Pernahkah kamu tiba-tiba membentak seseorang hanya karena perut keroncongan? Atau mungkin kamu merasa seluruh dunia terasa menyebalkan saat mata sudah berat karena kantuk? Fenomena ini punya nama ilmiah, yaitu hangry (lapar + marah) dan sleepy-rage (ngantuk + murka).
Bukan cuma mitos, reaksi ini murni biologis dan tidak bisa dikendalikan sepenuhnya oleh kesadaran. Tubuh kita saat lapar atau ngantuk ternyata sedang dalam kondisi darurat kecil yang memicu amarah. Lalu, apa sebenarnya yang terjadi di dalam otak sehingga kita berubah menjadi monster pemarah?
Kenapa Kita Lebih Cepat Marah Kalau Lagi Lapar atau Ngantuk?

1. Kadar gula darah rendah, menghambat kerja korteks prefrontal pengendali emosi
Otak hanya menggunakan glukosa sebagai bahan bakar utama untuk menjalankan semua fungsinya. Menurut Henry Ford Health, saat lapar, gula darah turun drastis sehingga korteks prefrontal kehilangan energi untuk bekerja optimal. Bagian otak inilah yang biasanya bertugas menahan dorongan marah dan berpikir rasional sebelum bertindak.
Tanpa energi cukup, korteks prefrontal seperti petugas keamanan yang sedang tidur siang di posnya. Sinyal emosi dari amigdala (pusat amarah) pun langsung, meledak tanpa ada yang menyaringnya. Akibatnya, kamu meledak lebih cepat meski hanya karena masalah sepele seperti sendok jatuh.
2. Hormon stres kortisol dan adrenalin melonjak saat tubuh kekurangan energi
Tubuh menganggap kondisi lapar sebagai ancaman kelangsungan hidup yang serius layaknya diserang predator. Respons ini memicu kelenjar adrenal untuk membanjiri darah dengan kortisol dan adrenalin dalam jumlah besar. Kedua hormon ini mempersiapkan tubuh untuk "lawan atau lari" dengan tingkat agresi yang tinggi.
Mengutip Patient Info, adrenalin yang melonjak membuat detak jantung cepat dan otot menegang seperti sedang marah. Kortisol pula menekan kemampuan otak untuk berpikir jernih dan memicu sifat impulsif. Kombinasi dua hormon inilah yang membuat kata-kata kasar meluncur begitu saja dari mulut kamu.
3. Kurang tidur menurunkan koneksi antara amigdala dan korteks prefrontal medial
Menyadur Televero Behavioral Health, saat ngantuk berat, amigdala menjadi sangat aktif hingga 60 persen lebih responsif terhadap rangsangan negatif. Penelitian pencitraan otak membuktikan bahwa kurang tidur memutus komunikasi efektif antara amigdala dan korteks prefrontal medial. Korteks prefrontal medial seharusnya menjadi rem yang menenangkan amigdala yang terlalu bersemangat.
Dengan koneksi yang putus, amigdala bebas membesar-besarkan setiap provokasi kecil seperti teriakan bayi atau suara ketukan meja. Otak kamu yang lelah, gagal membedakan antara ancaman nyata dan ketidaknyamanan biasa. Akibatnya, kamu marah kepada pasangan hanya karena ia bertanya kabar dengan nada yang sedikit datar.
4. Neurotransmiter serotonin dan dopamin menipis drastis saat lapar dan ngantuk
Mengutip Cleveland Clinic, serotonin adalah zat kimia otak yang bertugas menstabilkan suasana hati dan menekan agresivitas. Saat perut kosong atau tubuh kurang tidur, produksi serotonin turun hingga setengah dari kadar normal. Dopamin pun ikut menurun sehingga kamu kehilangan kemampuan merasakan kesenangan dari hal-hal kecil.
Turunnya dua neurotransmiter ini membuat dunia terasa kelabu dan tidak ada yang menyenangkan. Setiap interaksi sosial terasa seperti beban berat yang hanya ingin kamu hindari atau lawan. Kekurangan serotonin dan dopamin inilah yang membuat kamu tiba-tiba membentak pegawai restoran yang hanya terlambat membawakan air minum.
5. Sistem saraf simpatis mengambil alih kendali tubuh saat energi menipis
Sistem saraf simpatis adalah pengemudi mobil yang suka ngebut dan mudah membunyikan klakson. Saat lapar atau ngantuk, sistem parasimpatis (pengemudi santai) kehilangan kendali karena kekurangan energi. Sistem simpatis pun secara otomatis mengambil alih setir dan mengaktifkan mode "darurat" secara penuh.
Dalam mode darurat ini, tubuh menganggap setiap orang di sekitar sebagai potensi hambatan yang mengancam. Napas menjadi pendek, rahang mengeras, dan alis mengerut tanpa kamu sadari. Kamu pun siap berkelahi dengan siapa pun hanya karena mereka berjalan terlalu lambat di trotoar.
Jadi, kalau tiba-tiba sensi sama gebetan cuma karena telat dibalas chat pas lagi lapar, santai aja dulu. Itu cuma otak dan hormon kamu yang lagi kacau, bukan karena kamu orangnya pemarah banget. Cobain deh makan dulu atau tidur sebentar, pasti dunia langsung balik cerah lagi.