Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Kekuatan Otot Bisa Berbeda Setiap Hari?
Ilustrasi gerakan gym overhead tricep extension (magnific.com/magnific)
  • Kekuatan otot dapat berubah dari hari ke hari tanpa berarti massa atau hasil latihan hilang, terutama karena pemulihan otot setelah latihan sebelumnya belum optimal.

  • Kurang tidur, asupan karbohidrat, protein, dan cairan yang tidak cukup dapat menurunkan energi, mengganggu pemulihan, serta membuat beban latihan terasa lebih berat.

  • Stres mental dan waktu latihan turut memengaruhi performa; jika kelemahan menetap disertai nyeri, mati rasa, atau mengganggu aktivitas, konsultasikan kepada dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa bisa mengangkat beban dengan mudah saat latihan, tetapi beberapa hari kemudian kamu kesulitan mengangkat beban yang sama? Kondisi ini cukup umum dialami, bahkan oleh orang yang sudah rutin berolahraga.

Faktanya, kekuatan otot bisa berbeda setiap hari karena dipengaruhi berbagai faktor. Perkembangan kekuatan otot juga tidak selalu berjalan secara konsisten dari hari ke hari. Memahaminya membantu kamu menyesuaikan latihan tanpa perlu khawatir berlebihan ketika performa sedang menurun.

1. Otot belum pulih dari latihan sebelumnya

Latihan kekuatan memberikan tekanan pada otot yang kemudian memicu proses adaptasi selama masa pemulihan. Jika tubuh belum cukup beristirahat, kelelahan dari latihan sebelumnya dapat memengaruhi kemampuan otot menghasilkan tenaga.

Misalnya, kamu melakukan squat dengan beban berat pada hari Senin, lalu kembali melatih otot kaki esok harinya. Otot paha dan bokong mungkin masih mengalami kelelahan sehingga gerakan yang biasanya terasa mudah menjadi lebih berat.

Banyak orang membutuhkan waktu pemulihan sekitar 48 jam setelah latihan intensif yang melibatkan kelompok otot yang sama. Namun, kebutuhan tersebut bisa berbeda tergantung intensitas latihan, tingkat kebugaran, dan kondisi masing-masing individu.

2. Kualitas tidur memengaruhi kekuatan otot

Tidur memiliki peran penting dalam pemulihan otot setelah berolahraga. Selama tidur, tubuh menjalankan berbagai proses yang mendukung perbaikan jaringan, pengaturan hormon, dan pemulihan energi.

Ketika waktu tidur berkurang atau kualitasnya buruk, tubuh cenderung lebih mudah lelah. Akibatnya, beban yang biasanya mampu diangkat dengan nyaman bisa terasa lebih berat. Kurang tidur juga dapat memengaruhi konsentrasi dan motivasi selama latihan.

Satu malam kurang tidur memang tidak langsung menghilangkan kekuatan otot. Namun, jika berlangsung terus-menerus, performa olahraga dapat terganggu, proses pemulihan pun menjadi kurang optimal.

3. Asupan makanan dan cairan tidak mencukupi

ilustrasi laki-laki sedang minum (pexels.com/Mary Taylor)

Otot membutuhkan energi untuk bekerja, terutama ketika melakukan latihan intensitas tinggi. Salah satu sumber energi penting adalah glikogen, yaitu cadangan karbohidrat yang disimpan dalam otot dan hati.

Ketika cadangan glikogen berkurang, kamu mungkin lebih cepat lelah atau kesulitan mempertahankan intensitas latihan. Kondisi ini bisa terjadi ketika kamu melewatkan waktu makan atau tidak mendapatkan asupan karbohidrat yang cukup.

Selain karbohidrat, protein dibutuhkan untuk membantu perbaikan dan pembentukan jaringan otot. Kecukupan cairan juga penting karena dehidrasi dapat mengganggu fungsi otot. Jadi, perubahan kekuatan saat latihan terkadang berkaitan dengan apa yang kamu makan dan minum sepanjang hari. 

4. Stres mental ikut memengaruhi performa fisik

Kelelahan tidak selalu berasal dari aktivitas fisik. Tekanan pekerjaan, kecemasan, atau stres berkepanjangan juga dapat membuat latihan terasa lebih melelahkan daripada biasanya.

Stres mental dapat meningkatkan persepsi terhadap beratnya aktivitas fisik. Artinya, meskipun kemampuan otot tidak mengalami perubahan besar, kamu mungkin merasa perlu mengeluarkan usaha lebih banyak untuk menyelesaikan latihan yang sama.

Ketika sedang menghadapi banyak tekanan, tidak ada salahnya menurunkan intensitas latihan. Mempertahankan teknik gerakan yang benar dan memberikan kesempatan tubuh untuk pulih bisa lebih bermanfaat daripada memaksakan diri mengangkat beban maksimal.

5. Waktu latihan juga bisa membuat perbedaan

Kekuatan otot juga dipengaruhi jam biologis tubuh. Ritme sirkadian mengatur berbagai fungsi fisiologis selama sekitar 24 jam, termasuk suhu tubuh dan kesiapan fisik untuk beraktivitas.

Kekuatan otot sering mencapai puncaknya pada sore hingga malam hari, sekitar pukul 16.00–20.00. Perubahan suhu tubuh, aktivitas sistem saraf, dan metabolisme otot diduga ikut berperan dalam perbedaan tersebut.

Meski begitu, bukan berarti semua orang harus berolahraga pada sore hari. Waktu latihan yang paling baik tetap perlu disesuaikan dengan rutinitas dan kondisi tubuh. Konsistensi latihan dalam jangka panjang jauh lebih penting daripada memaksakan olahraga pada jam tertentu.

Jadi, kekuatan otot yang berbeda setiap hari merupakan hal normal. Satu sesi latihan yang terasa lebih berat tidak otomatis menunjukkan hilangnya massa atau kekuatan otot. Namun, jika kelemahan berlangsung terus-menerus, disertai nyeri, mati rasa, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Referensi

Human Movement. Diakses pada Oktober 2026. "Why Am I Stronger One Day and Weaker The Next?"

King’s College London. Diakses pada Oktober 2026. "Muscle Growth is Higher in The Daytime, Which is Regulated by The Biological Clock - New Study."

Lift beyond Limits. Diakses pada Oktober 2026. "Strength Training: Why Lifestyle Matters as Much as the Weights You Lift."

Curated For You

Editorial Team

Related Article