Donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang memiliki dampak besar bagi kehidupan orang lain. Setiap kantong darah yang didonorkan dapat membantu pasien yang menjalani operasi, korban kecelakaan, penderita penyakit tertentu, hingga ibu yang mengalami komplikasi saat melahirkan. Meski manfaatnya begitu besar, masih banyak orang yang ragu untuk mendonorkan darah karena berbagai informasi yang beredar di masyarakat.
Salah satu mitos yang paling sering terdengar adalah donor darah bisa membuat seseorang menjadi gemuk. Selain itu, ada pula anggapan bahwa donor darah menyebabkan tubuh lemas berkepanjangan, mengurangi jumlah darah secara permanen, atau bahkan membahayakan kesehatan. Padahal, sebagian besar informasi tersebut tidak sepenuhnya benar. Agar tidak salah paham, berikut lima mitos dan fakta seputar donor darah yang perlu diketahui.
