Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Manfaat Jamu Kunyit Asam, Benar Bisa Redakan Nyeri Haid?

4 Manfaat Jamu Kunyit Asam, Benar Bisa Redakan Nyeri Haid?
ilustrasi jamu kunyit asam (pexels.com/Abner Velázquez)
Intinya Sih
  • Minuman kunyit asam mengandung senyawa fenolik dan kurkuminoid yang menunjukkan aktivitas antioksidan dalam penelitian laboratorium.

  • Manfaat yang paling banyak diteliti adalah potensinya dalam membantu mengurangi nyeri haid, tetapi penelitian khusus pada jamu kunyit asam masih terbatas.

  • Khasiat ekstrak kunyit atau suplemen kurkumin tidak dapat langsung disamakan dengan segelas jamu karena dosis dan penyerapannya berbeda.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Segelas jamu kunyit asam sering dicari menjelang atau selama menstruasi, atau saat merasa tidak enak badan. Kombinasi rasa asam, sedikit pahit, dan manis membuat minuman tradisional ini terasa segar dan melegakan.

Di balik penggunaannya secara turun-temurun, kunyit diketahui mengandung kurkuminoid, sedangkan asam jawa memiliki berbagai senyawa fenolik yang membawa manfaat bagi kesehatan.

Berikut beberapa manfaat potensial jamu kunyit asam bagi kesehatan.

1. Menyediakan senyawa dengan aktivitas antioksidan

Menurut penelitian, minuman kunyit asam mengandung senyawa fenolik dan memperlihatkan aktivitas antioksidan dalam pengujian laboratorium. Komposisi kunyit, bagian tanaman asam yang digunakan, jenis gula, serta cara pengolahan dapat memengaruhi seberapa besar aktivitas tersebut.

Antioksidan membantu mengendalikan reaksi oksidasi yang berlebihan. Namun, hasil uji laboratorium tidak otomatis membuktikan bahwa minum kunyit asam dapat mencegah kanker, penyakit jantung, atau penuaan. Masih butuh penelitian klinis yang mengukur dampaknya secara langsung pada manusia.

2. Berpotensi membantu meredakan nyeri haid

Seseorang menuangkan jamu kunyit asam hangat dari teko keramik ke dalam cangkir di atas meja dengan latar sederhana.
ilustrasi jamu kunyit asam (unsplash.com/Klara Avsenik)

Ini merupakan manfaat kunyit asam yang paling sering diteliti. Studi terhadap 29 remaja putri di Lampung mencatat penurunan skala nyeri setelah mereka meminum air kunyit asam. Akan tetapi, penelitian tersebut tidak menggunakan kelompok pembanding dan pemilihan pesertanya tidak dilakukan secara acak, sehingga belum dapat membuktikan bahwa penurunan nyeri semata-mata disebabkan oleh minuman tersebut.

Ada juga bukti lain dari uji klinis terhadap kunyit atau kurkumin. Penelitian pada 128 perempuan membandingkan kunyit, asam mefenamat, kombinasi keduanya, dan plasebo. Kombinasi kunyit dengan asam mefenamat menghasilkan penurunan nyeri yang lebih besar.

Uji klinis lain terhadap 124 perempuan juga menemukan bahwa suplemen kurkumin dapat membantu mengurangi gejala nyeri haid dan sindrom pramenstruasi.

Temuan tersebut cukup menjanjikan, tetapi produk yang digunakan berupa kapsul atau kunyit dalam dosis tertentu, bukan jamu kunyit asam biasa. Minuman ini lebih tepat dijadikan pilihan pendamping, bukan pengganti obat atau pemeriksaan medis.

3. Berpotensi membantu mengurangi pegal setelah aktivitas

Kurkumin memiliki sifat yang dapat memengaruhi proses inflamasi. Dalam sebuah uji coba kecil yang melibatkan 20 laki-laki, peserta yang mengonsumsi formulasi kurkumin sebelum dan setelah latihan lari menuruni bukit melaporkan nyeri otot paha yang lebih rendah dibandingkan kelompok plasebo. Beberapa tanda cedera otot pada pemeriksaan MRI juga lebih jarang ditemukan.

Meski demikian, penelitian itu menggunakan formulasi kurkumin khusus dengan penyerapan yang ditingkatkan. Kandungannya sangat berbeda dari jamu rumahan. Jadi, kunyit asam boleh dinikmati setelah beraktivitas, tetapi belum dapat dianggap sebagai minuman pemulihan otot.

4. Berpotensi membantu keluhan nyeri yang berkaitan dengan inflamasi

Seorang pria memegang lututnya dengan kedua tangan, tampak seperti mengalami nyeri atau ketegangan pada sendi lutut.
ilustrasi nyeri lutut (pexels.com/Funkcinės Terapijos Centras)

Sejumlah penelitian awal terhadap ekstrak kunyit dan kurkumin menunjukkan kemungkinan perbaikan nyeri serta kekakuan pada osteoartritis lutut. Namun, bukti yang ada belum cukup kuat untuk memastikan manfaat kunyit bagi kondisi kesehatan tertentu.

Orang dengan nyeri sendi berulang tetap memerlukan diagnosis dan penanganan sesuai penyebabnya.

Jangan terlalu berharap kunyit asam menurunkan gula darah

Penelitian di Indonesia pernah menemukan penurunan gula darah dan perbaikan jaringan pankreas setelah jamu kunyit asam diberikan kepada tikus diabetes. Namun, hasil pada hewan tidak menjamin efek yang sama pada manusia.

Terlebih lagi, kunyit asam sering dibuat dengan gula dalam jumlah cukup banyak. Orang dengan diabetes atau prediabetes sebaiknya memilih versi rendah gula dan tidak menganggapnya sebagai pengganti obat. Batasi asupan gula bebas (free sugar) hingga kurang dari 10 persen total energi harian, dan idealnya di bawah 5 persen untuk manfaat kesehatan tambahan.

Cara lebih aman mengonsumsi kunyit asam

Pilih minuman yang tidak terlalu manis, dibuat dengan air dan peralatan bersih, serta disimpan dengan benar. Penelitian terhadap kestabilan jamu menunjukkan perubahan aroma, endapan, dan pertumbuhan jamur dapat terjadi selama penyimpanan. Jamu segar sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.

Kunyit juga dapat menyebabkan mual, refluks asam, sakit perut, diare, atau sembelit pada sebagian orang. Konsultasikan penggunaannya dengan tenaga kesehatan apabila kamu sedang minum obat rutin, hamil, atau ingin mengonsumsi kunyit dalam bentuk ekstrak dosis tinggi.

Nyeri haid yang terus memburuk sampai mengganggu aktivitas harian, disertai menstruasi sangat banyak atau tidak teratur, perdarahan di luar menstruasi, maupun nyeri ketika berhubungan seksual, buang air kecil, atau buang air besar perlu diperiksakan ke dokter. Keluhan tersebut mungkin bukan nyeri haid biasa.

Jamu kunyit asam memang memiliki potensi manfaat, terutama sebagai sumber senyawa antioksidan dan pendamping untuk mengurangi nyeri haid. Namun, dosis bahan aktif dalam setiap minuman bisa berbeda dan bukti klinisnya belum cukup untuk menjadikannya sebagai obat. Jadi, konsumsi secara bijak, ya!

Referensi

Andrie, Mohamad, Wintari Taurina, dan Rizqa Ayunda. “Activities Test of ‘Jamu Gendong Kunyit Asam’ as an Antidiabetic in Streptozotocin-Induced Rats.” Majalah Obat Tradisional. https://doi.org/10.22146/tradmedj.8147.

Bahrami, Afsane, Asghar Zarban, Hadis Rezapour, Akram Agha Amini Fashami, dan Gordon A. Ferns. “Effects of Curcumin on Menstrual Pattern, Premenstrual Syndrome, and Dysmenorrhea: A Triple-Blind, Placebo-Controlled Clinical Trial.” Phytotherapy Research 35, no. 12 (2021): 6954–62. https://doi.org/10.1002/ptr.7314.

Drobnic, Franchek, Joan Riera, Giovanni Appendino, Stefano Togni, Federico Franceschi, Xavier Valle, Antoni Pons, dan Josep Tur. “Reduction of Delayed Onset Muscle Soreness by a Novel Curcumin Delivery System (Meriva®): A Randomised, Placebo-Controlled Trial.” Journal of the International Society of Sports Nutrition 11 (2014): 31. https://doi.org/10.1186/1550-2783-11-31.

Hesami, Sepideh, Maria Kavianpour, Mohamadreza Rashidi Nooshabadi, Mojgan Yousefi, Fatemeh Lalooha, dan Hossein Khadem Haghighian. “Randomized, Double-Blind, Placebo-Controlled Clinical Trial Studying the Effects of Turmeric in Combination with Mefenamic Acid in Patients with Primary Dysmenorrhoea.” Journal of Gynecology Obstetrics and Human Reproduction 50, no. 4 (2021): 101840. https://doi.org/10.1016/j.jogoh.2020.101840.

Lestari, Nadya, Tubagus Erwin N., dan Septi Nura Astuti. “The Effectiveness of Tamarind Turmeric Water on the Dysmenorrhea Pain Scale in Teenage Girl.” Caring: Indonesian Journal of Nursing Science 5, no. 2 (2023): 87–92. https://doi.org/10.32734/ijns.v5i2.13467.

Mulyani, Sri, Bambang Admadi Harsojuwono, dan Gusti Ayu Kadek Diah Puspawati. “Potensi Minuman Kunyit Asam (Curcuma domestica Val.–Tamarindus indica L.) sebagai Minuman Kaya Antioksidan.” Agritech 34, no. 1 (2014): 65–71. https://journal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9524.

National Center for Complementary and Integrative Health. “Turmeric: Usefulness and Safety.” Diakses Juli 2026.

Septiana, Aisyah Tri. “Kadar dan Aktivitas Antioksidan Minuman Kunyit dan Asam yang Manis.” Agritech 24, no. 2 (2004). https://doi.org/10.22146/agritech.13492.

World Health Organization. "Guideline: Sugars Intake for Adults and Children." Diakses Juli 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More