Selain gula, kebersihan pengolahan merupakan hal penting. Penelitian terhadap sampel beras kencur dari beberapa produsen lokal menemukan kontaminasi bakteri, termasuk koliform dan Escherichia coli, serta ragi dan kapang.
Temuan tersebut tidak berarti semua beras kencur terkontaminasi, tetapi menunjukkan bahwa jamu ini dapat menjadi tempat mikroba berkembang apabila kebersihan dan penyimpanannya buruk.
Penelitian lain menemukan bahwa blansir dan pasteurisasi dapat menurunkan jumlah mikroba dalam beras kencur. Pilih produk yang dibuat dengan air bersih, alat yang higienis, disimpan dingin, serta tidak berbau asam, berbuih, atau berubah rasa. Untuk produk kemasan, periksa izin edar dan tanggal kedaluwarsanya.
Jadi, jamu beras kencur dapat menyediakan senyawa dengan aktivitas antioksidan dan tambahan energi, disertai potensi antikelelahan serta antiinflamasi. Namun, masih butuh pembuktian lebih kuat pada manusia.
Beras kencur boleh menjadi bagian dari pola makan, tetapi bukan obat untuk kelelahan berkepanjangan, nyeri terus-menerus, atau penyakit tertentu.
Referensi
Gunardi, Wani Devita, Virginia Marsella Teiseran, dan Kris Herawan Timotius. “Microbial Contamination and Bioactive Compounds of Jamu Beras Kencur.” Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia 11, no. 2 (2024): 262–77. https://ejournal.brin.go.id/JBBI/article/download/5966/6832.
Herlina, Nina, Cyntia Wahyuningrum, Almasyhur Almasyhur, Nhadira Nheistricia, Teddy Aryudha, Dea Ananda Safira, dan Eka Herlina. “Aktivitas Penghambatan Radikal Bebas Jamu Modifikasi Beras Kencur dan Pengaruhnya terhadap Ketahanan Fisik Mencit.” PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (2023). https://doi.org/10.30595/pharmacy.v0i0.16691.
Kiptiyah, Sakina Yeti, Eni Harmayani, dan Umar Santoso. “Study of Microbiological Quality and Antioxidant Activity Beras Kencur Drink with Heating Process.” Indonesian Food and Nutrition Progress 14, no. 2 (2017). https://doi.org/10.22146/ifnp.29725.
Syahruddin, Akmal Novrian, Citra Kesumasari Dahlan, dan Nurpudji A. Taslim. “The Effects of Kaempferia galanga L. Extract on Pain, Stiffness and Functional Physic in Patient with Knee Osteoarthritis: Double Blind Randomized Clinical Trial.” International Journal of Science and Healthcare Research 2, no. 4 (2017): 37–43. https://ijshr.com/IJSHR_Vol.2_Issue.4_Oct2017/IJSHR_Abstract.006.html.
Tupenalay, Devinta Julian, Sukardiman, Suciati, Rice Disi Oktarina, dan Rosita Handayani. “Anti-fatigue Activity of Syrup Containing Ethanolic Extract of Kencur (Kaempferia galanga L.) Rhizome in Wistar Rats.” Journal of Pharmacy & Pharmacognosy Research 12, no. 6 (2024): 1170–77. https://doi.org/10.56499/jppres24.1969_12.6.1170.
Umar, Muhammad Ihtisham, Mohd Zaini Asmawi, Amirin Sadikun, Amin Malik Shah Abdul Majid, Fouad Saleh Resq Al-Suede, Loiy Elsir Ahmed Hassan, Razauden Altaf, dan Majid Bin Abdul Kadir Ahamed. “Ethyl-p-methoxycinnamate Isolated from Kaempferia galanga Inhibits Inflammation by Suppressing Interleukin-1, Tumor Necrosis Factor-α, and Angiogenesis by Blocking Endothelial Functions.” Clinics 69, no. 2 (2014): 134–44. https://doi.org/10.6061/clinics/2014(02)10.
World Health Organization. "Guideline: Sugars Intake for Adults and Children." Geneva: World Health Organization, 2015. https://www.who.int/publications/i/item/9789241549028.