Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Masih Takut Donor Darah? 5 Mitos Ini Perlu Kamu Tahu

Masih Takut Donor Darah? 5 Mitos Ini Perlu Kamu Tahu
ilustrasi melakukan donor darah (pexels.com/Manuel Camacho-Navarro)
Intinya Sih
  • Donor darah punya peran besar dalam menyelamatkan nyawa, tapi masih banyak orang ragu karena mitos seperti bisa bikin gemuk, lemas, atau menularkan penyakit.
  • Fakta medis menunjukkan donor darah aman dilakukan di fasilitas resmi dengan alat steril sekali pakai, dan tubuh mampu memulihkan volume darah secara alami setelah donor.
  • Selain membantu orang lain, donor darah juga bermanfaat bagi pendonor lewat pemeriksaan kesehatan rutin serta merangsang pembentukan sel darah baru untuk menjaga kebugaran tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang memiliki dampak besar bagi kehidupan orang lain. Setiap kantong darah yang didonorkan dapat membantu pasien yang menjalani operasi, korban kecelakaan, penderita penyakit tertentu, hingga ibu yang mengalami komplikasi saat melahirkan. Meski manfaatnya begitu besar, masih banyak orang yang ragu untuk mendonorkan darah karena berbagai informasi yang beredar di masyarakat.

Salah satu mitos yang paling sering terdengar adalah donor darah bisa membuat seseorang menjadi gemuk. Selain itu, ada pula anggapan bahwa donor darah menyebabkan tubuh lemas berkepanjangan, mengurangi jumlah darah secara permanen, atau bahkan membahayakan kesehatan. Padahal, sebagian besar informasi tersebut tidak sepenuhnya benar. Agar tidak salah paham, berikut lima mitos dan fakta seputar donor darah yang perlu diketahui.

1. Mitos: donor darah bikin gemuk

ilustrasi mendonorkan darah
ilustrasi mendonorkan darah (pexels.com/FRANK MERIÑO)

Banyak orang percaya bahwa setelah donor darah, nafsu makan akan meningkat sehingga berat badan ikut bertambah. Karena alasan ini, tidak sedikit yang enggan mendonorkan darah karena khawatir bentuk tubuhnya berubah.

Fakta:

Secara medis, donor darah tidak secara langsung menyebabkan kenaikan berat badan. Memang, setelah donor darah tubuh membutuhkan energi untuk memproduksi sel darah baru sehingga sebagian orang merasa lebih lapar dari biasanya. Namun, kenaikan berat badan hanya terjadi jika asupan kalori yang dikonsumsi melebihi kebutuhan tubuh dalam jangka panjang.

Artinya, jika pola makan tetap seimbang dan aktivitas fisik terjaga, donor darah tidak akan membuat seseorang menjadi gemuk. Faktor utama yang memengaruhi berat badan tetaplah pola makan, aktivitas harian, dan metabolisme tubuh.

2. Mitos: donor darah membuat tubuh selalu lemas

ilustrasi pemerikaan kesehatan
ilustrasi pemerikaan kesehatan (pexels.com/Thirdman)

Ketakutan lain yang sering muncul adalah anggapan bahwa donor darah akan membuat tubuh kehilangan banyak energi dan menjadi lemah dalam waktu lama.

Fakta:

Saat donor darah, tubuh memang kehilangan sekitar 350–450 mililiter darah, tergantung jenis donor yang dilakukan. Namun, tubuh manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk menggantikan volume darah yang hilang. Plasma darah bahkan dapat pulih dalam waktu relatif singkat setelah donor.

Sebagian pendonor mungkin merasa sedikit pusing atau lelah sesaat setelah proses donor, terutama jika kurang makan atau kurang istirahat sebelumnya. Namun kondisi tersebut biasanya bersifat sementara dan dapat diatasi dengan istirahat serta konsumsi cairan yang cukup.

3. Mitos: donor darah bisa menularkan penyakit

ilustrasi kantong darah
ilustrasi kantong darah (pexels.com/Lucas Oliveira)

Ada orang yang khawatir tertular penyakit saat melakukan donor darah karena jarum suntik yang digunakan dianggap tidak aman.

Fakta:

Proses donor darah di fasilitas resmi dilakukan dengan standar kesehatan yang ketat. Jarum dan peralatan yang digunakan bersifat steril serta hanya digunakan satu kali untuk setiap pendonor.

Karena menggunakan peralatan sekali pakai dan prosedur medis yang terkontrol, risiko penularan penyakit melalui proses donor darah praktis dapat dicegah. Oleh karena itu, donor darah di lembaga resmi merupakan aktivitas yang aman bagi pendonor.

4. Mitos: donor darah mengurangi darah dalam tubuh secara permanen

ilustrasi pengambilan darah
ilustrasi pengambilan darah (pexels.com/Tahir Xəlfə)

Sebagian orang beranggapan bahwa darah yang sudah didonorkan akan hilang selamanya sehingga tubuh menjadi kekurangan darah.

Fakta:

Tubuh manusia terus memproduksi sel darah baru setiap hari. Setelah donor darah, sumsum tulang akan bekerja menghasilkan sel darah merah untuk menggantikan yang hilang. Inilah alasan mengapa donor darah dapat dilakukan secara berkala dengan jeda waktu tertentu sesuai ketentuan kesehatan.

Justru proses regenerasi ini menunjukkan bahwa tubuh memiliki mekanisme alami untuk menjaga keseimbangan jumlah darah. Selama pendonor memenuhi syarat kesehatan dan mengikuti aturan donor yang berlaku, tubuh mampu beradaptasi dengan baik.

5. Mitos: donor darah tidak memberikan manfaat bagi pendonor

ilustrasi efek dari donor darah
ilustrasi efek dari donor darah (pexels.com/FRANK MERIÑO)

Banyak orang menganggap donor darah hanya bermanfaat bagi penerima darah dan tidak memberikan keuntungan apa pun bagi pendonornya.

Fakta:

Selain membantu menyelamatkan nyawa orang lain, donor darah juga memberikan manfaat bagi pendonor. Sebelum donor dilakukan, biasanya ada pemeriksaan kesehatan sederhana seperti pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, berat badan, dan kondisi kesehatan umum.

Donor darah juga dapat membantu merangsang pembentukan sel darah baru sehingga tubuh terus melakukan regenerasi darah secara alami. Meski donor darah bukanlah pengobatan atau terapi kesehatan, aktivitas ini dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang peduli terhadap kesehatan sekaligus bermanfaat bagi sesama.

Pada kenyataannya, donor darah merupakan aktivitas yang aman jika dilakukan di fasilitas resmi dan sesuai prosedur kesehatan. Selain membantu memenuhi kebutuhan stok darah, donor darah juga menjadi bentuk kontribusi nyata yang dapat menyelamatkan kehidupan orang lain.

Jadi, jika selama ini kamu ragu karena berbagai mitos yang beredar, mungkin sudah saatnya melihat donor darah berdasarkan fakta. Siapa tahu, satu kantong darah yang kamu sumbangkan hari ini bisa menjadi harapan bagi seseorang yang sedang berjuang untuk hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya

Related Articles

See More