Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mandaya Royal Hospital Puri Buka Pusat Perawatan Kanker Baru

Mandaya Royal Hospital Puri Buka Pusat Perawatan Kanker Baru
Mandaya Royal Hospital Puri buka pusat perawatan kanker terbaru pada Sabtu (11/2). (Dok. Mandaya Royal Hospital Puri)

Sebagai salah satu pusat kesehatan di Indonesia, Mandaya Royal Hospital Puri (MRHP) ingin membantu para pasien kanker dalam menjalani masa-masa sulitnya. Oleh sebab itu, pada Sabtu (11/2/2023), MRHP membuka pusat perawatan kanker terbaru dengan teknologi dan fasilitas yang mutakhir. Mari simak fakta selengkapnya!

"Menambah pelayanan di MRHP yang amat penting, banyak membantu masyarakat kita yang sangat memerlukan ... Metode dan teknologi sudah canggih sehingga prognosis jadi lebih baik," tutur Group CEO MRHP, Dr. Anastina Tahjoo.

MRHP menyediakan 160 tim spesialis

ilustrasi dokter (freepik.com/8photo)
ilustrasi dokter (freepik.com/8photo)

Dalam peresmian pusat pengobatan kanker tersebut, Presiden Direktur MRHP, dr. Benedictus R. Widaja, MBChB, mengatakan bahwa MRHP terus berkomitmen dengan memunculkan terobosan dan inovasi terbaru untuk membantu para pasien kanker di masa sulit, dari kamar hingga ruang tunggu yang nyaman.

"Bukan mencegah pasien tidak ke luar negeri, melainkan pasien di Indonesia bisa mendapatkan pelayanan terbaik sesuai dengan kebutuhan dan setara atau lebih baik dari luar negeri," kata Benedictus.

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa MRHP memiliki 160 tim dokter yang mencakup 138 spesialis, 51 sub-spesialis, dan 80 jenis spesialis serta sub spesialis. Hasilnya, Benedictus mengklaim bahwa MRHP sudah menangani lebih dari 85.000 pasien dan lebih dari 2.500 prosedur, baik dari luar kota hingga luar negeri.

Satu-satunya rumah sakit dengan kedokteran nuklir di Banten

"Semua pejuang kanker dan keluarga pasti mengalami masa sulit dan Mandaya ingin menjadi teman dan tempat untuk berjuang bersama, memberikan pelayanan yang berpusat ke kebutuhan pasien dan keluarga," ujar Benedictus.

Berbagai inovasi yang telah diciptakan oleh MRHP. Rumah sakit yang terletak di Tangerang tersebut adalah satu-satunya rumah sakit di Banten dengan kedokteran nuklir SPECT-CT untuk diagnosis dan terapi nuklir, serta thyroid radioablation untuk pasien kanker tiroid dan hipertiroid tanpa operasi.

"Ruangan ini nyaman dan dilengkapi teknologi terbaru, termasuk robot dokter untuk telekonsultasi," imbuh Benedictus.

Dari segi perawatan paliatif, tim perawatan paliatif MRHP siap mendampingi pasien dan keluarga, di rumah sakit hingga di kediaman pasien.

Dari Cleveland Clinic sampai GE Healthcare, investasi tak murah oleh MRHP

Dengan tim onkologi yang berjumlah 29 dokter, MRHP bekerja sama dengan Cleveland Clinic. Hal ini berarti MRHP memiliki akses pengetahuan ke sekitar 3.500 dokter spesialis dan 550 sub spesialis Cleveland Clinic.

Selain Cleveland Clinic, Benedictus membeberkan kontrak dengan institusi kesehatan Amerika Serikat (AS) lain, GE Healthcare, melalui investasi di bidang Advanced Diagnostics untuk pasien kanker Indonesia senilai lebih dari Rp152 miliar. Hal ini direalisasikan dengan alat GE Minitrace Qilin Cyclotron dan GE Discovery IQ Gen 2 PET CT.

"Kami bisa memproduksi zat radioisotop secara langsung yang penting untuk digunakan di alat PET CT ... Kami bisa mendeteksi penyebaran dan proses pemulihan kanker pasca hemoterapi," ujar Benedictus.

alat radioterapi Elekta Versa HD (Dok. Elekta)
alat radioterapi Elekta Versa HD (Dok. Elekta)

Kemudian, Benedictus juga mengatakan bahwa MRHP juga telah meneken investasi terbaru untuk perawatan radioterapi kanker, Advanced Radiotherapy Elekta Versa HD. Diharapkan hadir pada Mei–Juni 2023, alat ini didukung berbagai metode radioterapi terkemuka seperti:

  • Stereotactic Body Radiation Therapy (SBRT)
  • Intensity-Modulated Radiation Therapy (IMRT)
  • Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT)

Benedictus mengatakan bahwa bagi pasien kanker anak, radioterapi tidak dilakukan sekali atau dua kali sehingga penting untuk memastikan pengalaman nyaman untuk anak. Oleh karena itu, alat ini juga telah dilengkapi Full Immersive Ambient Experience yang menyediakan hiburan sehingga pasien merasa lebih nyaman dan lebih tenang.

"Karena radioterapi tidak hanya sekali, pasien anak bisa tetap tenang melalui proses sulit," imbuh Benedictus.

Memeriksa kanker payudara tidak sampai Rp1 juta!

alat AMULET Innovality oleh Fujifilm untuk mamografi (Dok. Fujifilm)
alat AMULET Innovality oleh Fujifilm untuk mamografi (Dok. Fujifilm)

Deteksi dini tetap menjadi bagian terpenting dalam penanganan kanker. Benedictus menyayangkan bahwa kebanyakan pasien kanker Indonesia saat ini datang saat kanker sudah mencapai stadium akhir, sehingga tingkat keberhasilan pengobatan dan kesintasan menjadi rendah.

"Kami ingin mengupayakan skrining kanker," ucap Benedictus.

Bagi kaum hawa, kanker payudara adalah salah satu yang paling umum ditemukan. Dalam kesempatan tersebut, Benedictus mengumumkan kampanye "40 Women, 40 Breast Cancer" yang dicanangkan oleh MRHP. Hanya dengan Rp549 ribu, para pasien bisa mengakses deteksi dini kanker payudara dengan 3D mamografi.

Teknologi 3D mamografi ini didukung Fujifilm AMULET Innovality sehingga hasil pindaian lebih jernih sehingga para dokter bisa menemukan kanker payudara di stadium dini. Selain itu, Benedictus menjamin bahwa desain Fit Sweet Paddle menjamin kenyamanan para pasien, dan fitur 3D Tomosynthesis bisa mengambil pindaian dari sudut berbeda, sehingga sel kanker kecil terlihat, menghasilkan deteksi kanker lebih akurat.

"Komitmen kami adalah meningkatkan akses ke layanan pengobatan kanker terbaik di Indonesia, tidak kalah dengan luar negeri. Bukan hanya akses pengobatan, melainkan juga bagaimana kami memberikan pengalaman kepada pasien kanker di masa sulit," tandas Benedictus.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Alfonsus Adi Putra
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Apakah Wasir Dapat Menyebabkan Disfungsi Ereksi?

07 Apr 2026, 23:14 WIBHealth