Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Amankah Makan Telur yang Cangkangnya Retak?

Amankah Makan Telur yang Cangkangnya Retak?
ilustrasi telur cangkang retak (unsplash.com/Zunaira Bilal Anjum)
Intinya Sih
  • Telur dengan cangkang retak berisiko terkontaminasi bakteri seperti Salmonella, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi jika retaknya sudah terjadi sebelum dibeli.
  • Mengonsumsi telur terkontaminasi dapat menyebabkan gejala seperti mual, diare, dan demam, terutama berbahaya bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan imun lemah.
  • Telur yang baru retak di rumah masih bisa dimakan jika segera disimpan di lemari es dan dimasak matang, sementara telur yang retak sejak di toko sebaiknya dibuang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Telur merupakan salah satu bahan makanan yang paling sering digunakan sehari-hari. Selain harganya relatif terjangkau, telur juga mudah diolah menjadi berbagai jenis masakan, mulai dari telur dadar sederhana hingga campuran dalam kue dan makanan lainnya. Kandungan proteinnya yang tinggi membuat telur menjadi pilihan favorit banyak orang untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.

Namun, tidak jarang kamu menemukan telur dengan kondisi cangkang yang retak, baik karena terbentur saat dibawa pulang dari pasar maupun akibat tekanan saat penyimpanan. Ini sering menimbulkan keraguan untuk mengonsumsinya.

Apakah telur dengan cangkang retak masih aman dikonsumsi, atau justru berisiko bagi kesehatan?

Pertanyaan ini penting untuk dipahami, karena kondisi cangkang telur berperan besar dalam melindungi isi telur dari kontaminasi.

Table of Content

1. Apakah telur yang retak aman untuk dikonsumsi?

1. Apakah telur yang retak aman untuk dikonsumsi?

Jawaban singkatnya: tidak!

Alasannya, bakteri dapat masuk ke dalam telur melalui retakan. Yang paling umum adalah Salmonella. Diperkirakan 1 dari setiap 20.000 telur terkontaminasi Salmonella. Namun, mengingat masalah pencernaan serius yang dapat terjadi jika kamu sakit karenanya, lebih baik berhati-hati daripada menyesal.

Terutama jika kamu tidak tahu kapan retakan itu terjadi atau bagaimana retakan itu muncul, sebaiknya buang saja. Namun, jika kamu secara tidak sengaja memecahkan telur dalam perjalanan pulang atau saat sudah sampai di rumah, kemungkinan telur masih aman dikonsumsi. Namun, segera keluarkan dari cangkangnya dan masukkan ke dalam wadah kedap udara yang tertutup rapat dan simpan di lemari es hingga dua hari. 

2. Apa risiko mengonsumsi telur yang rusak

Mengonsumsi telur yang terkontaminasi bakteri dapat membuat kamu mengalami gejala seperti mual, diare, kram perut, dan demam, yang dapat berlangsung selama 4 hingga 7 hari. Namun, anak-anak di bawah usia 5 tahun, orang dewasa di atas usia 65 tahun, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah mungkin berisiko lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit dan meninggal akibat keracunan makanan.

Mengingat potensi risikonya yang fatal, ada baiknya berhati-hati saat akan mengonsumsi telur.

3. Kapan aman mengonsumsi telur yang retak dan kapan tidak aman?

Ilustrasi telur cangkang retak.
ilustrasi telur cangkang retak (pexels.com/Ron Lach)

Berikut ini panduan untuk mencegah penyakit bawaan makanan dari telur yang retak:

  • Retakan dangkal atau retakan baru yang dibuat di rumah: Jika telur baru saja retak dan telah disimpan di lemari es, telur masih bisa dikonsumsi dengan catatan harus segera dikonsumsi. 
  • Telur sudah retak saat dibeli: Kamu tidak boleh membeli atau mengonsumsi telur yang retak sejak di toko karena tidak jelas berapa lama telur tersebut telah terpapar potensi kontaminasi dari Salmonella atau patogen lainnya.
  • Telur rebus yang retak saat dimasak: Jika telur menjadi retak saat direbus, maka telur ini umumnya aman asalkan telur tersebut bersih dan segar sejak awal, dan dimasak hingga suhu 71 derajat Celsius.
  • Telur rebus setengah matang yang retak saat dimasak: Sebagian besar telur rebus setengah matang memiliki kuning telur yang encer, yang sering kali berarti telur tersebut belum mencapai suhu 71 derajat Celsius dan mungkin mengandung bakteri.

4. Cara lain untuk mengetahui apakah telur yang retak masih aman untuk dikonsumsi

Jika kamu memiliki telur yang baru saja retak dan ingin memastikan telur tersebut aman untuk dikonsumsi, ada metrik lain yang dapat membantu kamu memutuskan:

  • Bau: Cara terbaik untuk mengetahui apakah telur sudah busuk adalah dengan mencium baunya. Telur busuk akan memiliki bau yang tidak sedap.
  • Petunjuk visual: Bagaimana tampilan telur juga dapat membantumu menentukan apakah telur tersebut aman dikonsumsi. Telur umumnya harus mempertahankan bentuknya, putih telur harus jernih, dan kuning telur harus berwarna kuning cerah. Telur yang terkontaminasi mungkin keruh, encer, atau berubah warna.
  • Uji apung: Setiap telur mengandung kantung udara kecil di ujung telur yang lebar, tepat di bawah cangkang. Inilah yang menciptakan bintik pipih di ujung telur rebus yang sudah dikupas. Seiring waktu, kelembapan dan karbon dioksida keluar melalui pori-pori cangkang sehingga lebih banyak udara masuk dan kantong udara tersebut membesar. Karena itu, telur yang lebih tua sering kali mengapung di air, sementara telur yang masih segar biasanya tenggelam. Namun, metode ini tidak selalu akurat karena faktor lain seperti ketebalan cangkang atau suhu juga dapat memengaruhi apakah telur mengapung atau tidak.

5. Cara menghindari telur retak

Cara terbaik untuk menghindari mengonsumsi telur yang retak adalah dengan memeriksanya terlebih dahulu sebelum membelinya. Biasakan untuk mengecek kondisi telur satu per satu, terutama bagian cangkangnya, untuk memastikan tidak ada retakan atau kerusakan. Dengan langkah sederhana ini, kamu bisa mengurangi risiko membeli telur yang sudah terkontaminasi atau kualitasnya kurang baik.

Pada akhirnya, keamanan telur retak sangat bergantung pada kondisi retaknya dan cara penanganannya. Jika retakan sangat kecil dan telur segera dimasak hingga matang, risikonya bisa diminimalkan. Namun, jika retakan cukup besar atau telur sudah lama disimpan, lebih aman untuk tidak mengonsumsinya demi menghindari risiko kontaminasi bakteri.

Referensi

Delish. Diakses pada April 2026. "How Bad Is It To Cook With A Slightly Cracked Egg?"

Eating Well. Diakses pada April 2026. "Is it Safe to Eat an Egg with a Small Crack in the Shell?"

Health. Diakses pada April 2026. "Is It Safe To Eat an Egg With a Crack In it?"

The Pioneer Woman. Diakses pada April 2026. "Is It Safe to Use and Eat a Cracked Egg?"

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More