ilustrasi kopi (unsplash.com/Christian Dala)
Kebiasaan minum kopi setelah makan sate kambing masih sering dipercaya dapat menetralkan lemak atau mencegah darah tinggi. Faktanya, kopi tidak bekerja seperti penawar otomatis setelah mengonsumsi makanan berlemak. Bagi sebagian orang, kafeina justru dapat membuat denyut jantung meningkat sementara waktu, terutama jika diminum berlebihan. Efek ini bisa membuat tubuh terasa tidak nyaman setelah makan besar.
Tubuh sebenarnya lebih membutuhkan air putih, sayuran, dan waktu istirahat cukup setelah menyantap makanan berat. Serat dari buah dan sayur membantu proses pencernaan berjalan lebih baik dibanding mengandalkan kopi manis berukuran besar. Selain itu, aktivitas ringan seperti berjalan santai setelah makan juga lebih bermanfaat untuk membantu tubuh tetap nyaman. Jadi, menjaga porsi makan tetap wajar jauh lebih penting daripada mencari “penetral” instan setelah makan kambing.
Mengonsumsi daging kurban sebenarnya tidak perlu ditakuti selama porsinya masih masuk akal dan cara memasaknya lebih sehat. Banyak mitos tentang kambing yang beredar turun-temurun ternyata tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta kesehatan. Setelah mengetahui penjelasannya, masih yakin daging kambing selalu jadi penyebab utama darah tinggi?
Referensi
"Goat Meat Does Not Cause Increased Blood Pressure". Asian-Australasian Journal of Animal Science. Diakses Mei 2026.
"Is Goat Meat Really the Cause of Hypertension?". IPB. Diakses Mei 2026.