Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi sit up
ilustrasi sit up (pexels.com/RDNE Stock project)

Intinya sih...

  • Plank menahan beban tubuh secara merata di sepanjang tulang belakang

  • Sit up memusatkan beban pada area lumbar saat tubuh terangkat

  • Plank mengurangi gerakan fleksi yang membebani ruas tulang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Plank sering diposisikan sebagai latihan sederhana, tetapi dampaknya pada tulang belakang justru jauh lebih kompleks dibanding yang terlihat. Sit up, yang lebih dulu populer, masih banyak dilakukan tanpa mempertimbangkan bagaimana gerakannya memengaruhi ruas tulang punggung.

Perbedaan keduanya tidak terletak pada tingkat lelah, melainkan pada cara tulang belakang menerima beban selama latihan berlangsung. Jika tujuan utamanya menjaga kesehatan punggung, perbandingan plank vs sit up perlu dibaca secara lebih spesifik, bukan sekadar ikut tren. Berikut penjelasan yang fokus pada kerja tubuh dan dampaknya bagi tulang belakang.

1. Plank menahan beban tubuh secara merata di sepanjang tulang belakang

ilustrasi plank (pexels.com/nuttawan jayawan)

Plank membuat tubuh berada dalam satu garis lurus sehingga beban dari berat badan tersebar dari bahu hingga kaki. Kondisi ini mengurangi penumpukan beban di satu titik tulang belakang, terutama di punggung bawah. Otot perut dalam dan otot punggung bekerja bersamaan untuk menopang posisi tersebut.

Karena tidak ada gerakan membungkuk atau melenting, ruas tulang belakang tidak dipaksa bergerak di luar batas alaminya. Ini membantu mengurangi risiko nyeri akibat gesekan berulang antar ruas. Selama posisi kepala dan pinggul sejajar, tulang belakang tetap berada pada jalur yang aman. Inilah alasan plank sering dipilih untuk latihan inti yang lebih ramah bagi punggung.

2. Sit up memusatkan beban pada area lumbar saat tubuh terangkat

ilustrasi sit up (pexels.com/Jonathan Borba)

Sit up melibatkan pengangkatan tubuh bagian atas yang memberi tekanan langsung pada punggung bawah. Saat tubuh ditarik ke depan, otot perut dan otot pinggul bekerja bersamaan menarik tulang belakang ke arah fleksi. Beban ini berulang setiap kali gerakan dilakukan.

Jika dilakukan dalam jumlah banyak, tekanan tersebut bisa membuat punggung bawah cepat terasa pegal. Pada sebagian orang, kondisi ini memicu rasa tidak nyaman karena area lumbar harus menahan tarikan terus-menerus. Sit up bukan berarti selalu salah, tetapi risikonya lebih besar bila teknik dan kapasitas tubuh tidak diperhitungkan. Dari sisi tulang belakang, inilah titik lemah yang perlu dicermati.

3. Plank mengurangi gerakan fleksi yang membebani ruas tulang

ilustrasi plank (vecteezy.com/Tonefoto grapher)

Plank bekerja tanpa melibatkan gerakan naik turun pada tulang belakang. Otot inti berkontraksi untuk mempertahankan posisi, bukan untuk menggerakkan tubuh secara berulang. Cara kerja ini membuat tulang belakang berfungsi sebagai struktur penopang, bukan bagian yang terus digerakkan.

Dengan minimnya fleksi, risiko tekanan berlebih pada bantalan antar ruas bisa ditekan. Hal ini penting terutama bagi orang yang sering duduk lama dan sudah terbiasa membungkuk sepanjang hari. Plank memberi kesempatan tulang belakang tetap lurus sambil dilatih kekuatannya.

4. Sit up lebih berisiko bila dilakukan tanpa penyesuaian kondisi tubuh

ilustrasi sit up (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Tidak semua orang memiliki kesiapan tulang belakang yang sama untuk melakukan sit up. Pada kondisi tertentu, seperti punggung bawah yang sering terasa kaku, gerakan ini bisa memperburuk keluhan. Tekanan muncul bukan hanya dari berat badan, tetapi juga dari tarikan otot yang tidak seimbang.

Jika sit up dilakukan tanpa variasi atau jeda yang cukup, beban akan terus jatuh pada area yang sama. Hal ini membuat tulang belakang bekerja lebih keras dibanding otot inti itu sendiri. Tanpa pengaturan yang tepat, manfaat sit up bisa kalah dibanding potensi masalahnya. Inilah alasan latihan ini perlu dipilih dengan lebih hati-hati.

5. Plank memberi ruang adaptasi tanpa mengorbankan tulang belakang

ilustrasi plank (vecteezy.com/Volodymyr Ivash)

Plank memiliki banyak variasi yang tetap menjaga prinsip dasar posisi lurus tubuh. Perubahan sudut atau tumpuan dapat dilakukan tanpa menambah tekanan langsung pada tulang belakang. Tubuh tetap bekerja keras, tetapi dengan distribusi beban yang lebih terkendali.

Pendekatan ini membuat plank lebih mudah disesuaikan dengan kondisi fisik yang berbeda. Latihan dapat dihentikan atau dimodifikasi tanpa memaksa punggung menerima beban berlebih. Dari sisi kesehatan tulang belakang, fleksibilitas ini menjadi keunggulan penting. Fokusnya tetap pada kekuatan inti, bukan pada risiko cedera.

Perbandingan plank vs sit up menunjukkan bahwa cara tubuh menerima beban jauh lebih penting daripada sekadar jenis latihannya. Plank cenderung lebih ramah bagi tulang belakang karena menjaga posisi lurus tanpa tekanan berulang. Dengan memahami perbedaan ini, latihan mana yang paling masuk akal untuk kondisi punggungmu saat ini?

Referensi:

"Sit-ups Vs Planks: The lifestyle benefits and the sports they are great for" Agility Rehabilitation. Diakses pada Januari 2026

"The Science Behind Planking: What Studies Say" Plankpad. Diakses pada Januari 2026

"Sit-up vs. planks: What's better for core strength? Here's what to know" Courier Journal. Diakses pada Januari 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team