American Academy of Dermatology Association, “8 Reasons Your Groin Itches and How to Get Relief,” diakses Agustus 2026.
Lidia Mínguez-Alarcón et al., “Type of Underwear Worn and Markers of Testicular Function among Men Attending a Fertility Center,” Human Reproduction 33, no. 9 (2018): 1749–56, https://doi.org/10.1093/humrep/dey259.
Kevin Campbell et al., “Garment Fit, Scrotal Thermoregulation, and Male Fertility Outcomes: A Narrative Review,” Translational Andrology and Urology (2026), https://doi.org/10.21037/tau-2026-1-0139.
Mayo Clinic, “Jock Itch: Symptoms and Causes,” diakses Agustus 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “What Causes Ringworm,” diakses Agustus 2026.
DermNet, “Textile Contact Dermatitis,” diakses Agustus 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Clinical Overview of Trichophyton mentagrophytes Genotype VII,” diakses Agustus 2026.
6 Kebiasaan Pakai Celana Dalam yang Berisiko bagi Laki-laki

Celana dalam yang terlalu ketat dapat meningkatkan gesekan dan mempertahankan panas serta kelembapan di selangkangan. Dampaknya terhadap kesuburan ada sinyal, tetapi buktinya belum cukup untuk menyatakan celana ketat menyebabkan infertilitas.
Bertahan dengan celana dalam basah oleh keringat dan jarang menggantinya menciptakan kondisi yang disukai jamur penyebab jock itch.
Pilih celana dalam yang ukurannya pas, memungkinkan kulit tetap kering, ganti setidaknya setiap hari dan setelah banyak berkeringat, serta jangan berbagi pakaian dalam.
Celana dalam yang terlalu ketat, lembap, atau jarang diganti dapat meningkatkan panas, gesekan, dan kelembapan di area selangkangan. Kondisi ini dapat memicu iritasi kulit dan mendukung pertumbuhan jamur. Pada laki-laki, panas berlebih di sekitar testis juga dapat memengaruhi produksi sperma.
Laki-laki sangat dianjurkan menjaga area genital tetap kering, tidak terlalu tertekan, dan bebas iritasi. Langkah-langkahnya bisa dengan menghindari kebiasaan berisiko di bawah ini.
Table of Content
1. Memakai celana dalam terlalu ketat sepanjang hari
Celana dalam yang menekan selangkangan dapat meningkatkan gesekan antara kain dan kulit. Kondisi panas dan lembap yang terbentuk juga menguntungkan jamur penyebab tinea cruris atau jock itch. Infeksi ini terutama berkembang pada kulit hangat dan lembap yang tertutup pakaian ketat.
Bagaimana dengan sperma?
Testis berada di skrotum karena produksi sperma berlangsung optimal pada suhu beberapa derajat lebih rendah daripada suhu inti tubuh. Penelitian terhadap 656 laki-laki yang datang ke klinik fertilitas menemukan mereka yang paling sering memakai bokser memiliki konsentrasi sperma sekitar 25 persen lebih tinggi dan jumlah sperma total sekitar 17 persen lebih tinggi dibanding laki-laki yang tidak biasa memakai bokser.
Namun, penelitian tersebut bersifat observasional sehingga tidak membuktikan celana ketat sebagai penyebab penurunan sperma. Para peserta juga berasal dari pasangan yang mencari perawatan fertilitas.
Tinjauan ilmiah pada 2026 menyimpulkan bahwa pakaian yang lebih ketat memang dapat sedikit meningkatkan suhu skrotum dan beberapa penelitian menemukan perbedaan parameter sperma, tetapi hasil studi masih tidak konsisten dan belum ada bukti kuat bahwa jenis celana dalam menentukan peluang terjadinya kehamilan.
Pilihlah ukuran celana dalam yang tidak terlalu ketat atau menimbulkan gesekan berulang. Bagi laki-laki yang sedang merencanakan kehamilan, mengurangi paparan panas berlebih pada skrotum bisa membantu, meskipun ini bukan pengobatan infertilitas.
2. Celana dalam yang basah setelah berkeringat tidak segera diganti
Selesai olahraga, celana dalam mungkin cuma terasa sedikit lembap sehingga tidak segera diganti. Namun, ini berisiko bagi kulit selangkangan.
Jamur dermatofita penyebab jock itch berkembang baik pada lingkungan yang hangat dan lembap. Orang yang banyak berkeringat memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi ini.
Kelembapan ditambah gesekan juga dapat merusak lapisan terluar kulit. Akibatnya, selangkangan terasa perih, gatal, atau mengalami ruam.
Setelah olahraga atau aktivitas yang membuat tubuh banyak berkeringat, mandilah atau setidaknya keringkan selangkangan dan ganti dengan celana dalam bersih dan kering. Jangan menunggu sampai malam hanya karena celana belum berbau.
3. Tidak mengganti celana dalam setiap hari

ilustrasi celana dalam pria (magnific.com/mrsiraphol) Kain yang menempel sepanjang hari mengumpulkan keringat, sel kulit mati, dan mikroorganisme dari kulit. Memakainya kembali tanpa dicuci berarti area selangkangan kembali terpapar kelembapan dan kontaminasi dari pemakaian sebelumnya.
Kebiasaan tidak mengganti pakaian dalam setiap hari merupakan salah satu faktor risiko ringworm atau infeksi dermatofita. Jadi, ganti celana dalam (dan kaus kaki) setiap hari.
Pada orang yang banyak berkeringat, ganti celana dalam lebih dari sekali dalam sehari.
Jadi, selalu pakai celana dalam bersih setiap hari dan cuci sebelum dipakai kembali. Pakaian olahraga juga sebaiknya dicuci setelah setiap pemakaian
4. Langsung memakai celana dalam saat selangkangan masih basah
Mandi memang membersihkan keringat, tetapi buru-buru berpakaian ketika lipatan selangkangan belum benar-benar kering kembali menciptakan lingkungan lembap.
Kelembapan yang terperangkap di antara kulit, rambut, dan pakaian menyediakan kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur.
Setelah mandi maupun berolahraga, keringkan selangkangan dan paha pakai handuk bersih sebagai salah satu langkah pencegahan jock itch.
Tipsnya, keringkan lipatan selangkangan terlebih dahulu sebelum berpakaian. Gunakan handuk berbeda atau keringkan kaki paling akhir jika sedang mengalami athlete's foot, karena jamur dari kaki dapat berpindah ke selangkangan melalui tangan atau handuk.
5. Tetap memakai bahan yang membuat kulit iritasi
Celana dalam dapat memicu dermatitis kontak pada sebagian orang. Pemicunya dapat berasal dari bahan tekstil, pewarna, resin yang digunakan dalam pengolahan kain, karet atau elastik, hingga logam pada bagian tertentu pakaian.
Dermatitis yang dipicu bahan pakaian sering muncul di area yang banyak bersentuhan dengan pakaian dan berkeringat, termasuk selangkangan dan bokong. Gejalanya dapat berupa kulit merah, bersisik, dan gatal.
Bukan berarti semua bahan sintetis otomatis buruk. Kemampuan kain mengelola kelembapan berbeda menurut bahan dan konstruksinya, dan bukti klinis yang membandingkan semua jenis material celana dalam masih terbatas.
Jika gatal atau ruam terus muncul setelah memakai celana dalam tertentu, hentikan sementara penggunaannya. Pilih pakaian yang longgar, lembut, dan tidak membuat area tetap lembap.
Apabila keluhan terus berulang, pemeriksaan dokter kulit dapat membantu membedakan alergi, iritasi, infeksi jamur, dan kondisi lainnya.
6. Berbagi celana dalam atau pakaian yang belum dicuci

ilustrasi celana dalam laki-laki (pexels.com/cottonbro studio) Jamur penyebab ringworm tidak hanya berpindah melalui kontak langsung dengan kulit. Penularan juga dapat terjadi melalui benda yang terkontaminasi, termasuk pakaian dan handuk.
Berbagi atau saling meminjam celana dalam sangat tidak dianjurkan, terutama jika salah satu orang sedang mengalami ruam atau infeksi kulit. Hal serupa berlaku untuk menggunakan kembali celana dalam yang dipakai ketika mengalami jock itch tanpa mencucinya terlebih dahulu.
Ada dermatofita tertentu, termasuk Trichophyton mentagrophytes genotype VII, yang dapat menyebabkan infeksi berat di area genital dan dapat menyebar melalui pakaian atau barang pribadi yang terkontaminasi.
Yang bisa kamu lakukan adalah tidak tidak berbagi celana dalam dan handuk. Jika sedang mengalami infeksi jamur, pakaian, handuk, dan seprai perlu dicuci secara teratur sesuai petunjuk perawatan kain dan ikuti pengobatan dari dokter.
Pilih bokser atau brief?
Celana dalam yang sehat tidak harus selalu bokser, katun, atau model tertentu. Bagi kebanyakan laki-laki, prinsipnya ukuran pas namun tidak terlalu ketat, tidak menyebabkan gesekan, dan menjaga area selangkangan relatif kering.
Kalau tujuan utamanya kesuburan, memilih pakaian lebih longgar dapat mengurangi salah satu sumber panas pada skrotum, tetapi faktor fertilitas laki-laki jauh lebih luas. Merokok, obesitas, varikokel, obat tertentu, gangguan hormon, infeksi, usia, serta berbagai kondisi medis dapat memengaruhi kualitas sperma.
Sementara itu, ruam selangkangan yang sangat nyeri, menyebar, disertai luka atau demam, atau tidak membaik setelah pengobatan antijamur tanpa resep selama sekitar seminggu perlu diperiksakan ke dokter. Dermatitis, psoriasis, infeksi bakteri, dan infeksi menular seksual gejalanya bisa mirip.
Referensi










![[QUIZ] Apa Fitness Love Language Kamu? Jawab 1 Pertanyaan Ini](https://image.idntimes.com/post/20260715/upload_1f4fad55d736c0857d28717d4f5ad568_9f044a0b-3a74-43ca-bf9f-4bb408840b9c.png)







![[QUIZ] Dari Bentuk Fesesmu, Kami Bisa Tahu Kondisi Kesehatanmu](https://image.idntimes.com/post/20260718/upload_81eef7479c8aeb23b53726edf15fecd4_1085b833-0382-4947-ba19-8d7bad3edfd5.png)



