Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Perbedaan Pace dan Speed, Sering Disalahartikan Pelari

5 Perbedaan Pace dan Speed, Sering Disalahartikan Pelari
ilustrasi smartwatch (unsplash.com/Tim Foster)
Intinya Sih
  • Pace mengukur waktu tempuh per kilometer atau mil dalam menit, sedangkan speed mengukur kecepatan gerak dalam km/jam.
  • Angka pace yang lebih kecil menandakan lari lebih cepat, sementara peningkatan speed ditunjukkan oleh angka yang lebih besar.
  • Pace umum dipakai untuk menjaga ritme latihan atau lomba jarak jauh, sedangkan speed lebih digunakan pada interval dan sprint.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dunia lari memiliki banyak istilah yang terdengar sederhana, tetapi sering menimbulkan kebingungan, terutama bagi pelari pemula. Dua istilah yang paling sering tertukar adalah pace dan speed, padahal keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam mengukur performa saat berlari. Kesalahan dalam memahami kedua istilah ini dapat membuat evaluasi latihan menjadi kurang akurat.

Memahami perbedaan pace dan speed bukan hanya berguna saat melihat data di jam olahraga atau aplikasi lari, tetapi juga membantu menyusun strategi latihan yang lebih efektif. Dengan mengetahui cara kerja masing-masing, perkembangan kemampuan berlari dapat dipantau secara lebih tepat dan terarah. Supaya gak lagi tertukar saat membaca statistik lari, yuk pahami perbedaannya bersama.

1. Pace mengukur waktu, sedangkan speed mengukur kecepatan

ilustrasi smartwatch
ilustrasi smartwatch (pexels.com/https://kaboompics.com/)

Perbedaan paling mendasar terletak pada cara kedua istilah tersebut mengukur performa lari. Pace menunjukkan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menempuh satu kilometer atau satu mil, sehingga biasanya ditulis dalam satuan menit per kilometer. Sementara itu, speed menunjukkan seberapa cepat seseorang bergerak dalam satuan kilometer per jam atau kilometers per hour (km/h).

Karena menggunakan pendekatan yang berbeda, angka pada pace dan speed juga memiliki arah pembacaan yang berlawanan. Semakin kecil angka pace, berarti pelari mampu menempuh jarak lebih cepat. Sebaliknya, semakin besar angka speed, berarti kecepatan larinya semakin tinggi.

2. Pace lebih sering digunakan pelari jarak jauh

ilustrasi pria lari
ilustrasi pria lari (unsplash.com/Diana Rafira)

Dalam latihan maupun perlombaan jarak jauh, pace menjadi acuan yang jauh lebih sering digunakan. Pelari biasanya menargetkan pace tertentu agar tenaga tetap terjaga sejak awal hingga garis finis. Cara ini membantu mengatur ritme supaya tubuh gak mengalami penurunan performa secara drastis di pertengahan lomba.

Di sisi lain, speed lebih umum digunakan untuk melihat kecepatan aktual saat bergerak pada waktu tertentu. Data tersebut sering dimanfaatkan dalam latihan yang menekankan perubahan kecepatan atau sesi intensitas tinggi. Meski sama-sama penting, fungsi keduanya tetap memiliki fokus yang berbeda.

3. Nilai pace berubah berlawanan dengan speed

ilustrasi pria lari
ilustrasi pria lari (pexels.com/RUN 4 FFWPU)

Banyak pelari pemula merasa bingung ketika melihat angka pace justru semakin kecil saat performanya meningkat. Hal tersebut terjadi karena pace menghitung waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak tertentu. Artinya, waktu yang semakin singkat menunjukkan kemampuan berlari yang semakin baik.

Sebaliknya, speed akan menunjukkan angka yang semakin besar ketika kecepatan meningkat. Kondisi tersebut membuat kedua data terlihat berlawanan meskipun sama-sama menggambarkan peningkatan performa. Memahami hubungan ini membantu pelari membaca statistik latihan dengan lebih mudah.

4. Strategi latihan lebih sering memakai acuan pace

ilustrasi pria lari
ilustrasi pria lari (unsplash.com/Chander R)

Banyak program latihan lari menyusun target berdasarkan pace karena lebih mudah diterapkan selama berlari. Misalnya, pelari diminta mempertahankan pace tertentu selama lima kilometer agar tubuh terbiasa dengan ritme lomba yang diinginkan. Pendekatan seperti ini juga membantu mengatur distribusi tenaga secara lebih efisien.

Sementara itu, penggunaan speed lebih banyak dijumpai pada latihan khusus seperti interval training atau latihan sprint. Fokus utamanya adalah mencapai kecepatan tertentu dalam durasi yang relatif singkat. Oleh sebab itu, pemilihan acuan latihan biasanya disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai.

5. Keduanya saling berkaitan, tetapi memiliki fungsi berbeda

ilustrasi pria lari pagi
ilustrasi pria lari pagi (pexels.com/Brett Sayles)

Meski berbeda, pace dan speed sebenarnya saling terhubung karena sama-sama menggambarkan performa lari. Ketika speed meningkat, pace secara otomatis menjadi lebih cepat atau memiliki angka menit yang lebih kecil. Hubungan tersebut membuat kedua data sering muncul bersamaan pada berbagai aplikasi olahraga.

Walaupun demikian, keduanya tetap gak dapat dianggap sebagai istilah yang memiliki arti yang sama. Pace lebih membantu pelari menjaga konsistensi ritme, sedangkan speed lebih menggambarkan tingkat kecepatan saat bergerak. Memahami fungsi masing-masing akan membuat proses latihan terasa lebih terarah dan hasil evaluasi menjadi lebih akurat.

Memahami perbedaan pace dan speed merupakan langkah sederhana yang dapat meningkatkan kualitas latihan lari. Kedua istilah tersebut memang saling berkaitan, tetapi memiliki fungsi dan cara pembacaan yang berbeda. Dengan memahami konsep dasarnya, pelari dapat menyusun strategi latihan secara lebih tepat sekaligus membaca perkembangan performa dengan lebih percaya diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More