makanan pertama saat buka puasa

Gorengan memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi, terutama karena proses pengolahan menggunakan minyak panas berulang. Lemak jenis ini membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibanding karbohidrat sederhana. Saat dikonsumsi ketika lambung masih kosong, kerja pencernaan menjadi lebih berat sehingga muncul sensasi penuh dan begah. Minyak yang terserap juga dapat memperlambat pengosongan lambung. Kondisi tersebut membuat gas lebih mudah terperangkap di saluran cerna.
Selain itu, proses penggorengan sering menghasilkan senyawa oksidatif yang dapat mengiritasi lapisan lambung. Iritasi ringan ini merangsang produksi asam lambung lebih tinggi dari normal. Akibatnya, perut terasa tidak nyaman dan cepat kembung setelah makan. Efeknya akan semakin terasa jika gorengan dimakan dalam jumlah banyak sekaligus. Karena itu, sebaiknya gorengan tidak dijadikan menu pertama saat berbuka.
2. Memilih minuman berkarbonasi saat perut kosong

Minuman bersoda mengandung karbon dioksida terlarut yang langsung berubah menjadi gas di dalam lambung. Ketika diminum saat perut kosong, gas tersebut meningkatkan tekanan di dalam saluran cerna. Hal inilah yang menyebabkan perut terasa cepat penuh meskipun volume minuman tidak banyak. Sensasi sendawa pun sering muncul sebagai respons tubuh untuk mengeluarkan gas berlebih. Namun, tidak semua gas bisa dikeluarkan dengan mudah.
Sebagian gas akan tetap tertahan di lambung atau usus dan menimbulkan kembung. Kandungan gula tinggi dalam minuman bersoda juga memperlambat pengosongan lambung. Proses ini membuat rasa penuh bertahan lebih lama. Jika dikonsumsi berulang setiap hari, keluhan bisa menjadi lebih sering muncul. Karena itu, air putih atau minuman hangat lebih aman sebagai pilihan awal saat buka puasa.
3. Mengonsumsi takjil yang sangat manis dalam jumlah besar

Takjil seperti kolak, sirup, atau es campur biasanya mengandung gula sederhana dalam kadar tinggi. Gula jenis ini cepat diserap sehingga memicu lonjakan kadar gula darah secara mendadak. Saat kadar gula meningkat cepat, tubuh merespons dengan melepaskan insulin dalam jumlah besar. Proses ini dapat memperlambat gerakan lambung sementara waktu. Akibatnya, makanan bertahan lebih lama di saluran cerna.
Penumpukan makanan yang belum tercerna sempurna memicu pembentukan gas di usus. Gas tersebut menimbulkan sensasi kembung dan tidak nyaman. Selain itu, gula tinggi juga dapat menarik cairan ke dalam usus, sehingga meningkatkan fermentasi oleh bakteri. Proses fermentasi inilah yang semakin memperparah produksi gas. Mengonsumsi makanan manis secara bertahap dapat membantu mengurangi efek tersebut.
4. Langsung mengonsumsi makanan pedas atau asam

Makanan pedas dan asam dapat merangsang produksi asam lambung lebih tinggi dari kondisi normal. Ketika lambung masih kosong, peningkatan asam ini dapat mengiritasi dinding lambung. Iritasi membuat otot lambung berkontraksi lebih kuat. Kontraksi berlebihan inilah yang sering menimbulkan sensasi nyeri, perih, serta kembung. Gejala biasanya muncul tidak lama setelah makan.
Selain itu, makanan pedas dapat mempercepat gerakan usus secara tidak teratur. Kondisi ini menyebabkan gas lebih mudah terbentuk dan terperangkap. Pada sebagian orang, efeknya bisa berupa perut terasa panas dan tidak nyaman. Jika dikonsumsi terus-menerus saat berbuka, keluhan dapat semakin sering muncul. Karena itu, makanan jenis ini sebaiknya tidak menjadi menu awal takjil.
5. Kurang minum air atau makan terlalu cepat saat berbuka

Kurangnya asupan air membuat proses pencernaan menjadi kurang optimal. Cairan diperlukan untuk melunakkan makanan dan membantu pergerakan di saluran cerna. Tanpa cukup air, makanan bergerak lebih lambat sehingga meningkatkan risiko kembung. Kondisi ini semakin terasa jika makanan yang dikonsumsi tinggi gula atau lemak. Sistem pencernaan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengolahnya.
Selain itu, makan terlalu cepat menyebabkan udara ikut tertelan bersama makanan. Udara yang masuk akan berkumpul di lambung dan memicu rasa penuh. Kebiasaan ini sering tidak disadari karena terjadi saat berbuka dalam kondisi sangat lapar. Jika dilakukan berulang, keluhan kembung bisa muncul hampir setiap hari. Makan secara perlahan serta cukup minum air dapat membantu mencegahnya.
Memilih takjil yang tepat membantu tubuh beradaptasi kembali setelah berpuasa tanpa menimbulkan keluhan pencernaan. Perut kembung sering muncul bukan karena jumlah makanan, melainkan jenis serta cara mengonsumsinya. Jika sudah mengetahui kesalahan yang sering terjadi, takjil apa yang akan dipilih agar berbuka tetap nyaman?
Referensi




![[QUIZ] Cara Kamu Ngemil di Kantor Ungkap Risiko Kesehatanmu](https://image.idntimes.com/post/20250528/pexels-tima-miroshnichenko-7046987-67104491522800a41320892f42e2df36-f4af38417973c0b7e31a66a16d8b1688.jpg)









![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Alasan Sebenarnya Kamu Sering Skip Lari](https://image.idntimes.com/post/20250526/screenshot-2025-05-26-202731-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-7422b41e54400dd88dbc0d0b616d345d.png)



![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Kondisi Mentalmu dari Musik Kamu Sebelum Tidur](https://image.idntimes.com/post/20250531/happy-young-woman-listening-music-bed-23-2147987843-d1d5b73e706dec953faaf651f6eb0051-040c38836cbed3098e7d1f34d34544ca.jpg)