Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mat Pilates vs Yoga, Mana yang Lebih Nyaman bagi Pemula?

Mat Pilates vs Yoga, Mana yang Lebih Nyaman bagi Pemula?
ilustrasi mat pilates (pexels.com/Anna Shvets)
Intinya Sih
  • Mat pilates berfokus memperkuat otot inti, memperbaiki postur, dan meningkatkan kontrol gerakan; yoga memadukan gerakan, pernapasan, serta konsentrasi untuk keseimbangan tubuh dan pikiran.
  • Pilates menuntut aktivasi core dan kestabilan tulang belakang dalam gerakan berulang, sedangkan yoga menawarkan pose dinamis maupun statis dengan variasi aliran dan modifikasi bagi pemula.
  • Fleksibilitas bukan syarat awal untuk keduanya; pilihan latihan bergantung tujuan, dengan pilates untuk kekuatan inti dan yoga untuk aktivitas fisik, relaksasi, serta pengaturan napas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Belakangan ini semakin banyak orang mulai tertarik mencoba latihan yang berfokus pada gerakan tubuh tanpa harus mengangkat beban berat atau melakukan aktivitas berintensitas tinggi. Dua jenis latihan yang paling sering dipilih adalah mat pilates dan yoga karena sama-sama dapat dilakukan di atas matras serta mudah ditemukan di pusat kebugaran maupun kelas daring. Sekilas keduanya memang terlihat mirip, padahal tujuan latihan, teknik gerakan, hingga sensasi yang dirasakan tubuh selama berlatih memiliki banyak perbedaan.

Kalau baru ingin memulai olahraga, memahami karakter masing-masing latihan bisa membantu memilih kelas yang paling sesuai dengan kebutuhan. Berikut beberapa perbedaan mat pilates vs yoga yang perlu diketahui pemula.

1. Tujuan utama latihannya ternyata tidak sama

ilustrasi yoga
ilustrasi yoga (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Meski sama-sama dilakukan di atas matras, mat pilates dan yoga dikembangkan dengan tujuan yang berbeda. Mat pilates diciptakan oleh Joseph Pilates pada awal abad ke-20 sebagai latihan untuk memperkuat otot inti (core), memperbaiki postur tubuh, serta meningkatkan kontrol terhadap setiap gerakan. Hampir seluruh latihan dilakukan dengan menjaga otot perut, punggung, dan panggul tetap aktif sehingga tubuh belajar bergerak lebih stabil.

Sementara itu, yoga berasal dari tradisi kuno India yang menggabungkan gerakan tubuh, teknik pernapasan, serta latihan konsentrasi. Banyak kelas yoga memang membantu meningkatkan kekuatan dan kelenturan, tetapi latihan ini juga menekankan keseimbangan antara tubuh dan pikiran. Karena tujuan dasarnya berbeda, sensasi yang dirasakan setelah berlatih pun tidak selalu sama. Mat pilates biasanya membuat otot terasa bekerja lebih intens, sedangkan yoga sering memberikan efek tubuh yang lebih rileks setelah sesi selesai.

2. Gerakan mat pilates lebih banyak melatih otot inti

ilustrasi mat pilates
ilustrasi mat pilates (pexels.com/Ahmet Kurt)

Bagi pemula, perbedaan paling mudah dikenali ada pada jenis gerakannya. Dalam mat pilates, hampir setiap latihan melibatkan otot inti meskipun yang digerakkan adalah tangan atau kaki. Gerakan dilakukan secara perlahan dengan pengulangan tertentu sambil menjaga posisi tulang belakang tetap stabil. Itulah sebabnya latihan ini sering terasa lebih menantang daripada yang terlihat dari luar.

Yoga memiliki variasi gerakan yang jauh lebih beragam karena terdiri atas banyak aliran, seperti Hatha Yoga, Vinyasa Yoga, hingga Yin Yoga. Ada gerakan yang bersifat dinamis, tetapi ada pula pose yang dipertahankan selama beberapa tarikan napas untuk melatih keseimbangan, kelenturan, dan kesadaran terhadap posisi tubuh. Pemula yang masih memiliki fleksibilitas terbatas biasanya tetap bisa mengikuti kelas yoga karena banyak pose memiliki versi modifikasi.

3. Cara bernapas juga menjadi pembeda penting

ilustrasi yoga
ilustrasi yoga (unsplash.com/Kira Severinova)

Pernapasan memegang peranan besar dalam kedua-dua latihan ini, tetapi teknik yang digunakan tidak sama. Pada mat pilates, napas dimanfaatkan untuk membantu mengaktifkan otot inti dan menjaga kestabilan tubuh saat bergerak. Umumnya, tarikan napas dilakukan melalui hidung, kemudian diembuskan melalui mulut ketika memasuki bagian gerakan yang membutuhkan tenaga lebih besar.

Yoga menggunakan pola pernapasan yang lebih bervariasi tergantung pada jenis latihannya. Dalam banyak kelas, napas diusahakan tetap mengalir perlahan melalui hidung dan diselaraskan dengan perpindahan pose. Beberapa aliran yoga bahkan memiliki teknik pernapasan khusus atau pranayama, yaitu latihan mengatur napas untuk membantu meningkatkan fokus sekaligus memberikan efek relaksasi selama sesi berlangsung.

4. Tingkat kelenturan bukan syarat untuk memulai latihan

ilustrasi yoga
ilustrasi yoga (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Masih banyak orang menunda mencoba yoga atau mat pilates karena merasa tubuhnya kurang lentur. Padahal, fleksibilitas bukan syarat utama untuk mengikuti kedua latihan tersebut. Baik instruktur yoga maupun instruktur mat pilates biasanya menyediakan gerakan yang dimodifikasi sehingga pemula tetap bisa berlatih sesuai kemampuan masing-masing.

Seiring latihan yang dilakukan secara rutin, kelenturan, keseimbangan, dan kekuatan tubuh akan berkembang dengan sendirinya. Karena itu, tidak perlu memaksakan tubuh agar langsung mampu melakukan pose atau gerakan yang sulit. Berlatih secara bertahap justru membantu mengurangi risiko cedera sekaligus membuat teknik dasar lebih cepat dikuasai.

5. Kenyamanan latihan bergantung pada tujuan yang ingin dicapai

ilustrasi mat pilates
ilustrasi mat pilates (pexels.com/Anna Shvets)

Kalau tujuan utamanya adalah memperkuat otot inti, memperbaiki postur tubuh, atau membangun kontrol gerakan, mat pilates sering menjadi pilihan yang lebih sesuai. Latihan ini membuat otot bekerja secara konsisten meski gerakannya tampak sederhana. Tidak sedikit pemula yang baru menyadari intensitas mat pilates setelah mengikuti satu sesi penuh.

Sebaliknya, yoga lebih cocok bagi orang yang ingin memadukan aktivitas fisik dengan latihan relaksasi dan pengaturan napas. Variasi kelasnya juga sangat banyak sehingga pemula dapat memilih aliran dengan intensitas ringan sebelum mencoba yang lebih menantang. Pada akhirnya, latihan yang paling nyaman tidak ditentukan oleh mana yang lebih populer, melainkan oleh mana yang membuatmu merasa termotivasi untuk berlatih secara rutin.

Mat pilates vs yoga sama-sama menawarkan manfaat bagi kesehatan jika dilakukan dengan teknik yang benar dan sesuai kemampuan. Keduanya memiliki karakter latihan yang berbeda, sehingga pengalaman setiap orang bisa saja tidak sama. Kalau baru ingin mulai berolahraga, kamu lebih tertarik mencoba mat pilates atau yoga terlebih dahulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More