Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Benarkah Produksi Air Mata Menurun saat Kita Makin Tua?

Benarkah Produksi Air Mata Menurun saat Kita Makin Tua?
ilustrasi produksi air mata (pexels.com/www.kaboompics.com)
Share Article

Air mata tidak hanya muncul saat menangis, tetapi juga berperan menjaga permukaan mata tetap lembap, membersihkan kotoran, serta membantu melindungi mata dari iritasi dan infeksi. Seiring bertambahnya usia, tidak sedikit orang mulai mengeluhkan mata terasa kering, mudah perih, atau seperti ada pasir yang mengganjal.

Keluhan tersebut sering memunculkan anggapan bahwa produksi air mata pasti berkurang saat seseorang menua. Lalu, benarkah proses penuaan memang memengaruhi produksi air mata?

1. Produksi air mata memang dapat menurun seiring bertambahnya usia

ilustrasi air mata
ilustrasi air mata (pexels.com/Alex Green)

Seiring bertambahnya usia, kelenjar lakrimal yang bertugas menghasilkan sebagian besar air mata dapat mengalami penurunan fungsi. Akibatnya, jumlah air mata yang diproduksi pada sebagian orang menjadi lebih sedikit dibanding saat masih muda. Perubahan ini merupakan bagian dari proses penuaan alami, meskipun tingkat penurunannya tidak selalu sama pada setiap orang. Ada yang mulai merasakan keluhan pada usia paruh baya, tetapi ada pula yang baru mengalaminya ketika usia sudah lebih lanjut.

Penurunan produksi air mata juga tidak selalu langsung menimbulkan gejala. Sebagian orang baru menyadarinya ketika mata mulai terasa cepat lelah saat membaca, bekerja di depan komputer, atau berada di ruangan berpendingin udara. Kondisi tersebut terjadi karena permukaan mata tidak lagi mendapatkan kelembapan yang cukup sepanjang waktu. Itulah sebabnya, mata kering lebih sering ditemukan pada kelompok usia lanjut dibanding usia muda.

2. Bukan hanya jumlah air mata, kualitasnya juga ikut berubah

ilustrasi air mata
ilustrasi air mata (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Air mata tersusun atas tiga lapisan utama, yaitu lapisan minyak, air, dan mukus. Ketiga lapisan tersebut bekerja sama menjaga permukaan mata tetap lembap dan membuat air mata tidak mudah menguap. Seiring bertambahnya usia, perubahan dapat terjadi bukan hanya pada jumlah air mata, tetapi juga pada komposisinya. Akibatnya, air mata menjadi lebih cepat menguap meskipun produksinya belum berkurang secara drastis.

Perubahan ini menjelaskan mengapa ada orang yang tetap mengeluarkan air mata, tetapi masih merasakan mata kering. Kondisi tersebut sering disebut sebagai gangguan kualitas lapisan air mata, bukan semata-mata karena jumlah air mata terlalu sedikit. Faktor ini juga membuat penanganan mata kering tidak selalu sama pada setiap orang. Dokter biasanya akan menilai penyebabnya terlebih dahulu sebelum menentukan terapi yang sesuai.

3. Perubahan hormon ikut memengaruhi kelembapan mata

ilustrasi air mata
ilustrasi air mata (pexels.com/www.kaboompics.com)

Perubahan hormon merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesehatan permukaan mata, terutama pada perempuan setelah menopause. Penurunan kadar hormon estrogen dan androgen diketahui dapat memengaruhi fungsi kelenjar yang berperan dalam pembentukan lapisan air mata. Akibatnya, mata menjadi lebih mudah terasa kering atau tidak nyaman, terutama saat beraktivitas dalam waktu lama.

Meski demikian, bukan berarti semua perempuan setelah menopause pasti mengalami mata kering. Keluhan ini juga dapat terjadi pada laki-laki, meskipun mekanismenya bisa berbeda. Selain usia dan hormon, kondisi kesehatan tertentu maupun penggunaan obat-obatan juga dapat ikut berperan. Karena itu, munculnya mata kering tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai bagian normal dari penuaan tanpa dilakukan evaluasi lebih lanjut jika keluhannya sama.

4. Kebiasaan sehari-hari dapat memperparah mata kering

ilustrasi melihat ponsel
ilustrasi melihat ponsel (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Pertambahan usia bukan satu-satunya penyebab mata terasa kering. Kebiasaan menatap layar komputer atau ponsel terlalu lama dapat membuat frekuensi berkedip berkurang sehingga air mata lebih cepat menguap. Paparan pendingin ruangan, asap rokok, angin yang kencang, hingga penggunaan lensa kontak juga dapat memperberat keluhan, terutama pada orang yang memang sudah mengalami penurunan produksi air mata.

Karena itu, keluhan mata kering sering muncul akibat gabungan beberapa faktor sekaligus. Seseorang yang berusia lanjut dan bekerja berjam-jam di depan komputer misalnya, berisiko mengalami gejala lebih berat dibanding mereka yang memiliki aktivitas visual lebih ringan. Mengenali kebiasaan yang dapat memperburuk kondisi mata menjadi langkah penting agar keluhan tidak semakin sering muncul. Perubahan sederhana dalam aktivitas sehari-hari sering kali memberikan manfaat yang cukup berarti.

5. Mata kering tidak boleh dianggap sebagai hal yang pasti terjadi karena usia

ilustrasi mata manusia
ilustrasi mata manusia (unsplash.com/Amanda Dalbjörn)

Banyak orang memilih membiarkan mata kering karena menganggap kondisi tersebut merupakan bagian yang tidak bisa dihindari dari proses penuaan. Padahal, keluhan yang berlangsung terus-menerus dapat mengganggu aktivitas, mulai dari membaca, menyetir, hingga menggunakan komputer dalam waktu lama. Pada beberapa kasus, mata kering yang tidak ditangani juga dapat meningkatkan risiko iritasi pada permukaan mata. Karena itu, gejala yang menetap sebaiknya tidak diabaikan.

Jika mata sering terasa perih, berair berlebihan, sensitif terhadap cahaya, atau penglihatan sesekali tampak buram, pemeriksaan ke dokter mata dapat membantu menemukan penyebabnya. Penanganan yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing, misalnya melalui penggunaan air mata buatan, perubahan kebiasaan, atau terapi lain bila diperlukan. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang keluhan dapat dikendalikan. Dengan begitu, kualitas penglihatan dan kenyamanan mata tetap terjaga meski usia terus bertambah.

Produksi air mata memang dapat menurun seiring bertambahnya usia, tetapi kondisi ini tidak dialami semua orang dengan tingkat yang sama. Selain proses penuaan, kualitas air mata hingga kebiasaan sehari-hari juga memengaruhi kelembapan mata. Jika mata mulai sering terasa kering atau tidak nyaman, sudahkah kamu mencari tahu apa penyebabnya?

Referensi

"How Aging Affects Tear Production and Eye Health."Jefferey Joseph. Diakses pada Juli 2026

"Aging: A Predisposition to Dry Eyes." Journal of Ophthalmology. Diakses pada Juli 2026

"Tear film evaporation—Effect of age and gender." Contact Lens and Anterior Eye. Diakses pada Juli 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More