ilustrasi ketumbar (unsplash.com/Goh Rhy Yan)
Ketumbar termasuk rempah lama yang sering dipakai untuk marinasi daging kambing karena aromanya mampu mengurangi bau khas daging merah. Tidak banyak yang tahu bahwa ketumbar juga membantu produksi enzim pencernaan sehingga makanan berlemak lebih mudah diolah tubuh. Efek ini membuat perut terasa lebih nyaman setelah makan kambing dalam porsi cukup besar. Karena aromanya tidak terlalu tajam, ketumbar cocok dipakai pada berbagai jenis masakan kambing, mulai dari sate hingga sup.
Ketumbar yang disangrai sebentar biasanya menghasilkan aroma lebih keluar dibanding langsung dihaluskan mentah. Cara ini juga membantu bumbu lebih mudah meresap ke serat daging kambing. Ketumbar sering dipadukan dengan bawang putih dan sedikit air jeruk agar lapisan lemak pada permukaan daging terasa tidak terlalu pekat. Hasil akhirnya membuat olahan kambing tetap gurih, tetapi tidak cepat menimbulkan rasa enek setelah makan.
Mengolah daging kambing ternyata bukan hanya soal rasa, tetapi juga cara membuat tubuh lebih nyaman setelah menyantapnya. Pemilihan rempah yang tepat membantu olahan kambing terasa lebih ringan tanpa harus menghilangkan cita rasa khasnya. Kalau rempah sederhana di dapur saja bisa membantu mengurangi rasa berat setelah makan kambing, rempah mana yang paling sering kamu pakai saat memasak?
Referensi
"Effect of Chinese traditional spices on the flavor compounds of stewed goat meat." Food Chemistry. Diakses pada Mei 2026
"Study on Ways to Improve the Quality of Black Goat Meat Jerky and Reduce Goaty Flavor through Various Spices." Food Science of Animal Resources. Diakses pada Mei 2026
"Optimum Additive Composition to Minimize Fat in Functional Goat Meat Nuggets: A Healthy Red Meat Functional Food." MDPI. Diakses pada Mei 2026