Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sering Lapar Saat Lihat Orang Lain Makan? Ini 5 Penyebabnya!

Sering Lapar Saat Lihat Orang Lain Makan? Ini 5 Penyebabnya!
Ilustrasi perempuan merasa lapar (pexels.com/Samson Katt)
Intinya Sih
  • Melihat orang lain makan bisa memicu lonjakan hormon ghrelin yang membuat tubuh merasa lapar meski perut kenyang, sebagai respons biologis alami manusia sejak zaman purba.
  • Otak manusia terlatih sejak kecil mengaitkan momen melihat orang makan dengan pengalaman menyenangkan, sehingga muncul rasa lapar otomatis meski tubuh tidak kekurangan energi.
  • Faktor sosial dan emosional seperti kebiasaan makan bersama serta kenangan positif terhadap makanan turut memperkuat dorongan lapar saat melihat atau menonton orang lain makan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernahkah kamu baru saja selesai makan dan merasa kenyang, tapi tiba-tiba lapar lagi hanya karena melihat teman di sebelahmu menyantap makanannya dengan lahap? Atau sedang asyik bekerja tanpa memikirkan makanan sama sekali, tapi begitu rekan kantormu membuka bekal makan siangnya, perutmu langsung berbunyi seolah belum makan seharian? Ternyata ini bukan sekadar "lapar mata", melainkan respons biologis dan psikologis yang sudah tertanam kuat dalam diri manusia sejak lama.

Para ilmuwan dan psikolog membuktikan bahwa rasa lapar tidak selalu datang dari perut yang kosong, melainkan bisa dipicu oleh berbagai rangsangan eksternal termasuk melihat orang lain makan. Ada mekanisme hormonal, insting purba, hingga kondisi sosial yang bekerja secara bersamaan di balik fenomena yang sangat relatable ini. Lalu, apa sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh dan otak kita saat melihat orang lain makan membuat kita tiba-tiba merasa lapar?

1. Hormon ghrelin langsung melonjak saat melihat makanan

Ilustrasi dua laki-laki sedang berbagi makanan
Ilustrasi dua laki-laki sedang berbagi makanan (pexels.com/Uriel Mont)

Sebuah studi dari Max Planck Institute of Psychiatry mengungkapkan bahwa melihat visual makanan yang lezat terbukti mampu memicu lonjakan hormon ghrelin dalam tubuh. Hormon ini diproduksi oleh lambung yang mempunyai tugas, yakni mengirimkan sinyal rasa lapar ke otak, sehingga kita merasa ingin makan walau perut sebenarnya sudah kenyang. Akibatnya, saat kita melihat orang lain makan secara langsung, kombinasi visual, aroma, dan suara hidangan tersebut akan menciptakan rangsangan lapar yang terasa nyata serta mendesak.

Terkait fenomena ini, ilmuwan Petra Schüssler menyarankan agar orang yang sedang menjaga berat badan sebaiknya mulai membatasi diri dari melihat gambar-gambar makanan yang menggugah selera. Secara historis, mekanisme tubuh yang sensitif terhadap makanan ini dulunya sangat membantu manusia purba untuk bertahan hidup di alam liar saat persediaan pangan belum pasti. Namun di era modern di mana akses kuliner sangat mudah ditemukan, dorongan alami tersebut justru sering kali menjadi penyebab utama mengapa kita makan secara berlebihan.

2. Efek pavlov: otak yang sudah terlatih sejak kecil

Ilustrasi perempuan meminta makanan temannya
Ilustrasi perempuan meminta makanan temannya (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Menurut Richard Stevenson, profesor psikologi dari Macquarie University, rasa lapar merupakan kondisi psikologis yang sangat dipengaruhi oleh isyarat lingkungan sekitar. Sejak kecil, otak kita terbiasa mengasosiasikan momen melihat orang lain makan dengan pengalaman menyenangkan seperti rasa nikmat dan kebersamaan. Respons otomatis ini mirip dengan teori efek Pavlov, di mana tubuh mempersiapkan diri untuk makan hanya karena melihat situasi yang sudah familier tersebut.

Lebih lanjut, Stevenson menegaskan bahwa munculnya nafsu makan sama sekali tidak selalu menunjukkan bahwa tubuh kita benar-benar sedang kekurangan energi atau kalori. Otak yang sudah terprogram sejak lama akan terus mengirimkan sinyal lapar secara otomatis meskipun kondisi fisik lambung sebenarnya masih sangat penuh. Fenomena psikologis inilah yang memicu alasan mengapa seseorang yang baru saja selesai makan bisa mendadak merasa lapar kembali hanya karena melihat temannya sedang menyantap hidangan.

3. Makan bersama sudah jadi tradisi sejak dulu

Ilustrasi makan bersama-sama
Ilustrasi makan bersama-sama (pexels.com/Bayu Franky)

Sebagai makhluk sosial, manusia itu dari zaman purba sudah terbiasa makan bersama-sama, lho. Menurut penelitian di jurnal Culture, Medicine, and Psychiatry, momen makan bersama ini bisa bikin kita merasa aman, nyaman, dan merasa punya teman. Makanya, saat kita melihat orang lain sedang asyik makan, otak kita otomatis ikut kepancing untuk ikutan makan juga supaya tidak merasa ditinggal sendirian.

Uniknya lagi, efek ini juga menjelaskan kenapa banyak orang suka nonton video mukbang pas lagi kesepian. Otak kita ternyata menganggap tontonan itu seperti sedang makan bareng teman di satu meja. Jadi, melihat orang lain makan itu bukan cuma soal perut yang mendadak keroncongan, tapi juga karena kita punya keinginan alami untuk merasakan kehangatan bersama orang lain.

4. Mata, hidung, dan telinga bisa bikin perut keroncongan

Ilustrasi perempuan sedang melihat makanan
Ilustrasi perempuan sedang melihat makanan (pexels.com/Mike Jones)

Menurut Medical News Today, otak kita itu punya insting alami untuk selalu peka terhadap makanan tinggi kalori di sekitar kita. Nah, pas kamu melihat orang lain lagi makan, otak langsung menerima serangan informasi dari berbagai indra sekaligus. Mata melihat tampilan makanannya yang lezat, hidung mencium aromanya yang wangi, bahkan telinga mendengar suara kunyahannya. Gabungan semua sensasi ini efeknya jauh lebih dahsyat memicu rasa lapar dibanding kalau kamu cuma membayangkan makanan sendirian.

Begitu menerima semua sinyal itu, otak bakal langsung menyuruh tubuh untuk bersiap-siap makan. Efeknya nyata banget, mulai dari air liur yang mendadak menetes, enzim pencernaan yang aktif, sampai perut yang rasanya kosong. Proses biologis inilah yang membuat kita merasa lapar tiba-tiba, padahal itu cuma reaksi tubuh terhadap pancingan dari luar. Jadi kalau kamu tergoda ikut makan, itu bukan karena kamu lemah iman ya, tapi karena kamu lagi melawan respons alami tubuh yang sudah terlatih sejak dulu!

5. Melihat orang makan bisa memancing memori indah masa lalu

Ilustrasi laki-laki sedang makan sambil menonton video mukbang
Ilustrasi laki-laki sedang makan sambil menonton video mukbang (pexels.com/Sóc Năng Động)

Menurut Center for Nutritional Psychology, kita itu diam-diam punya hubungan emosional yang kuat dengan visual makanan. Jadi, saat kamu melihat orang lain lagi asyik makan, otak kamu tidak cuma melihatnya sebagai pemandangan biasa. Otak bakal langsung menghubungkan momen itu dengan kenangan indah masa lalu, seperti serunya makan malam bareng keluarga, nongkrong sama teman, atau pas kamu lagi makan menu favoritmu. Memori manis inilah yang memicu keinginan kita untuk merasakan kebahagiaan yang sama, yang akhirnya diterjemahkan oleh otak menjadi rasa lapar.

Efek psikologis ini juga yang bikin kita betah banget mantengin video food vlog atau mukbang di media sosial meskipun perut kita tidak benar-benar kosong. Saat melihat influencer makan dengan lahap, otak kita otomatis mengaktifkan sistem reward alias pusat kesenangan yang sama seolah-olah kita sendiri yang sedang mengunyah makanan tersebut. Antisipasi rasa nikmat ini rasanya nyata banget dan bikin kita pengen ikutan makan saat itu juga. Jadi, kalau kamu mendadak lapar setelah berselancar di feed makanan, itu bukan karena kamu tidak bisa menahan diri ya, tapi karena otakmu memang sedang bekerja mendeteksi kebahagiaan!

Rasa lapar yang muncul saat melihat orang lain makan bukan tanda bahwa kamu tidak bisa mengendalikan diri, melainkan bukti bahwa tubuh dan otak manusia memiliki sistem yang sangat sensitif terhadap isyarat makanan di lingkungan sekitarnya, sebuah warisan evolusi yang pernah sangat berguna bagi nenek moyang kita. Memahami mekanisme biologis dan psikologis di balik fenomena ini bisa membantu kamu lebih bijak dalam merespons sinyal lapar yang datang bukan dari perut, melainkan dari mata dan otak. Jadi lain kali kamu tiba-tiba lapar hanya karena melihat teman makan, ingatlah bahwa kamu tidak sendirian karena semua orang mengalami hal yang persis sama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More